Komunikasi yang Baik, Kunci Pelayanan yang Prima
Arbita Zaini
Kamis, 09 Agustus 2018 |
664 kali
Pekanbaru –
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pekanbaru mengikuti kegiatan
Lokakarya Peningkatan Soft Competency Pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) pada tanggal 7 Agustus 2018. Acara
menjadi lebih menyegarkan karena diselenggarakan di Taman Agrowisata Sungai
Pinang Nadiin Kampar. Pemilihan lokasi ini bertujuan agar seluruh peserta
kegiatan memiliki mindset yang fresh
dan fokus untuk mengikutinya.
Lokakarya
yang diselenggarakan oleh Sekretariat DJKN bekerja sama dengan Pusdiklat
Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (PPSDM
BPPK) mengambil tema “Semangat Maju Demi Negara.” Tema ini selaras dengan motto
pelayanan yang dipilih KPKNL Pekanbaru yakni Samudera yang merupakan kepanjangan
dari Santun, Amanah, Unggul, Dinamis, Empati dan Ramah.
Bertindak
sebagai fasilitator adalah Egrita Buntara, Widyaiswara PPSDM yang didampingi
oleh Agnes Renata. Turut mendampingi dari Sekretariat DJKN, Romi Muharram. Meyesuaikan
dengan kegiatan yang menuntut dinamika pergerakan yang tinggi, seragam yang
dikenakan baju training KPKNL Pekanbaru beserta celana training dan sepatu olahraga.
“Lokakarya kali ini diharapkan dapat memberikan
penyegaran suasana serta meningkatkan keakraban seluruh pegawai. Yang
sehari-harinya berkutat pada tusi seksinya masing-masing, hari ini kita rehat
sejenak sembari menambah soft competency
kita”, ujar Rina Yulia, Kepala KPKNL Pekanbaru, dalam sambutan pembukaannya. “Diharapkan
setelah mengikuti kegiatan, setiap pegawai mampu menerapkan ilmu yang
didapat”, tambah Rina Yulia.
Bertempat di
pendopo utama, sesi permainan pun dimulai. Untuk memanaskan suasana, dimulai
dengan senam ringan agar menghindari cedera dan meluweskan pergerakan peserta. Setelah
senam ringan, peserta dibagi menjadi lima kelompok. Permainan yang dilakukan
yaitu opposite game, switch game, kereta balon, sarung
siskamling, Samson, Delilah & Harimau, solving
mystery, dan water transfer.
Di akhir
acara, Egrita Buntara menyampaikan makna dari permainan yang telah dilakukan
sebelumnya. Seperti opposite game
yang menyiratkan bahwa untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan orang-orang yang
tepat di tugas yang tepat. Sedangkan switch
game bertujuan untuk menyampaikan pesan walaupun setiap individu memiliki
kompetensi yang berbeda, namun dengan sinergi yang baik dapat menjadi unit yang
mampu menyelesaikan segala target. Kegesitan dan keluwesan juga turut memegang
andil besar seperti pada permainan sarung siskamling. Dalam usaha mencapai
tujuan, kita perlu duduk bersama dahulu untuk memikirkan strategi dan rencana. Prinsip
ini terlihat dalam permainan Samson, Delilah dan Harimau.
“Dalam menghadapi
komplain atau keluhan dari stakeholders
juga perlu teknik yang tepat", ujar Egrita Buntara. Beliau menyarankan untuk menggunakan
metode “CLAP” yang merupakan akronim dari Calm, Listening, Acknowledge dan Provide Solution.
Pertama-tama, petugas layanan berusaha menenangkan orang tersebut. Setelah itu
kita mendengarkan permasalahan yang dialaminya dan kemudian mengakui atau mengonfirmasi
masalah tersebut. Terakhir kita berusaha untuk menyediakan solusi atas permasalahan
tersebut.
Pada akhir
lokakarya diumumkan nama tim pemenang permainan dan sesi berfoto bersama. Acara
lokakarya kali ini mampu meningkatkan kekompakan dan semangat dalam bekerja segenap
pegawai KPKNL Pekanbaru. Sinergi yang semakin baik diharapkan mampu
meningkatkan semangat kinerja para pegawai untuk menuntaskan target kinerja.
Salam Samudera!
(Teks:
Tim HI & Foto: Alief Ibnu Nuzul)
Foto Terkait Berita