Cara Mudah Mendapatkan Mobil Melalui Lelang dengan Harga yang Murah, Trik Menghindari Penipuan
Eva Resia
Jum'at, 03 Juli 2020 |
19618 kali
Pernah mendapatkan penawaran untuk membeli kendaraan
melalui lelang dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran? Penawaran
tersebut bisa anda terima melalui pesan pada media sosial seperti whatapp, instagram maupun facebook.
Bahkan ada juga yang disampaikan melalui telepon secara langsung. Penawaran
tersebut mungkin anda terima dari seseorang yang sepertinya anda kenal, atau
dari seseorang yang mengaku teman anda.
Ada hal yang akan membuat anda yakin dengan penawaran lelang ini. Penawaran bisa saja dilengkapi
dengan informasi yang sepertinya sangat valid. Adanya informasi pengumuman
lelang yang berisi daftar objek lelang dan tandatangan pejabat resmi semakin menguatkan penawaran
tersebut. Bahkan nama instansi resmi pemerintah sebagai penyelenggaranya turut disebutkan. Untuk
lebih meyakinkan, ditambah informasi bahwa lelang ini merupakan lelang terbatas
khusus untuk karyawan dan keluarga, dimana setiap karyawan sudah mendapat
jatahnya masing-masing. Hal-hal tersebut membuat harga lelang murah menjadi
logis.
Selanjutnya, jika anda berminat mengajukan penawaran,
anda pasti mendapatkan kendaraan impian tersebut dengan cara amat mudah, segera
transfer sejumlah uang sebagai uang booking
penawan tersebut. Disini sekali lagi anda akan dibuat yakin karena rekening
tujuan transfer terlihat sebagai rekening bendahara kantor penyelenggara lelang
yang resmi. Permasalahannya cuma satu, anda tidak punya banyak waktu berpikir
karena pelaksanaan lelangnya sudah akan berlangsung. Anda harus segera
mentransfer uang booking tersebut.
Sekarang, tinggal anda yang bertindak. Langsung pergi
ke ATM terdekat dan transfer uang yang diminta, atau mencari informasi tambahan
untuk lebih memastikan. Jika anda langsung mentransfer uang yang diminta, maka
anda akan segera menyadari bahwa anda adalah korban penipuan. Mungkin anda baru
menyadarinya ketika mencari konfirmasi ke KPKNL, atau ketika mengecek ke tempat
kendaraan disimpan, atau ketika pemberi
informasi mendadak tidak bisa ditelepon lagi.
Kejadian penipuan lelang ini sudah memakan banyak
korban. Puluhan bahkan ratusan juta rupiah sudah diraup komplotan penipu dengan
memberikan penawaran ini. Mereka memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat atas
proses lelang yang sebenarnya, dan perilaku sebagian masyarakat yang ingin mendapatkan
keuntungan besar. Mereka sangat paham, iming-iming keuntungan yang besar,
seringkali menjadikan masyarakat menjadi kurang waspada dan tidak sadar sedang
masuk dalam jerat penipuan.
Agar tidak menjadi korban penipuan, sangat diharapkan
masyarakat dapat memahami mekanisme lelang yang sebenarnya. Di Indonesia, pelaksanaan
lelang hanya dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)
yang merupakan instansi vertikal di bawah Direktorat Jenderal kekayaan Negara Kementerian
Keuangan. KPKNL menyelenggarakan lelang atas permohonan instansi pemerintah
lainnya, badan usaha seperti perbankan, ataupun masyarakat umum yang ingin
menjual barangnya melalui lelang.
Lalu bagaimana membedakan lelang yang resmi
dilaksanakan oleh KPKNL, dengan lelang yang merupakan aksi penipuan. Hal ini
sangat penting diketahui, karena dalam banyak kasus, para penipu menggunakan
nama KPKNL. Bahkan dengan ‘mencatut’ nama pejabat dan pegawainya dalam
melakukan aksinya. Mereka kadang mengambil foto profil media sosial pejabat
atau pegawai DJKN, dan memasangnya sebagai foto profil mereka yang juga
disertai nama profil sesuai fotonya. Hal ini mengakibatkan ketika anda
dihubungi, anda seperti benar-benar dihubungi pejabat atau pegawai DJKN. Mereka
juga membuat pengumuman lengkap dengan tandatangan pejabat yang berwenang
sehingga seolah-olah dikeluarkan resmi oleh KPKNL. Pada beberapa kasus, ketika
calon korbannya menelepon untuk mengkonfirmasi, para penipu mengaku sedang
melakukan rapat di salah satu ruang KPKNL, sehingga hal ini memberikan tambahan
keyakinan kepada korbannya.
Untuk orang-orang yang sudah sering berhubungan dengan
KPKNL, mungkin akan mudah membedakan mana produk asli KPKNL mana yang bukan,
mulai dari kop surat, nama pejabat, rekening penerima, bahkan tata persuratan
untuk pengumuman. Namun bagi masyarakat luas yang tidak pernah berhubungan
dengan KPKNL, tentunya akan sangat sulit membedakan mana yang asli produk
KPKNL, mana yang merupakan media penipuan. Para penipu tentunya akan melakukan berbagai
upaya agar aksinya terlihat seperti pelaksanaan lelang yang resmi.
Salah satu hal yang paling jelas untuk melihat apakah
lelang yang ditawarkan adalah lelang resmi dari KPKNL atau hanya penipuan
adalah adanya janji yang memastikan anda
sebagai pemenang lelang. Jika ada janji tersebut maka dipastikan itu adalah penipuan. Lelang
merupakan mekanisme penjualan umum yang dapat diikuti semua orang. Masyarakat
yang telah mendaftar dan membayar uang jaminan dapat mengajukan penawaran.
Dengan demikian tidak satupun orang, bahkan pegawai KPKNL dapat memastikan
seseorang dapat menjadi pemenang dalam suatu kegiatan lelang. Terlebih lagi
saat ini lelang sudah dilaksanakan secara online,
sehingga semua orang, di manapun berada, memiliki kesempatan yang sangat besar
untuk ikut lelang, ikut menawar, dan memenangkan lelang.
Sedikit terkait uang jaminan lelang, mekanisme inilah
yang dimanfaatkan penipu untuk meminta uang ‘booking’ kepada calon korbannya. Uang jaminan ini sebenarnya
merupakan uang yang disetorkan masyarakat untuk mendapatkan hak menawar dalam
pelaksanaan lelang. Uang ini akan dihitung sebagai bagian dari pembayaran jika
seseorang ditunjuk sebagai pemenang lelang. Sebaliknya, uang jaminan ini akan
dikembalikan jika tidak ditunjuk sebagai pemenang lelang. Uang ini akan disetorkan
ke Kas Negara apabila peserta yang ditunjuk sebagai pemenang tidak melunasi
sisa kewajibannya dalam waktu yang ditentukan.
Pemahaman yang kurang lengkap atas uang jaminan ini,
seringkali menjadi faktor seseorang menjadi korban penipuan. Masyarakat cukup paham
jika ingin mengikuti lelang perlu menyetorkan uang jaminan terlebih dahulu. Hal
ini menyebabkan ketika penipu meminta calon korbannya menyetorkan sejumlah uang
yang disebut sebagai uang ‘booking’, maka mereka merasa ini memang adalah
kewajaran. Yang tidak dipahami adalah penyetoran uang jaminan ini tidak
otomatis memastikan seseorang menjadi pemenang lelang.
Penyetoran uang jaminan ini tentunya melalui rekening
resmi KPKNL. Namun demikian para penipu juga telah mengantisipasi ini dengan
membuat nama rekening yang terlihat seolah-olah rekening resmi KPKNL. Mereka
tidak menggunakan rekening pribadi tapi juga membuat rekening dengan nama
seperti rekening “Bendahara 1” atau “Bendahara 2”, tanpa ada nama kantornya.
Masyarakat yang tidak teliti biasanya akan terkecoh dan tidak sadar telah masuk
jerat penipuan.
Cara lain yang cukup mudah untuk memastikan anda bukan
korban penipuan lelang adalah dengan mengakses aplikasi lelang.go.id. Di
aplikasi ini akan terlihat semua agenda pelaksanaan lelang oleh KPKNL di
seluruh Indonesia. Anda hanya perlu memasukkan kata kunci seperti jenis
kendaraan, tanggal lelang ataupun KPKNL penyelenggara. Jika lelang yang ditawarkan kepada anda tidak
terdapat dalam aplikasi tersebut, maka bisa dipastikan itu adalah upaya
penipuan. Jika masih belum yakin, maka anda bisa langsung berkunjung dan
meminta informasi ke KPKNL di wilayah anda. Para pegawai KPKNL akan dengan
senang hati memberikan anda informasi dan pemahaman tentang lelang.
Cukup banyak lelang-lelang kendaraan yang resmi dari
KPKNL yang bisa anda dapatkan informasinya. Bahkan jika anda rajin membuka
aplikasi lelang.go.id, maka anda akan menemukan lelang-lelang kendaraan di
seluruh Indonesia yang memiliki nilai limit yang lebih rendah dari pasar. Laksanakan
tahapan-tahapan lelang yang resmi, jika beruntung maka anda akan mendapatkan
kendaraan dengan harga yang cukup baik.
Jadi pastikan anda tidak menjadi korban penipuan
lelang selanjutnya. Lakukan cek ulang terkait penawaran yang diberikan kepada anda. Banyak
modus lain yang dijalankan penipu, namun jika anda memahami langkah-langkah
di atas maka anda akan terhindar dari penipuan. Kunjungi lelang.go.id atau KPKNL
terdekat sebelum melakukan penyetoran ke rekening para penipu sebagaimana
dilakukan korban-korban yang telah ada. Semoga bermanfaat dan bisa melindungi
masyarakat dari penipuan lelang.
(penulis : Rachmat Kurniawan)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |