Penerimaan Negara Tumbuh Positif Sebagai Indikator Perekonomian Sumsel Optimis
Arum Ratna Dewi
Senin, 24 Maret 2025 |
523 kali
Palembang, 17 Maret 2025 – Kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) di awal tahun 2025 tetap tumbuh Positif. Tren positif kinerja realisasi pendapatan negara didukung oleh tren positif pertumbuhan penerimaan pajak dan penerimaan kepabeanan dan cukai. Realisasi pendapatan negara dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menunjukkan capaian kinerja yang baik. Realisasi belanja negara yang terdiri dari belanja pemerintah pusat dan Transfer ke Daerah (TKD) juga menunjukkan capaian kinerja yang optimal. Hal ini disampaikan dalam rapat pleno forum Asset and Liability Committee (ALCo) Sumsel yang beranggotakan seluruh kantor vertikal Kementerian Keuangan di Sumatera Selatan.
Penerimaan pajak di Sumsel sampai dengan Februari 2025 mencapai
Rp1.553,27 miliar atau 10,2% dari target
APBN, dengan pertumbuhan
netto sebesar 1,6%.
Faktor pendorong pertumbuhan ini
adalah penyesuaian perpindahan penerimaan Wajib Pajak Cabang yang semula
di setorkan pada
cabang terdaftar di
Sumsel sekarang masuk
ke Wajib Pajak
Pusat terkait implementasi core tax
awal Januari 2025, peningkatan setoran masa
atas aktivitas sektor perkebunan kelapa sawit dan karet,
pertumbuhan PPN & PPnBM sebesar 10,8%, dan capaian Pajak Lainnya sebesar
492,9%.
Kinerja penerimaan kepabeanan
dan cukai tumbuh positif,
utamanya didorong
peningkatan harga serta
volume ekspor CPO
dan turunannya pada
Februari 2025. Total penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai
Rp124,81 miliar atau 48,36 persen dari target yang telah ditetapkan. Pendapatan negara
dari penerimaan kepabeanan
dan cukai ini
mencapai pertumbuhan positif sebesar 162,18% (yoy). Kinerja fasilitasi
dan pengawasan kepabeanan dan cukai
di Sumatera Selatan
sampai dengan Februari
2025 mencapai Rp42,26 miliar dari pelayanan dan fasilitas fiskal
dan Rp20 miliar dari kinerja pengawasan.
Pendapatan negara yang
terealisasi sebesar Rp2.142,94
miliar dengan pertumbuhan1,64%(yoy) juga didukung
oleh Penerimaan Negara
Bukan Pajak (PNBP)
yang terealisasi sebesar Rp464,86 miliar
atau 19,33% dari target. Penerimaan dari
sisi PNBP terjaga dengan baik yang ditunjukkan melalui capaian
kinerja pendapatan PNBP Badan Layanan Umum (BLU) dan pendapatan PNBP Lainnya. Pendapatan
PNBP BLU mencapai Rp253,59 miliar atau 13,22 persen dari target,
dan pendapatan PNBP Lainnya
sebesar Rp211,27 miliar atau 43,40%
dari target yang termasuk PNBP
aset, piutang negara, dan lelang sebesar Rp12,44 miliar atau 23,32 persen dari target.
Sementara itu, dari
sisi belanja negara menunjukkan kinerja
yang optimal dengan realisasi sebesar Rp5,99 triliun atau
mencapai 12,22 persen dari pagu. Belanja negara ini terdiri dari belanja pemerintah
pusat sebesar Rp1,19 triliun atau 7,70 persen dari pagu, dan TKD yang tumbuh positif
sejak awal tahun yaitu sebesar Rp4,80 triliun atau mencapai 14,29% dari pagu. Pertumbuhan ini
utamanya didorong oleh
akselerasi penyaluran Dana
Desa di awal
tahun, penyaluran Dana Alokasi
Umum (DAU) Block Grant,
serta penyaluran Dana
Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp941,55 miliar atau 8,54 persen dari alokasi
pagu. Penyaluran DAU tahun 2025
mencapai Rp2.654,44 miliar atau 18,95 persen dari alokasi pagu. Capaian tersebut naik
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2.576,36 miliar
atau 18,88% dari
alokasi pagu. Penyaluran
DAK Non Fisik mencapai Rp956,86 miliar atau 19,05 persen dari alokasi pagu
yang mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Penyaluran Dana Desa
mencatatkan Rp 247,93 miliar atau 9,94 persen dari pagu. Penyaluran Dana Insentif
mencatatkan Rp4,51 miliar atau 6,69 persen dari pagu.
Sebagai kesimpulan, perekonomian
di Sumsel tumbuh optimis yang didukung
oleh penerimaan negara yang tumbuh positif dan capaian kinerja belanja
negara yang optimal. Kondisi ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk mencapai
kinerja ditahun 2025
Narahubung: Muhamad Octariyaddi (Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Palembang)