Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Palembang
Mendung di atas Merlion Dua

Mendung di atas Merlion Dua

Wahidin
Kamis, 11 Februari 2021 |   332 kali

Ditemani sedikit cuaca mendung di sekitar Sungai Musi Palembang. Mulai dari dermaga Polairud Polda Sumsel, Tim Penilai KPKNL Palembang dengan didampingi Tim dari Kejaksaan Negeri Palembang menaiki perahu ketek untuk menyusuri Sungai Musi dalam rangka melakukan survei lapangan. Objek penilaian kali ini ialah sebuah kapal yang berada di bibir Sungai Musi. Merlion Dua itulah nama kapalnya. Kapal Tanker Minyak dengan bobot 740 GT ini berbendera St. Kitts & Nevis salah satu negara di Kepulauan Karibia. Kapal tanker minyak ini merupakan salah satu barang rampasan yang dimohonkan penilaiannya oleh Kejaksaan Negeri Palembang sebelum dilakukan pelaksanaan lelang.

Salah satu tugas dan fungsi KPKNL ialah melakukan penilaian Barang Milik Negara yang berasal dari perolehan lainnya yang sah seperti barang rampasan kejaksaan. Barang Rampasan Negara adalah Barang Milik Negara yang berasal dari benda sitaan atau barang bukti yang ditetapkan dirampas untuk Negara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, atau barang lainnya yang berdasarkan penetapan hakim atau putusan pengadilan dinyatakan dirampas untuk Negara. Barang rampasan kali ini berasal dari berbagai kasus pidana seperti pengakutan tanpa ijin usaha pengakutan dan niaga tanpa ijin usaha niaga dan pertolongan jahat, narkotika, illegal logging/pembalakan liar.

Selain kapal tanker, objek lain yang dilakukan penilaian ialah speedboat, kapal jukung, berbagai kayu, beberapa furniture, serta tanah berikut rumah. Dalam melakukan penilaian ini Kepala KPKNL Palembang menunjuk 2 (dua) Tim Penilai. Dari tanggal 9 sampai dengan 11 Februari 2021, Kedua Tim Penilai melakukan survei terhadap objek penilaian tersebar di beberapa lokasi di Kota Palembang sampai ke Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Lokasi objek penilaian di antaranya ialah Polairud, Posmat TNI AL, Rupbasan, Balai Gakkum, dan perumahan di Kota Palembang. 

Selain cuaca mendung dan lokasi yang tersebar, tantangan lain dalam melakukan penilaian ini ialah adanya semak belukar pada barang rampasan. Kondisi ini dikhawatirkan adanya hewan liar seperti ular di sekitar objek penilaian. Sehingga Penilai sangat hati-hati melakukan survei. Hasil penilaian tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan lelang. Uang hasil pelelangan seluruhnya akan disetorkan ke kas negara dan masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak. (Romasz)


Foto Terkait Berita

Floating Icon