Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Palembang
Perbandingan Tingkat Risiko dan Pengembalian pada Instrumen Investasi

Perbandingan Tingkat Risiko dan Pengembalian pada Instrumen Investasi

Noah Sidik Darendra
Selasa, 17 Maret 2026 |   45 kali

Konsep Risiko dan Pengembalian

Pernahkah anda membandingkan suatu instrumen investasi dengan instrumen investasi yang lainnya?, misalnya membandingkan investasi properti rumah tinggal dengan saham, atau instrumen surat utang negara dengan saham. Semua jenis investasi tersebut tentu memiliki perbedaan satu sama lain, yang paling mendasar adalah perbedaan tingkat risiko dan pengembalian. Kita mengenal risiko sebagai sebuah ketidakpastian, apabila dikaitkan dengan investasi, maka risiko dapat diartikan ketidakpastian investor untuk mendapatkan pengembalian atas dana investasinya, semakin tinggi ketidakpastian maka investor akan menuntut pengembalian yang semakin tinggi. Hubungan antara ketidakpastian dan pengembalian dianalogikan seperti dua sisi koin mata uang, dalam istilah keuangan disebut dengan risk-return trade off, dan dapat digambarkan oleh Security Market Line (SML) berikut:

SML adalah sebuah grafik yang menggambarkan hubungan antara risiko pada sumbu X dengan tingkat pengembalian pada sumbu Y. Garis SML memotong sumbu Y pada titik RF (riskfree), titik ini menggambarkan sebuah instrumen investasi yang tidak memiliki risiko atau investasi bebas risiko, namun memiliki tingkat pengembalian yang minimum. Bergerak sepanjang garis SML, kita akan menemui titik A sebagai investasi yang memiliki risiko kecil atau lebih rendah daripada risiko pasar dan memiliki pengembalian yang lebih tinggi dari investasi bebas risiko (RF). Selanjutnya terdapat titik M yang merupakan investasi dengan risiko sama dengan risiko pasar dan titik B sebagai investasi highrisk karena memiliki risiko lebih tinggi daripada risiko pasar.

Garis SML menjelaskan bahwa semakin tinggi sebuah risiko atau ketidakpastian maka semakin tinggi pula tingkat pengembalian yang disyaratkan oleh investor. Surat Utang Negara dikenal sebagai instrumen investasi bebas risiko karena dipercaya tidak memiliki risiko gagal bayar dan dijamin oleh Pemerintah. Investasi properti rumah tinggal merupakan investasi dengan risiko rendah, cenderung lebih rendah dibandingkan risiko pasar dan memiliki tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan Surat Utang Negara. Kemudian bagaimana dengan instrument saham? Apakah dikategorikan investasi dengan risiko rendah atau tinggi?, jawabannya bisa keduanya, untuk itu kita perlu mengelompokan saham menjadi saham yang memiliki volatilitas rendah, tinggi, atau sama dengan pasar. Saham dengan volatilitas rendah adalah saham yang memiliki pergerakan yang stabil di bursa, secara teknis memiliki beta<1 atau lebih stabil dibandingkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sebagai contoh adalah saham-saham pada sektor Barang Konsumsi Primer (Consumer Non-Cyclicals). Di sisi lain, saham dengan volatilitas tinggi adalah saham yang lebih fluktuatif daripada IHSG, secara teknis memiliki beta >1, sebagai contoh saham Sektor Energi dan Pertambangan dan Sektor Teknologi.

Tingkat Risiko Pasar

Risiko pasar dijadikan sebuah acuan untuk menilai tingkat risiko instrumen investasi karena merupakan risiko yang tidak dapat dihindari atau dikenal sebagai risiko sistematis (systematic risks). Pada tingkat risiko ini, seluruh risiko tidak sistematis sudah dihilangkan melalui skema diversifikasi, dimana pasar saham merepresentasikan risiko pasar sebagai IHSG yang merupakan gabungan pergerakan seluruh saham yang berbeda volatilitasnya. Berapakah tingkat risiko pasar tersebut?, mari kita hitung menggunakan Compound Annual Growth Rate (CAGR) dengan cara membandingkan IHSG saat ini dengan IHSG=100 pada tahun 1982, sebagai berikut.


Setelah mengetahui tingkat risiko pasar sebesar 10,17%, investor dapat mengukur jenis instrumen investasi yang dipilih, apakah tergolong highrisk atau lowrisk. Pada bursa saham, emiten dengan beta>1 secara matematis akan memiliki rate of return yang lebih tinggi dari 10,17?n tergolong berisiko.

Perhitungan Tingkat Pengembalian

Surat Utang Negara, sebagai instrument investasi bebas risiko memiliki besaran pengembalian yang disesuaikan berdasarkan tenor, saat ini tingkat pengembalian Surat Utang Negara tenor 1 tahun yaitu 5,3?n tenor 5 tahun yaitu 6,7%. Properti rumah tinggal, sebagai investasi risiko rendah memiliki tingkat pengembalian sebesar 9,13%. Dengan asumsi perhitungan menggunakan teknik Capital Asset Pricing Model (CAPM), sebagai berikut:


*Catatan: beta property rumah tinggal dihitung menggunakan beta acuan emiten CTRA (Ciputra Development Tbk) yaitu sebesar 1,2 dan kemudian disesuaikan dengan menghilangkan efek hutang menggunakan Hamada Equation, sehingga diperoleh beta 0,7. Pada beberapa kondisi dapat ditambahkan dengan risiko illiquidity, burden management, dan risiko yang berkaitan dengan lokasi spesifik.

Saham dengan volatilitas tinggi, yaitu saham dengan beta>1, diasumsikan sebuah saham dengan beta 1,5 memiliki tingkat pengembalian sebesar:


Pemilihan Instrumen Investasi

Setelah mengetahui tingkat risiko dan pengembalian beberapa instrumen investasi, investor dapat menyesuaikan instrumen investasi yang dipilih dengan profilnya. Investor dengan profil konservatif (risiko rendah) dapat memilih investasi dalam bentuk Surat Utang Negara, investor dengan profil moderat (risiko menengah) dapat memilih investasi properti rumah tinggal di area yang berkembang, begitupun dengan investor profil agresif (risiko tinggi) dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi pada saham dengan beta tinggi (>1).

Penulis: Muhamad Christian - Penilai Pemerintah Ahli Muda

Referensi:

Appraisal Institute. (2013). The Appraisal of Real Estate. Illnois: Appraisal Institute.
Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Kanisius.



Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon