Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
KPKNL Palembang
Artikel DJKN

Adaptasi Terhadap Perubahan dengan Bersikap Agile Sesuai Prinsip Dasar

Minggu, 26 September 2021   |   252 kali

    
         Agile,
sebuah kata yang akhir-akhir ini sering terdengar dalam acara daring. Bagi yang masih awam pastinya penasaran, apa sih arti agile, dan kenapa banyak orang berbicara pada situasi saat ini ? Menurut Oxford Dictionary, agile dimaknai dengan “able to move quickly and easily”. Sedangkan menurut Umi Proboyekti (dikutip dari Wikipedia), agile memiliki pengertian bersifat cepat, ringan, bebas bergerak, dan waspada. Dalam bahasa yang lebih praktis, agile (menurut penulis) dapat disepadankan dengan kata “lincah”.

Pada mulanya kata agile digunakan dalam industri teknologi informasi yang bergerak begitu cepat. Bayangkan saja, handphone keluaran terbaru yang kita pegang saat ini, tidak lama akan ketinggalan model karena muncul tipe dan variasi baru yang lebih canggih. Masih ingat cerita kamera “Kodak” bukan ? Begitu kuatnya persaingan inovasi produk-produk teknologi informasi membuat owner mesti mencari teknik/cara tercepat, terefisien, terefektif, untuk menghasilkan produk dengan keunggulan-keunggulan kompetitif, sesuai dengan kebutuhan customer.  Bertahan pada produk lama dan lambat dalam berinovasi sudah pasti akan menjadikan produk akan terkubur di pasaran dan menjadikan perusahaan lambat laun mati.

Beberapa waktu lalu juga trending kampanye perubahan iklim, dimana pemanasan global membuat dunia sadar perlunya menerapkan protokol “Go Green” untuk mengurangi polusi. Imbasnya sekarang diterapkan efisiensi seperti : mengurangi penggunaan bahan-bahan plastik, paperless, mobil konsep LCGC, dan sebagainya. Bagaimana dengan situasi sekarang ? Dimana pandemi Virus Covid-19 mengubah semua kebiasaan secara cepat dan gradual. Suatu kebiasaan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Menjaga jarak antarorang dimana pun, lockdown yang mengheningkan kota, tidak ada kerumunan, orang-orang harus berdiam diri di rumah (isolasi). Situasi dengan perubahan yang cepat, tidak terduga tersebut bagaimanapun harus dihadapi. Untuk itu perlu sikap agile sebagai cara adaptasi, untuk tetap bertahan ataupun menjadi leader.

Kembali pada fungsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), apa yang harus dipahami dan dilakukan untuk bisa agile dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi ? Ada baiknya melihat koridor yang sudah ada seperti Keputusan Menteri Keuangan Nomor 283/KMK.011/2021 tentang Implementasi Pembelajaran Organisasi Pembelajar (Learning Organization) di Lingkungan Kemenkeu, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPANRB) Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan ASN.

Dalam KMK Nomor 283 disebutkan bahwa penetapan implementasi organisasi pembelajar merupakan upaya mewujudkan Kementerian Keuangan sebagai organisasi yang secara sistematis memfasilitasi pembelajar agar mampu berkembang dan bertransformasi secara berkesinambungan guna mendukung pencapaian kinerja Kementerian Keuangan. Terdapat tiga komponen pembelajar yaitu : Individu, Tim, dan Organisasi yang masing-masing komponen mempunyai peranan dengan dorongan, fasilitasi, dan dukungan organisasi (Kemenkeu).




Individu sebagai pembelajar mempunyai peran inti dalam menciptakan budaya organisasi. Komitmen individu dalam mengimplementasikan budaya belajar sudah pasti menjadi cerminan budaya organisasi itu sendiri. Oleh sebab itu, organisasi mempunyai peran memperkuat dengan kebijakan sehingga individu, tim, dan organisasi dalam melaksanakan pembelajaran dapat berlangsung berkesinambungan. Individu sebagai pembelajar juga mempunyai pengaruh kuat baik dalam Tim maupun Organisasi sebagai pembelajar.

Peranan individu sebagai pembelajar dalam KMK 283, juga selaras dengan kompetensi yang distandardisasi oleh  dalam PERMENPANRB Nomor 38 tahun 2017. Kompetensi dimaksud yaitu Mengelola Perubahan yang didefinisikan sebagai “kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan situasi yang baru atau berubah dan tidak bergantung secara berlebihan pada metode dan proses lama, mengambil tindakan untuk mendukung dan melaksanakan insiatif perubahan, memimpin usaha perubahan, mengambil tanggung jawab pribadi untuk memastikan perubahan berhasil diimplementasikan secara efektif”. Kompetensi tersebut menuntut individu untuk dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang baru atau berubah. Seperti kondisi pandemi saat ini, mau tidak mau seorang PNS harus belajar menyesuaikan diri dengan kondisi kantor, cara kerja yang banyak menggunakan media daring, lingkungan sekitar dengan distancing, bahkan penyesuaian terhadap dirinya sendiri seperti ibadah dalam kondisi darurat. Contoh peranan yang diambil (sebagaimana dalam KMK 283) adalah menyediakan waktu untuk belajar dari berbagai sumber untuk mendukung kinerja organisasi. Contoh lainnya adalah mampu menjadi inspirasi, mendorong, dan mendukung orang lain untuk berkembang dan mempelajari hal-hal baru. Kompetensi dan contoh peranan yang dimainkan indvidu sebagai PNS pembelajar dimaksud tidak bisa tercapai bila Individu bersikap pasif, masa bodoh, permisif dengan keadaan, tetapi individu harus “lincah” menghadapi perubahan yang terjadi.

Kelincahan atau agility bisakah muncul begitu saja pada diri individu ? Mungkinkah itu suatu bakat, ataukah sesuatu yang dapat dipelajari ? Menurut hemat penulis kedua-duanya bisa saja terjadi. Namun dalam mengembangkan sikap agile, ada prinsip-prinsip dasar yang harus dipahami dan dikuasainya sehingga agility bagi seorang individu pembelajar nantinya mempunyai ruh sebagai budaya organisasi. Prinsip dasar tersebut tercermin dalam Nilai-Nilai Kementerian Keuangan yaitu : Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan. Gambar berikut dapat menggambarkan agilty yang menghasilkan knowledge baru untuk menunjang kinerja organisasi.  

 

 

Untuk menggambarkan alur sebagaimana tampak pada gambar di atas dapat dicontohkan sebagai berikut : karena pandemi, kegiatan banyak menggunakan media daring. Sikap Agile untuk secara cepat mempersiapkan pegawai agar mampu dan terbiasa menggunakan media daring. Prinsip dasar agilty, yang dipakai berupa Nilai-Nilai Kementerian Keuangan, yang dapat digunakan terutama adalah Integritas, profesionalisme, sinergi, dan kesempurnaan.

  • Integritas = menggunakan fasilitas internet untuk pembelajaran daring dengan baik dan benar
  • Profesionalisme = belajar daring dengan penuh tanggung jawab, kompetensi yang terbaik, dan punya komitmen tinggi dalam melaksanakan pembelajaran
  • Sinergi = masing-masing unit dapat secara bergantian menyelenggarakan pelatihan daring yang melibatkan unit lain untuk berbagi pengetahuan
  • Kesempurnaan = dari waktu ke waktu terus mengadakan perbaikan dalam pembelajaran sehingga dapat mempersembahkan acara daring secara sempurna

        Contoh penerapan agility seperti di atas pada akhirnya akan memperoleh pengetahuan baru (knowledge) berupa penyelenggaran acara secara daring yang baik dan berkualitas yang pada akhirnya dapat mendukung kinerja organisasi.  

 Kesimpulan yang dapat ditarik dari pemaparan di atas adalah bahwa bersikap “agile” merupakan kompetensi yang harus dipunyai individu dalam menghadapi perubahan dan mampu menjadikan perubahan tersebut sebagai momentum memperoleh pengetahuan baru yang terukur dengan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan hingga pada akhirnya bermanfaat untuk kinerja organisasi. [gsw]   

                                                         

Penulis : WAHIDIN (Kasi Hukum dan Informasi KPKNL Palembang)

Referensi:

1.    https://id.wikipedia.org/wiki/Agile_Development_Methods#cite_note-1

2.    Kemenkeu.(2021). Keputusan Menteri Keuangan nomor 238/KMK283/KMK.011/2021 tentang Implementasi LO di Lingkungan Kemenkeu.

3.    KemenPANRB. (2017). Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara.Kemenkeu.(2021).

4.    Materi FGD Pejabat Administrator Triwulan III tahun 2021 “Menuju Kemenkeu Government 4.0”

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Kontak
Jl. Kapt. A. Rivai No. 4 Gedung Keuangan Negara Lt.1-2 Blok C Palembang - 30129
(0711) 352574
(0711) 350801
kpknlpalembang@kemenkeu.go.id
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |