"Dari Barang Rampasan ke Nilai Kemanfaatan: Sinergi Kejaksaan dan KPKNL Medan di Perairan Belawan”
Zainal Aulia
Selasa, 15 September 2026 |
69 kali
Medan
– Sinergi antara Kejaksaan Negeri Belawan dan KPKNL Medan kembali dilakukan dalam rangka
mengoptimalkan pengelolaan barang rampasan negara.
Kejaksaan Negeri Belawan mengajukan
permintaan taksasi harga sejumlah barang rampasan negara kepada KPKNL Medan
melalui surat Kepala Kejaksaan Negeri Belawan tanggal 21 Agustus 2026. Barang
rampasan tersebut berasal dari lima perkara yang telah berkekuatan hukum tetap.
Barang yang diajukan untuk dinilai sebagian besar berkaitan
dengan aktivitas pelayaran dan perikanan. Objek penilaian berupa lima unit
kapal beserta perangkat navigasi seperti GPS, kompas dan echo sounder,
peralatan komunikasi, dan perlengkapan pendukung pelayaran lainnya.
Objek
penilaian tersebut berada di Ditpolairud dan Gudang Bengkel Gabion Belawan
dan selanjutnya akan diproses sesuai ketentuan.
Penilaian
ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrative, di balik angka yang dihasilkan, terdapat upaya untuk memastikan aset
negara diperlakukan secara objektif, profesional, dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Untuk
memperoleh gambaran yang utuh, Tim Penilai Pemerintah KPKNL Medan turun
langsung ke lapangan melaksanakan survei selama empat hari, 8–11 September 2026,
terhadap lima unit alat angkutan apung bermotor yang berada dalam penguasaan
Kejaksaan Negeri Belawan.
Survei
lapangan menjadi bagian penting dalam proses penilaian. Kondisi fisik,
kelengkapan, spesifikasi teknis, hingga tingkat kerusakan agara nilai
dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi objek penilaian.
Kapal
atas nama terpidana AR terlihat
dalam kondisi hampir tenggelam. Lambung kayu telah lapuk, rangka besi berkarat,
dan sebagian badan kapal tampak terendam air.
Kapal
atas nama terpidana RHN
dkk. juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Bagian dek telah
dipenuhi sampah dan serpihan kayu, sementara beberapa bagian lambung mengalami
pelapukan.
Pada
kapal atas nama terpidana RA,
kondisi rusak berat. Kapal tampak miring dengan sebagian lambung mulai
terendam, sementara struktur kayunya telah banyak mengalami kerusakan.
Di
sisi lain, KM. SLFA 5335
GT 68,83 atas nama terpidana AMO masih terlihat relatif utuh. Namun,
bagian ruang kemudi dan sejumlah perlengkapannya menunjukkan penurunan kondisi.
Sementara
KM. PKFA 4790 GT 55,02
atas nama terpidana MMWT
masih memperlihatkan struktur utama yang cukup jelas, meskipun terdapat
tanda-tanda pelapukan pada bagian dek dan lambung.
Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan satu hal penting: nilai sebuah aset tidak hanya
ditentukan oleh bentuk dan ukurannya, tetapi juga oleh kondisi nyata yang
dimilikinya saat dinilai.
Hasil
survei kemudian menjadi bagian dari proses Tim Penilai Pemerintah dalam menentukan
Nilai Wajar
masing-masing objek. Pada akhirnya, proses ini bukan semata-mata tentang
menghasilkan sebuah angka.
Di balik setiap nilai yang
ditetapkan, terdapat tanggung jawab untuk memastikan bahwa aset negara dapat
dikelola secara tepat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara.
Barang
yang sebelumnya menjadi bagian dari suatu perkara, setelah proses hukumnya
selesai, tidak berhenti sebagai aset yang tersimpan dan terus mengalami
penurunan kondisi. Melalui proses pengelolaan yang tepat, barang tersebut dapat
dioptimalkan melalui mekanisme yang sesuai, transparan dan akuntabel.
Penyelesaian
barang rampasan negara membutuhkan komitmen bersama berbagai pihak. Kejaksaan
memastikan proses hukum dan eksekusi berjalan sesuai ketentuan, sementara KPKNL
Medan memberikan dukungan penilaian untuk memastikan nilai aset ditetapkan
secara profesional dan objektif.
Sinergi
ini menjadi gambaran nyata bahwa penegakan
hukum dan pengelolaan kekayaan negara merupakan dua proses yang saling
melengkapi.
Ketika
proses hukum telah menghasilkan aset bagi negara, langkah selanjutnya
memastikan aset tersebut tidak berhenti sebagai angka, tetapi dapat dikelola
dan dioptimalkan hingga berkontribusi nyata.
Lima kapal, lima kondisi, dan satu tujuan: penilaian bukan sekadar tentang menentukan nilai, tetapi tentang memastikan barang rampasan negara dapat kembali memberi manfaat optimal bagi negara.
Foto Terkait Berita