Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Medan
Bintal (Pembinaan Mental) "Perbaikan Layanan" dan Horas Mejuah-Juah Edisi ke-25 2024 "Sisi Laen Horas Mejuah-Juah"

Bintal (Pembinaan Mental) "Perbaikan Layanan" dan Horas Mejuah-Juah Edisi ke-25 2024 "Sisi Laen Horas Mejuah-Juah"

Agung Prasetya
Rabu, 28 Agustus 2024 |   545 kali

Pada Senin lalu (26/08), Seluruh pegawai/pejabat hingga PPNPN di lingkungan KPKNL Medan selenggarakan dua agenda yakni Bintal (Pembinaan Mental) Perbaikan Layanan oleh Agus Budianta selaku Kepala Kantor terkait Peningkatan Pelayanan, dilanjutkan dengan agenda Horas Mejuah-juah terkait Sisi Laen Sapaan Salam Horas Mejuah-juah oleh Harmain Fadly, bertempat di ruang rapat KPKNL Medan.

Mengawali penjelasannya terkait Perbaikan Layanan, Kepala KPKNL Medan menganalogikan bahwa kepemimpinan suatu organisasi itu seharusnya seperti cara kerja kereta api shinkanzen. Dulu, gerbong kereta api ditarik oleh lokomotif yang berada di depan, sehingga kecepatannya sangat tergantung dengan lokomotifnya. Kereta Shinkansen bisa mempunyai kecepatan 2 hingga 3 kali lebih cepat dibandingkan kereta api cepat lainnya karena di lokomotifnya ada di setiap gerbong. Hal ini bermakna bahwa setiap kepala seksi/subbag/koordinator merupakan “lokomotif” di setiap layanan, karena itu wajib memberdayakan setiap anggota timnya dan menjadi lokomotif yang mampu menggerakan lebih cepat  di masing-masing tugas dan layanannya. Dengan metode dan mindset seperti ini, maka kecepatan kerja akan semakin meningkat dan layanan semakin baik.

Selanjutnya, guna mencapai target dibutuhkan strategi hingga cara yang tepat mengeksekusinya dan guna mendukung keberhasilan kinerja, perlu membangun Jejaring Personal, Jejaring Operasional, & Jejaring Strategis. Dalam prosesnya juga diperlukan kerja sama efektif antarlembaga atau instansi dengan memperhatikan Kepemimpinan, Komunikasi, Kepercayaan, Komitmen.

Selain itu, organisasi juga dituntut oleh dinamika global melalui transformasi digital yang terdiri dari Engaging Customer, Empowering Employee, Optimizing Operations, & Transforming Product. Untuk itu, seluruh pegawai/pejabat didorong untuk menguatkan upaya keberlangsungan ZI WBK-WBBM melalui komitmen, pola pikir, dan budaya kerja, penguatan layanan unggulan, penguatan pengawasan, penguatan sarana prasarana, dan mengembangkan inovasi.

Setelah selesai agenda Pembinaan Mental (Bintal), acara beralih pada presentasi oleh Harmain Fadly dalam bingkai agenda Horas Mejuah-juah edisi ke-25 mengusung tema "Sisi Laen Horas Mejuah-juah". Pria yang juga merupakan seorang Penilai Pemerintah itu menjelaskan bahwa Horas, sudah menjadi semacam ucapan salam yang membawa makna kehangatan dan keakraban bagi mereka yang saling bertemu. Horas bisa diartikan sebagai sebuah harapan, Horas juga bisa diartikan sebagai ucapan pada suatu momen perpisahan dan Horas juga bisa dimaknai ungkapan kebahagiaan. Horas yang berarti ucapan seperti “salam”, “selamat pagi”, penekanan dalam penyebutannya terletak pada huruf “o”. Bunyi vokal huruf “o” ini harus diucapkan lebih tinggi dibandingkan huruf vokal lainnya yakni “a”. Jika, penekanan dalam penyebutannya pada huruf vokal “a”, maka maknanya akan berbeda lagi yakni Horas mengartikan sebagai sebuah harapan atau permohonan. Orang Batak Toba memaknai pencapaian hidup bermuara pada tiga nilai yakni Hamoraon berarti memiliki kekayaan, Hagabeon merupakan nilai tertinggi, dan Hasangapon berarti kemuliaan, kewibawaan dan kehormatan. Sedangkan Mejuah-juah adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Batak Karo yang berartimujur, sejahtera, kesehatan, kelengkapan, dan digunakan pula sebagai pengganti kata halo dan selamat tinggal. Kata ini merupakan salam khas masyarakat Batak Karo dari Sumatera Utara

Pada kesempatan yang sama, pria yang akrab disapa Armen itu pun menjelaskan sejarah singkat terkait Kota Medan. Para peserta juga diperlihatkan foto-foto tempat/bangunan di sekitar Medan tempo dulu hingga tempat wisata yang kekinian. Selain itu, dirinya juga membagikan berbagai informasi wisata kuliner yang dapat dijadikan referensi bagi para peserta Horas Mejuah-juah. Penjelasannya ditutup dengan kata-kata mutiara di antaranya "Jika anda hanya ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian, tetapi jika Anda ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama" dan "Orang-orang yang mencintai Anda tidak akan pernah meninggalkan Anda. Bahkan jika ada 100 alasan untuk menyerah, mereka akan menemukan satu alasan untuk bertahan".

Foto Terkait Berita

Floating Icon