Bintal (Pembinaan Mental) "Perbaikan Layanan" dan Horas Mejuah-Juah Edisi ke-25 2024 "Sisi Laen Horas Mejuah-Juah"
Agung Prasetya
Rabu, 28 Agustus 2024 |
545 kali
Pada Senin lalu (26/08), Seluruh
pegawai/pejabat hingga PPNPN di lingkungan KPKNL Medan selenggarakan dua agenda
yakni Bintal (Pembinaan Mental) Perbaikan Layanan oleh Agus Budianta selaku
Kepala Kantor terkait Peningkatan Pelayanan, dilanjutkan dengan agenda Horas
Mejuah-juah terkait Sisi Laen Sapaan Salam Horas Mejuah-juah oleh Harmain
Fadly, bertempat di ruang rapat KPKNL Medan.
Mengawali penjelasannya terkait Perbaikan Layanan, Kepala KPKNL Medan menganalogikan bahwa kepemimpinan suatu organisasi itu seharusnya seperti cara kerja kereta api shinkanzen. Dulu, gerbong kereta api ditarik oleh lokomotif yang berada di depan, sehingga kecepatannya sangat tergantung dengan lokomotifnya. Kereta Shinkansen bisa mempunyai kecepatan 2 hingga 3 kali lebih cepat dibandingkan kereta api cepat lainnya karena di lokomotifnya ada di setiap gerbong. Hal ini bermakna bahwa setiap kepala seksi/subbag/koordinator merupakan “lokomotif” di setiap layanan, karena itu wajib memberdayakan setiap anggota timnya dan menjadi lokomotif yang mampu menggerakan lebih cepat di masing-masing tugas dan layanannya. Dengan metode dan mindset seperti ini, maka kecepatan kerja akan semakin meningkat dan layanan semakin baik.
Selanjutnya, guna mencapai target dibutuhkan
strategi hingga cara yang tepat mengeksekusinya dan guna mendukung keberhasilan
kinerja, perlu membangun Jejaring Personal, Jejaring Operasional, &
Jejaring Strategis. Dalam prosesnya juga diperlukan kerja sama efektif
antarlembaga atau instansi dengan memperhatikan Kepemimpinan, Komunikasi,
Kepercayaan, Komitmen.
Selain itu, organisasi juga dituntut oleh dinamika
global melalui transformasi digital yang terdiri dari Engaging Customer, Empowering
Employee, Optimizing Operations,
& Transforming Product. Untuk
itu, seluruh pegawai/pejabat didorong untuk menguatkan upaya keberlangsungan ZI
WBK-WBBM melalui komitmen, pola pikir, dan budaya kerja, penguatan layanan
unggulan, penguatan pengawasan, penguatan sarana prasarana, dan mengembangkan
inovasi.
Setelah selesai agenda Pembinaan Mental
(Bintal), acara beralih pada presentasi oleh Harmain Fadly dalam bingkai agenda
Horas Mejuah-juah edisi ke-25 mengusung tema "Sisi Laen Horas
Mejuah-juah". Pria yang juga merupakan seorang Penilai Pemerintah itu
menjelaskan bahwa Horas, sudah menjadi semacam ucapan salam yang membawa makna
kehangatan dan keakraban bagi mereka yang saling bertemu. Horas bisa diartikan
sebagai sebuah harapan, Horas juga bisa diartikan sebagai ucapan pada suatu
momen perpisahan dan Horas juga bisa dimaknai ungkapan kebahagiaan. Horas yang
berarti ucapan seperti “salam”, “selamat pagi”, penekanan dalam penyebutannya
terletak pada huruf “o”. Bunyi vokal huruf “o” ini harus diucapkan lebih tinggi
dibandingkan huruf vokal lainnya yakni “a”. Jika, penekanan dalam penyebutannya
pada huruf vokal “a”, maka maknanya akan berbeda lagi yakni Horas mengartikan
sebagai sebuah harapan atau permohonan. Orang Batak Toba memaknai pencapaian
hidup bermuara pada tiga nilai yakni Hamoraon berarti memiliki kekayaan,
Hagabeon merupakan nilai tertinggi, dan Hasangapon berarti kemuliaan,
kewibawaan dan kehormatan. Sedangkan Mejuah-juah adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa
Batak Karo yang berartimujur, sejahtera, kesehatan,
kelengkapan, dan digunakan pula sebagai pengganti kata halo dan selamat
tinggal. Kata ini merupakan salam khas masyarakat Batak Karo
dari Sumatera
Utara.
Pada kesempatan yang sama, pria yang akrab
disapa Armen itu pun menjelaskan sejarah singkat terkait Kota Medan. Para
peserta juga diperlihatkan foto-foto tempat/bangunan di sekitar Medan tempo
dulu hingga tempat wisata yang kekinian. Selain itu, dirinya juga membagikan
berbagai informasi wisata kuliner yang dapat dijadikan referensi bagi para
peserta Horas Mejuah-juah. Penjelasannya ditutup dengan kata-kata mutiara di antaranya
"Jika anda hanya ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian, tetapi jika
Anda ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama" dan "Orang-orang yang
mencintai Anda tidak akan pernah meninggalkan Anda. Bahkan jika ada 100 alasan
untuk menyerah, mereka akan menemukan satu alasan untuk bertahan".
Foto Terkait Berita