Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Medan
"Black Myth: Wukong (BMW) : Menghidupkan Ekonomi, Mitologi dan Filosofi dalam Dunia Game"

"Black Myth: Wukong (BMW) : Menghidupkan Ekonomi, Mitologi dan Filosofi dalam Dunia Game"

Elit Perdana Praptono
Jum'at, 11 Oktober 2024 |   3410 kali

Dalam dunia game yang terus berkembang, jarang sekali ada permainan offline yang menggabungkan cerita mendalam, filosofi budaya, dan visual yang memukau secara bersamaan. Namun, "Black Myth: Wukong”, sebuah game buatan Game Science Studio dari Tiongkok, berhasil mencapai hal itu. Dengan mengangkat mitologi klasik Cina, kisah Sun Wukong dari Journey to the West, game ini tidak hanya menjadi salah satu game tersukses secara komersial, tetapi juga menawarkan pengalaman bermain yang penuh makna. Dalam artikel ini, kita akan membahas perjalanan di balik game ini, cerita mitologinya, dampak ekonomi negara cina, serta pesan moral yang terkandung di dalamnya.

 

Game Science Studio (GSS) penggarap game "Black Myth: Wukong" adalah perusahaan independent yang kecil, apabila dibandingkan dengan perusahaan seperti Tencent atau NetEase. Namun produk game "Black Myth: Wukong" yang dikembangkan oleh Game Science Studio tidak dapat dikategorikan produk UMKM dari Cina. Ada beberapa alasan kenapa game tersebut bukan produk UMKM dari Cina adalah mengenai skala proyek, jumlah/biaya tenaga kerja, penggunaan teknologi.

 

Game "Black Myth: Wukong" mempunyai kualitas visual yang sangat tinggi, sebanding dengan game-game seperti Red Death Redemption 3, Cyberpunk dan The Witcher. Sebagai perbandingan, game AAA dari studio besar sering memiliki anggaran antara $50 juta hingga $100 juta atau lebih, termasuk biaya pengembangan dan pemasaran. Meskipun Game Science adalah studio yang lebih kecil daripada perusahaan besar seperti Rockstar atau CD Projekt, ambisi dan kualitas "Black Myth: Wukong" bisa menempatkan anggarannya di kisaran tersebut atau sedikit di bawahnya. Dalam tiga hari setelah dirilis, game ini terjual lebih dari 10 juta kopi dan menghasilkan $852 juta dalam dua minggu. Ini menjadikannya salah satu game dengan penjualan tercepat dalam sejarah, hanya tertinggal dari raksasa industri seperti Call of Duty dan Grand Theft Auto.

 

Modal yang digunakan untuk membuat Game "Black Myth: Wukong" sangat besar, jadi ada beberapa spekulasi dan kemungkinan siapa pemodal utama Game Science Studio dalam menggarap proyek ambisius berdasarkan pola industri game di Tiongkok :

 

1.  Investor Pribadi: Banyak studio independen di Cina mendapatkan dukungan dari investor pribadi yang tertarik dengan pertumbuhan industri game. Bisa jadi Game Science telah mendapatkan suntikan modal dari individu atau grup yang percaya pada potensi besar game ini di pasar global.

 

2.   Perusahaan Teknologi: Di China, perusahaan besar seperti Tencent dan NetEase sering kali berinvestasi atau bermitra dengan studio game yang menjanjikan. Meskipun belum ada konfirmasi bahwa Game Science menerima dukungan langsung dari perusahaan-perusahaan ini, tidak tertutup kemungkinan bahwa salah satu dari mereka menjadi pemodal atau mitra strategis di balik proyek ini, mengingat skala dan ambisi "Black Myth: Wukong."

 

3.   Pendanaan Mandiri: Ada kemungkinan juga bahwa Game Science, setelah kesuksesan game sebelumnya seperti "Art of War: Red Tides," mampu mengumpulkan dana yang cukup secara mandiri untuk memulai pengembangan "Black Myth: Wukong." Pendapatan dari game sebelumnya bisa menjadi modal awal untuk membiayai proyek ambisius ini.

 

4.   Dukungan Pemerintah atau Subsidi: Mengingat pemerintah Cina semakin mendorong perkembangan industri teknologi dan hiburan, ada kemungkinan bahwa studio ini mendapatkan semacam subsidi atau dukungan pemerintah untuk pengembangan game, meskipun ini lebih spekulatif.

 

Pemerintah Tiongkok memiliki peran penting dalam mendukung industri game, termasuk proyek ambisius seperti "Black Myth: Wukong”. Meskipun tidak ada informasi resmi yang menunjukkan keterlibatan langsung pemerintah dalam mendanai atau mempromosikan game ini, ada beberapa cara di mana kebijakan dan dukungan pemerintah telah menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan game, melalui dukungan Kebijakan untuk Industri Game, Dukungan terhadap Intellectual Property Lokal dan Budaya Tiongkok, Ekspansi Pasar Internasional, Pengembangan Infrastruktur Teknologi, Pameran dan Promosi di Event Nasional, serta Dukungan untuk Pengembangan Talenta.

 

 

From Dream to Reality – From Scrap to Masterpiece :

 

Feng Ji, pendiri dan CEO Game Science, memiliki visi yang luar biasa: menciptakan game kelas dunia dengan akar budaya Cina. Visi ini tidak datang dengan mudah. Feng Ji memulai perjalanannya sebagai seorang pecandu game, hidup di warnet dan berjuang untuk membiayai hobinya. Ketika ia terjun ke industri game dengan bekerja di Tencent, ia memimpin pengembangan Game "Asura," game pertama yang mengangkat tema Monkey King atau Sun Wukong. Namun, ketika prioritas berubah dari kesenangan bermain menjadi keuntungan, Feng Ji merasa kecewa. Ia percaya bahwa game harus selalu mengutamakan kesenangan pemain.

 

Pada tahun 2014, Feng Ji memutuskan untuk memulai perusahaannya sendiri bersama tujuh koleganya dan membentuk Game Science. Setelah beberapa kegagalan dalam pengembangan game mobile, Feng Ji tetap teguh pada impiannya untuk membuat game single-player kelas dunia. Pada 2018, Feng Ji dan timnya memutuskan untuk mulai mengembangkan "Black Myth: Wukong," proyek besar yang akan menjadi game AAA pertama Cina. Dengan dana awal $70 juta, termasuk dukungan dari investor dan rekan Feng, Daniel Wu, tim ini bekerja tanpa penghasilan selama bertahun-tahun. Pengembangan berjalan penuh tantangan, dari kekurangan tenaga ahli hingga sulitnya beradaptasi dengan teknologi baru seperti Unreal Engine. Namun, kerja keras mereka terbayar ketika pada tahun 2020, trailer gameplay pertama mereka dirilis dan langsung viral. Video tersebut mendapatkan jutaan penonton dan menarik perhatian global. Dengan momentum tersebut, Game Science memperbesar tim mereka dan melanjutkan pengembangan penuh untuk "Black Myth: Wukong."

 

Mitologi yang Membentuk Cerita

 

"Black Myth: Wukong" mengambil inspirasi dari kisah klasik Journey to the West, yang menceritakan petualangan Sun Wukong. Dalam game ini, cerita dimulai setelah Sun Wukong berhasil mendapatkan gelar “Buddha Pejuang Pemenang” di akhir petualangannya. Namun, Wukong memutuskan untuk meninggalkan posisinya dan kembali ke Gunung Bunga Buah. Keputusan ini memicu kemarahan dari pengadilan langit, yang akhirnya mengirimkan Erlang Shen dan pasukannya untuk menundukkan Wukong, yang berakhir dengan kekalahannya.

 

Pemain berperan sebagai salah satu dari banyak monyet yang mencoba membangkitkan kembali Sun Wukong. Dalam perjalanan ini, mereka harus mengalahkan berbagai monster dari Journey to the West, memasuki ingatan Wukong, dan akhirnya menjadi Sun Wukong yang baru. Mitologi ini tidak hanya menawarkan aksi petualangan yang epik, tetapi juga mendalami tema-tema filosofis yang kuat.

 

Pesan Moral dalam Game: Ajaran Buddhisme di Balik Petualangan

 

Salah satu elemen paling menarik dari "Black Myth: Wukong" adalah bagaimana game ini terhubung dengan filosofi Buddha. Pemain dihadapkan pada konsep-konsep seperti "Enam Akar," yang diambil dari ajaran Buddha tentang enam indera: mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran. Setiap bab dalam game ini menghadirkan tantangan yang mewakili salah satu dari enam akar ini, di mana pemain harus menghadapi keterikatan pada pengalaman sensorik seperti kegembiraan, kemarahan, cinta, dan kesedihan.

 

Selain itu, ada quest tersembunyi yang mengharuskan pemain mengumpulkan "Lima Agregat," yang juga merupakan konsep penting dalam ajaran Buddha, merujuk pada lima kategori pengalaman manusia: bentuk, perasaan, persepsi, dorongan, dan kesadaran. Hal ini menunjukkan bahwa game ini tidak hanya sekadar petualangan, tetapi juga mengajak pemain untuk merenungkan aspek-aspek kehidupan dan filosofi yang lebih dalam.

 

Salah satu pelajaran yang dihadirkan oleh game ini adalah konsep kelahiran kembali dan karma. Setelah mengalahkan bos terakhir, pemain diberi pilihan untuk memulai kembali permainan, mencerminkan siklus kehidupan yang tidak pernah berakhir, sebuah tema sentral dalam ajaran Buddha tentang kehidupan dan penderitaan.

 

Dampak Ekonomi Cina Akibat Game Black Myth: Wukong

 

Rilis dan kesuksesan besar Black Myth: Wukong bukan hanya kemenangan di dunia hiburan, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Cina. Game ini menjadi simbol penting dari kebangkitan industri game Tiongkok yang semakin bersaing di pasar global. Berikut adalah beberapa aspek dampak ekonomi yang dihasilkan oleh kesuksesan game ini:

 

1.                          Mendorong Pertumbuhan Industri Game AAA di Cina

Black Myth: Wukong adalah game AAA pertama yang diproduksi sepenuhnya oleh studio game Cina, Game Science. Dengan anggaran besar $70 juta dan teknologi mutakhir, game ini menunjukkan bahwa Cina mampu menghasilkan produk yang sebanding dengan standar internasional. Kesuksesannya, yang terjual lebih dari 10 juta kopi dalam tiga hari pertama dan menghasilkan $852 juta dalam dua minggu, memperkuat posisi Cina di pasar game global.

 

Dampak langsungnya adalah peningkatan investasi dalam pengembangan game AAA di Cina. Kesuksesan Black Myth: Wukong menarik perhatian investor lokal dan internasional untuk menanamkan modal lebih besar di studio-studio game Cina. Dengan meningkatnya minat dan investasi, industri game di Cina diperkirakan akan mengalami percepatan dalam beberapa tahun mendatang, baik dari sisi produksi, teknologi, maupun tenaga kerja.

 

2. Pembukaan Lapangan Kerja dan Peningkatan Keahlian Teknologi

Pengembangan Black Myth: Wukong melibatkan ratusan tenaga ahli, mulai dari desainer game, pengembang perangkat lunak, hingga ahli budaya dan mitologi. Game ini telah membantu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan permintaan untuk tenaga kerja terampil di bidang teknologi, desain, dan animasi. Pertumbuhan tim Game Science, yang awalnya hanya beranggotakan 7 orang menjadi 140 orang setelah peluncuran trailer pada 2020, adalah contoh konkret dari peningkatan ini.

 

Selain itu, kesuksesan Black Myth: Wukong juga mendorong pengembangan keahlian di bidang teknologi tinggi seperti Unreal Engine dan teknologi visual 3D, yang akan berdampak pada kualitas game-game buatan Cina di masa depan. Hal ini juga dapat mendorong transfer teknologi dan inovasi yang lebih besar di sektor teknologi digital Cina secara keseluruhan.

 

3. Dampak pada Ekspor Produk Budaya

Black Myth: Wukong juga berdampak besar pada peningkatan ekspor produk budaya Cina. Game ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memperkenalkan budaya Cina melalui kisah klasik Journey to the West dan filosofi Buddha kepada audiens global. Sebagai game yang sangat terinspirasi oleh mitologi dan sejarah China, Black Myth: Wukong berhasil menjadi alat soft power yang kuat bagi Cina untuk memperkenalkan kebudayaan mereka ke seluruh dunia.

 

Dengan meningkatnya minat terhadap budaya Cina melalui media seperti game, film, dan serial TV, ini dapat membuka pintu bagi lebih banyak produk budaya Cina untuk diekspor dan diterima oleh pasar global, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan negara dari sektor ekonomi kreatif.

 

4. Meningkatkan Reputasi dan Daya Saing di Pasar Global

Kesuksesan Black Myth: Wukong mengubah persepsi dunia tentang industri game Cina. Sebelumnya, industri game Cina lebih dikenal melalui game mobile dan model monetisasi in-app purchases. Namun, dengan munculnya Black Myth: Wukong, dunia melihat bahwa Cina mampu menghasilkan game premium dengan kualitas setara game AAA dari Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.

 

Peningkatan reputasi ini akan berdampak pada daya saing industri game Cina di pasar global. Studio-studio game lain di Cina kini memiliki contoh nyata bahwa mereka bisa bersaing dengan para raksasa industri seperti Ubisoft, Rockstar Games, dan Activision Blizzard. Hal ini dapat memicu munculnya lebih banyak proyek ambisius dari Cina, memperkuat posisi negara ini sebagai salah satu pusat kekuatan game global.

 

5. Peningkatan Pendapatan Pajak dan Kontribusi pada PDB

Dengan kesuksesan penjualan game Black Myth: Wukong baik di pasar domestik maupun internasional, pendapatan besar yang dihasilkan tidak hanya dinikmati oleh Game Science, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan pajak negara. Dalam beberapa tahun ke depan, industri game diproyeksikan akan berkontribusi lebih besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Cina, yang pada akhirnya membantu memperkuat perekonomian nasional.

 

Selain itu, dengan semakin berkembangnya ekosistem industri game di Cina, mulai dari produksi, distribusi, hingga infrastruktur teknologi, sektor ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di bidang teknologi dan ekonomi digital.

 

6. Pengaruh pada Industri Pariwisata dan Budaya

Seiring dengan meningkatnya minat terhadap Journey to the West dan cerita-cerita rakyat Cina lainnya melalui Black Myth: Wukong, sektor pariwisata dan budaya Cina juga dapat mengalami peningkatan. Pemain dari seluruh dunia yang tertarik dengan cerita Sun Wukong dan elemen-elemen mitologis lainnya mungkin akan tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat budaya yang terkait dengan cerita ini, seperti situs-situs sejarah, kuil, dan museum yang menampilkan artefak dan cerita rakyat Cina.

Dampaknya, sektor pariwisata budaya akan memperoleh keuntungan dari meningkatnya kunjungan wisatawan yang tertarik dengan cerita-cerita tradisional Cina. Ini dapat memberikan dampak positif tambahan bagi ekonomi lokal di kawasan-kawasan budaya tertentu di Cina.

 

 

Pasar permainan video Tiongkok tumbuh lebih dari 15 persen tahun ke tahun pada bulan Agustus. Pasar menghasilkan pendapatan sebesar 33,64 miliar yuan (US$4,8 miliar) pada bulan Agustus, naik 21 persen dari bulan sebelumnya, sebagian besar berkat Black Myth: Wukong , yang dirilis pada tanggal 20 Agustus, menurut laporan yang diterbitkan oleh Komite Penerbitan Game dari Asosiasi Penerbitan Audio-Video dan Digital Tiongkok.

 

Hingga saat ini, game tersebut telah terjual lebih dari 20 juta kopi secara global melalui platform distribusi game Steam, menghasilkan pendapatan kotor lebih dari US$961 juta, menurut data yang dikumpulkan oleh peneliti pasar game Video Game Insights.

 

Kesimpulan: Perjalanan, Pembelajaran, Ekonomi dan Filosofi

 

"Black Myth: Wukong" bukan sekadar game aksi dengan visual yang memukau, melainkan sebuah karya seni yang menyatukan mitologi Cina, ajaran filosofis Buddha, dan teknologi modern. Perjalanan Feng Ji dan Game Science dalam mengembangkan game ini adalah bukti kekuatan impian dan semangat pantang menyerah. Game ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengajak pemain untuk merenungkan nilai-nilai kehidupan melalui lensa petualangan Sun Wukong. Di dunia yang terus berubah, Black Myth: Wukong mengingatkan kita bahwa di balik setiap perjalanan epik, terdapat pelajaran moral yang mendalam.

 

Kesuksesan Black Myth: Wukong membawa dampak ekonomi yang luas bagi Cina. Tidak hanya meningkatkan reputasi industri game di negara ini, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor produk budaya, dan kontribusi terhadap PDB. Dengan semakin meningkatnya minat global terhadap game-game berkualitas tinggi dari Cina, Black Myth: Wukong menjadi tonggak penting dalam transformasi Cina menjadi kekuatan global di industri hiburan dan teknologi.

 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon