Mengenal Anatomi Dari Sebuah Permasalahan
Ahmad Taufiq
Senin, 12 Oktober 2026 |
26 kali
Manusia dalam menjalani perannya di berbagai aspek kehidupan, baik terkait dengan
pekerjaan, bisnis, pertemanan, percintaan, hubungan keluarga, dan banyak hal lainnya, pasti
pernah dihadapkan dengan sebuah masalah. Cara pandang individu dalam merespon masalah
tentu berbeda-beda tergantung dari pengalaman, faktor sosial, preferensi, kondisi fisik,
genetik, dan lain sebagainya. Untuk lebih memahami mengenai apa itu masalah dan
bagaimana cara yang tepat dalam menemukan solusinya, kita akan coba mengulik lebih dalam
tentang anatomi dari sebuah permasalahan.
Apa itu Masalah?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan. Sedangkan menurut Wikipedia, masalah adalah ketika kenyataan yang terjadi atau realitas, fakta tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga bila ditarik kesimpulan dari kedua pengertian tersebut bahwa masalah merupakan sebuah gap yang terjadi diantara kenyataan dan harapan yang harus segera diselesaikan.
Anatomi Permasalahan
Untuk memahami cara menyelesaikan permasalahan, kita harus terlebih dahulu mengenal anatomi dari masalah itu sendiri. Sebab, tanpa sudut pandang yang tepat, kita dapat terjebak pada sesat logika dan pola pikir sehingga berpotensi menemui kegagalan dalam merumuskan penyelesaian masalah.
Apakah kemacetan merupakan sebuah masalah? Mungkin banyak diantara kita akan langsung menjawab dengan lantang Ya, padahal sesungguhnya tergantung untuk siapa pertanyaan tersebut diajukan. Bagi para pengguna kendaraan baik pribadi maupun transportasi umum tentu kemacetan adalah sebuah masalah. Karena macet akan menghambat mereka dalam mencapai tempat tujuan yang diinginkan. Namun bagi para pedagang asongan, pengamen jalanan, manusia silver,serta profesi lain yang sejenis pasti akan menjawab Tidak, karena bagi mereka kemacetan akan membuat upaya yang dilakukan dalam tujuan untuk menghasilkan uang akan jauh lebih mudah. Disinilah letak pentingnya point of view dalam melihat sebuah permasalahan.
Menarik untuk ditelisik lebih jauh lagi mengenai anatomi masalah, yang secara garis besar terdiri dari tiga komponen utama didalamnya yaitu :
1. Realita,
Kondisi faktual yang mencerminkan situasi real time atau biasa dikenal dengan sebutan progress. Artinya sejauh mana anda telah melakukan sesuatu demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Hambatan,
Sebuah permasalahan atau kendala yang menghambat progress anda dalam mencapai tujuan
3. Tujuan,
Merupakan hasil yang ingin dicapai sejak langkah awal atas upaya/progress yang telah dilakukan.
Ketiga hal ini saling berkaitan dan tanpa adanya salah satu saja diantaranya maka tidak akan tercipta sebuah masalah. Sebagai contoh jika anda bepergian menggunakan motor tanpa adanya tempat yang dituju, katakanlah hanya ingin berjalan-jalan sore namun anda menemui jalan yang akan anda lewati ternyata ditutup karena sedang diperbaiki. Maka itu bukanlah sebuah masalah, sebab anda bisa berputar balik dan kembali. Bila dikaitkan dengan anatomi/komponen permasalahan sebelumnya, hal tersebut tidak memenuhi kriteria untuk menjadi sebuah masalah karena meskipun anda memiliki realita dan hambatan, (naik motor dan jalan ditutup) tetapi anda tidak punya tempat tujuan yang jelas.
Poin Penting dalam Merumuskan Solusi Permasalahan
1. Sudut Pandang
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa cara anda memandang sebuah masalah harus pada sudut pandang yang tepat. Sementara untuk dapat memiliki sudut pandang yang tepat, diperlukan posisi yang tepat. Maka dari itu anda harus bisa menempatkan diri anda pada posisi yang bisa menghasilkan sudut pandang yang objektif, dan hindarilah sejauh mungkin subjektifitas dalam melihat sebuah permasalahan.
2. Relevansi
Dalam konteks memecahkan sebuah masalah dan menemukan solusi, anda harus memastikan bahwa ketiga komponen anatomi (realita, hambatan, dan tujuan) berada dalam sebuah tarikan garislurussehingga tercipta sebuah relevansi antara komponen satu dengan komponen lainnya. Cukup sering ditemui, solusi yang diterapkan atas sebuah hambatan tidak kemudian membuat progress menjadi lebih dekat dengan tujuan, karena perumusan solusi yang tidak relevan. Pentingnya memastikan ketiga hal tersebut tersinkronisasi dengan baik adalah dapat meningkatkan kemampuan anda dalam melihat sebuah hambatan secara lebih proporsional.
3. Identifikasi Masalah
Kemampuan dalam menganalisa serta mengidentifikasi masalah merupakan hal yang krusial agarsolusi yang dihasilkan bisa tepatsasaran sehingga tujuan dapat tercapai. Dalam beberapa kasus terutama terkait dengan public policy, banyak kebijakan yang setelah diterapkan ternyata tidak efektif dan tidak berdampak signifikan pada masyarakat. Ini terjadi salah satunya karena kesalahan dalam melakukan identifikasi masalah.
Dengan penanganan yang tepat serta terukur, permasalahan yang rumit akan lebih mudah diuraikan serta ditemukan penyelesaiannya. Diluar itu, sinergi antar beberapa pihak yang berkepentingan juga turut menjadi faktor penting dalam menghasilkan solusi atas sebuah permasalahan.
Ditulis Oleh : Pranadhitya Putra Priambogo (Kepala Seksi Piutang Negara KPKNL Mamuju)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |