Peran Teknologi Informasi Untuk Kelancaran Pekerjaan
Arlianti Vita
Rabu, 22 Mei 2024 |
62071 kali
Teknologi
adalah suatu jaringan komputer yang terdiri atas berbagai komponen pemrosesan
informasi yang menggunakan berbagai jenis hardware, software, manajemen data,
dan teknologi jaringan informasi. Informasi adalah data yang terolah dan
sifatnya menjadi data lain yang bermanfaat dan biasa disebut informasi. Jadi,
yang dimaksud dengan teknologi informasi dapat diartikan sebagai suatu alat
atau perangkat tertentu yang bisa membantu manusia untuk mempermudah dalam
menyelesaikan tugas-tugas dalam pekerjaan, mengolah atau pesan untuk
disampaikan kepada objek yang menjadi tujuan.
Teknologi
informasi dan teknologi Komunikasi merupakan satu kesatuan yang tidak
terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang berkaitan
dengan pengolahan, pengelolaan, dan perpindahan informasi antar media. Kemajuan
teknologi informasi membuat manusia berhadapan dengan pihak lain seolah-olah
tidak lagi dibatasi oleh waktu dan tempat. Kapanpun dan dimanapun, manusia
dengan perangkat teknologi tersebut dapat menjalin hubungan, memperoleh
informasi, dan menyebarkan informasi kepada orang lain. Perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) memudahkan manusia untuk mengakses informasi
kapanpun dan dimanapun.
Teknologi informasi berperan penting
dalam dunia kerja modern, karena memungkinkan peningkatan efisiensi,
produktivitas, inovasi, komunikasi, kolaborasi, dan pelayanan pelanggan. Penggunaan TIK dapat
juga digunakan sebagai media pembelajaran yang inovatif, yang dapat merangsang
pikiran, perasaan, minat serta perhatian pembelajar sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Hal ini tidak terlepas dalam hal para pegawai
yang mengikuti pembelajaran, dapat mengikuti melalui e-learning yang membutuhkan
teknologi informasi, dalam hal ini menggunakan media online seperti internet
sebagai metode untuk memberikan interaksi dan kemudahan.
Teknologi
informasi (TI) diyakini memberikan manfaat bagi pekerjaan secara meluas ke segala
aspek aktivitas termasuk yang berhubungan dengan manajerial seperti proses
perencanaan, pengendalian informasi dan bahkan memasukkan teknologi ke dalam
isu-isu yang berhubungan dengan manajemen. Manfaat TI dapat berupa manfaat
kualitatif maupun manfaat kuantitatif, antara lain yaitu biaya operasional
lebih hemat dan analisis data lebih
cepat, penyajian laporan manajemen lebih baik, beberapa pekerjaan dapat
dilakukan individu yang sama, penghematan waktu, akses data tepat waktu, data
yang disajikan lebih akurat, dan perbaikan dalam pengambilan keputusan.
TI juga membantu pegawai untuk
melakukan tugas-tugas lebih cepat, mudah, dan baik, serta untuk belajar
keterampilan baru dan mengakses peluang baru. Namun, TI juga memiliki dampak
positif dan negatif bagi pegawai dan dunia kerja, seperti pendidikan, ekonomi,
sosial, budaya, politik dan kesehatan. TI dapat memberdayakan pegawai dengan memberikan mereka lebih
banyak fleksibilitas dan kontrol atas pekerjaan mereka, yang dapat meningkatkan
kinerja, kepuasan dan komitmen mereka, serta menciptakan lingkungan kerja yang
positif yang mendukung pembelajaran, inovasi, dapat mengurangi stres dan
tekanan serta meningkatkan produktivitas dan motivasi.
TI dapat mengurangi privasi dan
keamanan pegawai, karena data dan informasi mereka dapat disadap, diretas, atau
disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Jadi, penting untuk
melindungi data dan informasi pegawai dengan menggunakan enkripsi, sandi, dan
kebijakan yang sesuai, serta penting
untuk meningkatkan literasi dan kesadaran digital pegawai dengan memberikan
edukasi, bimbingan dan pengawasan yang memadai. Dengan demikian, teknologi yang
memiliki dampak positif dan negatif bagi pegawai dan dunia kerja. Oleh karena
itu, penting untuk menggunakan TIK dengan bijak, bertanggung jawab dan seimbang.
Dalam hal TIK, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
yang dalam hal ini dimotori oleh Direktorat Transpormasi dan Informasi, saat
ini antara lain sedang mengembangan Kebijakan TIK DJKN, antara lain yaitu:
1.
Keamanan Informasi, yang meliputi confidential, Integrity,
dan Availability.
2.
Modernisasi Informasi Jaringan.
3.
Aplikasi DJKN, yaitu: Modernisasi Pengelolaan BMN pada
SIMAN V2, Modernisasi Lelang, Modernisasi Pelayanan Penilaian.
DJKN juga sedang membangun Layanan Informasi Terintegrasi
Bagi DJKN, dengan tujuan utamanya menghasilkan nilai tambah bagi organisasi melalui
kepuasan dan loyalitas pelanggan/stakeholder yang lebih baik, manfaatnya
yaitu:
1.
Menangani pertanyaan, keluhan, maupun saran dari
stakeholder secara cepat dan efektif;
2.
Mempermudah kolaborasi antar unit;
3.
Mengelola informasi terkait stakeholder DJKN;
4. Personalisasi stakeholder yang dapat digunakan sebagai
dasar untuk melakukan komunikasi publik/promosi layanan secara tepat sasaran;
5.
Melakukan antisipasi dan mitigasi risiko dalam
menghadapi tren peningkatan permohonan informasi dari stakeholder;
6.
Menjadi salah satu sumber dalam menilai kualitas
layanan DJKN serta mencari solusi guna meningkatkannya sesuai dengan perspektif
atau kebutuhan dari stakeholder;
7.
Membantu mengambil keputusan/kebijakan strategis
berdasarkan analisis data/data mining dari CRM.
Kondisi ideal yang
diperlukan untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut antara lain, yaitu tersedianya
Personal Computer (PC) dan laptop yang dapat memenuhi kebutuhan dan
sesuai dengan standarisasi dengan Kementerian Keuangan (Core i7, untuk Laptop
ukuran minimal 15 inch), Ruangan Contact Center yang sesuai dengan
standar yang berlaku umum (tersedia meja, kursi, headset, cermin, lantai
berkarpet, ruangan kedap suara, spesifikasi ukuran yang memadai, dll) dan didukung
oleh sistem TIK yang dapat terintegrasi dengan layanan informasi pada kantor
vertikal (Tersedianya Aplikasi DJKN yang dapat tersambung dengan CRM Deskpro
Halo DJKN). Kedepannya, Pengguna layanan/stakeholder dapat menghubungi
kanal Kemenkeu PRIME dan akan diproses oleh sistem, sehingga langsung
terdistribusi ke agen Unit Eselon I Kemenkeu.
Jadi, kemajuan
TIK seperti komputer akses internet dan perangkat lainya memberikan manfaat
yang sangat besar dalam kelangsungan hidup manusia dalam pribadi maupun
mendukung pekerjaannya dan organisasi. TIK dapat memberikan kemudahan dalam
berbagai aspek kehidupan. Salah satu bidang kehidupan yang memiliki hubungan
erat dengan pemanfaatan teknologi informasi adalah dunia kerja sehingga kinerja
menjadi lebih meningkat. Penggunaan TI dalam pekerjaan menjadi efektif.
Secara keseluruhan, TIK memiliki banyak fungsi dan kegunaan
yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas
hidup dalam berbagai bidang. Namun, penting untuk diingat bahwa selain manfaat
TIK yang beragam, jika penggunaannya tidak bijak dapat menyebabkan masalah
kesehatan mental, privasi, dan keamanan.
Dapat
disimpulkan bahwa penggunaan TIK banyak memberikan manfaat buat kita, terutama
dalam membantu kelancaran pekerjaan, karena dewasa ini, kemampuan dalam
penggunaan teknologi informasi sudah menjadi hal yang sangat vital sekali,
apalagi sekarang ini instansi-instansi pemerintah maupun perusahaan-perusahaan
sangat membutuhkan sekali orang yang berkompeten di bidang teknologi informasi.
Sumber:
https://ejournal.upi.edu/index.php/IJPE/article/view/15100#:~:text=Penggunaan
TIK sebagai media pembelajaran,pembelajaran dapat berjalajan dengan baik
https://diskominfo.kaltimprov.go.id/teknologi/dua-sisi-dampak-teknologi-informasi-di-dunia-kerja
https://www.liputan6.com/hot/read/5187393/12-manfaat-tik-di-berbagai-bidang-pahami-kelebihan-dan-kekurangnnya?page=2#google_vignette
https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/9702/2/T1_162010002_BAB
II.pdf
bahan ajar PJJ Pengelolaan TIK bagi Penjabat
Pengelola TIK DJKN
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel