Implementasi SIMAN dalam Rekonsiliasi BMN
N/A
Kamis, 21 Januari 2016 |
878 kali
Kendari - Memasuki awal tahun 2015 bertempat di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang KPKNL Kendari berlangsung Rekonsiliasi Barang Milik Negara (BMN) semester kedua tahun 2015. Ada beberapa hal yang berbeda pada rekonsiliasi BMN kali ini karena pada rekonsiliasi BMN semester ke dua kali ini untuk pertama kalinya digunakan Aplikasi SIMAN dalam rangka menyempurnakan aplikasi sebelumnya yaitu MODUL KN.
Menurut Khusnul Arifin, selaku Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara lambatnya koneksi Internet adalah kendala utama proses rekonsiliasi BMN kali ini sehingga menyebabkan lambatnya proses rekonsiliasi terutama bagi satker yang berada di wilayah kepulauan. Di samping itu walaupun sudah dilakukan sosialisasi ternyata Operator SIMAN setiap satker masih belum sepenuhnya memahami aplikasi. Ditambah lagi dengan seringnya pergantian operator satker pada satker Dekon/TP. Hal ini berakibat menumpuknya satker di ruann Konsultasi KPKNL Kendari.
Lambatnya proses rekonsiliasi BMN ini disiasati oleh pria asal Jember Jawa Timur yang sudah memasuki tahun ke tiga bertugas di KPKNL Kendari tersebut dengan membuka layanan di hari libur. Hal ini disambut dengan baik oleh satker maupun pegawai KPKNL Kendari sendiri, bahkan Arif Rochman selaku Kepala KPKNL Kendari untuk sementara meniadakan kegiatan olahraga yang secara rutin dilakukan setiap hari Jumat agar seluruh petugas rekon yang dimiliki KPKNL Kendari dapat dikerahkan untuk membantu proses berlangsungnya Rekonsiliasi BMN
Sampai dengan 14 Januari 2016 Jumlah Satker yang melakukan Rekonsiliasi SIMAN BMN berjumlah 414 satker dari 654 Satker diwilayah kerja KPKNL Kendari. Kedepannya diharapkan Aplikasi SIMAN dapat lebih memudahkan SATKER dalam proses Rekonsiliasi BMN selanjutnya, sehingga tercipta rekonsiliasi yang lebih baik dan efisien.
Foto Terkait Berita