Berbicara
soal sikap antikorupsi tidak terlepas dari kata "integritas".
Seseorang yang menjaga integritas akan memiliki sikap yang mencegahnya untuk
melakukan tindak pidana korupsi. Karena itulah, nilai-nilai integritas menjadi
salah satu hal penting dalam pencegahan korupsi.
Menurut
Komisi Pemberantasan Korupsi RI, integritas adalah bertindak dengan cara yang
konsisten dengan apa yang dikatakan. Nilai integritas merupakan kesatuan antara
pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku yang selaras dengan hati nurani dan
norma yang berlaku.
Contohnya,
jika seseorang telah mengakui bahwa dia jujur, maka hal itu juga akan tercermin
dari tindakan, perasaan, dan perilakunya. Integritas akan menjaga orang itu
tetap jujur, walau tidak ada orang lain di sekitar yang melihat
kejujurannya.
Integritas
merupakan salah satu nilai-nilai dasar pribadi yang harus dimiliki masyarakat.
Nilai-nilai ini dapat berasal dari nilai kode etik di tempat dia bekerja, nilai
masyarakat atau nilai moral pribadi.
KPK
merilis sembilan nilai integritas yang bisa mencegah terjadinya tindak korupsi.
Kesembilan nilai itu adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab,
kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Secara singkat, mari kita pahami
kesembilan nilai integritas ini.
Jujur
Jujur adalah sikap lurus hati, tidak berbohong,
tidak curang dan tulus-ikhlas. Seseorang dengan nilai kejujuran di hatinya
tidak akan pernah korupsi, karena tahu tindakan tersebut adalah bentuk kebohongan
dan kejahatan. Orang dengan berintegritas jujur akan selalu berpegang pada
prinsip yang diyakininya benar.
Orang dengan nilai kejujuran juga harus menolak
ketidakjujuran. Dia harus berani menegur atau melaporkan tindak ketidakjujuran
seperti korupsi atau yang lainnya. Pelaporan masyarakat ini menjadi salah satu
yang sarana efektif untuk memberantas korupsi. Maka dari itu, masyarakat yang
berintegritas akan menciptakan lingkungan yang bebas dari korupsi.
Tanggung jawab
Seseorang yang bertanggung jawab berani
mengakui kesalahan yang dilakukan, mereka juga amanah dan dapat diandalkan.
Tanggung jawab akan membuat seseorang memenuhi tuntutan pekerjaan yang
dibebankan kepadanya. Orang yang bertanggung jawab tidak akan korupsi, karena
yakin segala tindakan buruknya akan dibayar dengan setimpal pula.
Rasa tanggung jawab tidak begitu saja muncul,
akan tetapi terjadinya melalui sebuah proses. Dimulai dari hal-hal kecil,
seperti jika mengambil sesuatu harus mengembalikan pada tempatnya. Jika
berjanji, janji tersebut harus ditepati. Hal itu dilakukan secara terus-menerus
sehingga menjadi kebiasaan. Kebiasaan dibentuk oleh latihan. Seseorang dapat
bertanggung jawab karena telah terbiasa dengan hal-hal yang memerlukan tanggung
jawab.
Disiplin
Disiplin adalah sikap mental untuk melakukan
hal-hal yang seharusnya pada saat yang tepat dan benar-benar menghargai waktu.
Sikap mental tersebut perlu dilatih agar segala perbuatannya tepat sesuai
aturan yang ada.
Komitmen adalah salah satu kunci terbentuknya
disiplin. Komitmen adalah sikap mental pada diri seseorang untuk melakukan
segala sesuatu yang telah ditetapkan. Hal itu terbentuk dengan pembiasaan.
Seseorang yang komitmen tinggi akan selalu melakukan segala sesuatu sesuai yang
telah ditetapkannya.
Disiplin sangat diperlukan oleh seorang
pemimpin, apa yang dilakukan akan dicontoh anak buahnya. Jika pemimpin tidak
disiplin, maka bisa menularkan perilaku yang buruk tersebut ke sekelilingnya.
Mandiri
Menurut KBBI, kata mandiri dimaknai dalam keadaan
dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain. Adapun kemandirian
merupakan hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang
lain. Pribadi yang mandiri tentunya berani menata diri dan menjaga diri. Ia
terus berlatih untuk menjadi berkepribadian yang terpuji.
Pribadi yang mandiri berani menetapkan gambaran
hidup yang ia inginkan. Dia berani mengarahkan kegiatan hidupnya untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Ia memiliki langkah-langkah, kegiatan
atau tingkah laku yang efektif untuk mencapai gambaran kehidupan yang
diidealkannya. Misalnya seseorang yang bercita-cita menjadi ekonom mulai
sekarang belajar dengan sungguh-sungguh mengenai masalah ekonomi, tidak
berleha-leha.
Kerja Keras
Kerja keras adalah kegiatan yang dikerjakan
secara sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja
tercapai dan selalu mengutamakan atau memperhatikan kepuasan hasil pada setiap
kegiatan yang dilakukan. Mereka dapat memanfaatkan waktu optimal sehingga
kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak, dan kesulitan yang dihadapainya.
Mereka sangat bersemangat dan berusaha keras untuk meraih hasil yang baik dan
maksimal.
Seseorang yang bekerja keras tidak bersifat
malas dan mengeluh terhadap suatu pekerjaan karena akan mempengaruhi etos kerja
yang sudah dibangun. Dia juga tidak suka menunda-nunda pekerjaan yang dapat
dilakukan dengan cepat dan tepat
Sederhana
Menurut KBBI, sederhana memiliki pengertian
bersahaja; tidak berlebih-lebihan atau dapat dinyatakan sedang, dalam arti
pertengahan, tidak tinggi, tidak rendah, dan sebagainya. Berbeda dengan
kemiskinan, kesederhanaan adalah sebuah pilihan, keputusan untuk menjalani
hidup yang berfokus pada apa yang benar-benar berarti. Seorang yang sederhana
membebaskan dirinya dari segala ikatan yang tidak diperlukan.
Sederhana juga berarti hidup secara wajar.
Artinya, seseorang mampu menggunakan hartanya sesuai kebutuhan yang ada, tidak
menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting. Korupsi salah satunya
dipicu oleh hidup mewah yang berlebihan dan tidak sesuai dengan besaran
gajinya. Kesederhanaan akan membuat seseorang menjauhi korupsi.
Berani
Berani adalah tidak takut menghadapi bahaya
atau kesulitan. Orang yang berani memiliki hati yang mantap dan rasa percaya
diri yang besar, pantang mundur dan tidak gentar. Keberanian diperlukan untuk
mencegah korupsi dan melaporkan tindak pidana korupsi ke aparat.
Keberanian tentu saja mesti dilandasi dengan
kebenaran. Berani karena benar. Seseorang yang berani melaporkan tindak pidana
korupsi karena dia yakin bahwa itu adalah tindakan yang benar dan korupsi
adalah kejahatan. Nilai keberanian perlu dimiliki oleh masyarakat untuk
mencegah terjadinya korupsi.
Peduli
Makna peduli menurut KBBI adalah mengindahkan, memperhatikan,
dan menghiraukan. Jadi kepedulian berarti sikap memperhatikan kondisi sekitar
dan orang lain. Pendapat lain menyebut, peduli adalah sikap keberpihakan kita
untuk melibatkan diri dalam persoalan, keadaan, atau kondisi di sekitar
kita.
Orang yang peduli adalah mereka yang terpanggil
melakukan sesuatu dalam rangka memberi inspirasi, perubahan, dan kebaikan.
Peduli berarti kita mengasihi dan memperlakukan orang lain sebagaimana kita
ingin dikasihi atau diperlakukan. Dengan kepedulian, kita menjadikan dunia ini
sebagai tempat tinggal yang nyaman dan damai bagi semua makhluk.
Adil
Adil berasal dari bahasa Arab yang berarti
berada di tengah-tengah, jujur, lurus, dan tulus. Menurut KBBI, adil memiliki
arti sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak. Adil juga bisa diartikan
berpihak kepada yang benar, berpegang pada kebenaran. Secara terminologis adil
bermakna suatu sikap yang bebas dari diskriminasi dan ketidakjujuran.
Seseorang yang adil selalu bersikap imparsial,
tidak memihak kecuali kepada kebenaran. Bukan berpihak karena pertemanan,
persamaan suku, bangsa maupun agama. Sehingga penilaian, kesaksian dan
keputusan hukum hendaknya berdasar pada kebenaran walaupun kepada diri sendiri.
Sikap ini pada akhirnya akan mencegah konflik kepentingan yang menjadi salah
satu cikal bakal korupsi.
Demikian sembilan nilai integritas yang harus
dimiliki oleh semua orang untuk mencegah korupsi. Penerapan nilai-nilai ini
tidak hanya baik bagi diri sendiri, namun juga untuk masa depan bangsa ke
depannya. Maka dari itu, nilai-nilai integritas mesti ditanamkan dan dilatih
semenjak dini untuk melahirkan generasi baru yang lebih bersih dari korupsi.
Sumber : https://aclc.kpk.go.id/