Severity: Warning
Message: XXXXX(/var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022/portaldjkn_2022hnhjo13jk69tgodtu790p2lqlqtmsprf): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 176
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Severity: Warning
Message: XXXXXXXXXXXXX(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Rangkuman Buku 8 Langkah Sukses Negosiasi Strategi Efektif Menjadi Negosiator Unggul Karya Tony Sardjono
Cahyo Andri Saputro
Kamis, 27 Juni 2024 |
8517 kali
Rangkuman Buku 8 Langkah Sukses
Negosiasi Strategi Efektif Menjadi Negosiator Unggul Karya Tony Sardjono
Langkah
Pertama: memahami pentingnya negosiasi.
Negosiasi adalah usaha untuk membangun
kerja sama antara beberapa pihak yang bertujuan mendatangkan keuntungan bersama
dengan jalan persuasif, bukan dengan cara represif atau intimidasi. Selain itu,
negosiasi juga dapat diartikan sebagai langkah untuk membangun kesepahaman
terhadap suatu permasalahan. Dalam negosiasi, terdapat tiga objek yang
dinegosiasikan oleh kedua belah pihak, yaitu produk, gagasan, dan solusi
permasalahan.
Negosiasi memiliki tujuan, yaitu menjual
produk atau gagasan, mempelajari tawaran seseorang, menawarkan suatu solusi
permasalahan dan menyelesaikan suatu permasalahan. Dalam negosiasi terdapat
prinsip yang perlu dipedomani, yaitu transparansi, akuntabilitas, keadilan,
saling menghargai dan menghormati. Dalam melakukan negosiasi, perlu ada
keterbukaan dan kejujuran dari kedua belah pihak yang bernegosiasi. Tetapi,
dalam melakukan negosiasi perlu juga menggunakan taktik. Taktik tidak dimaknai
sebagai kebohongan. Taktik tetap dipakai untuk memenangkan negosiasi.
Transparansi ditujukan agar partner
dapat memahami konsekuensi logis terjalinnya suatu kerja sama. Dalam
bernegosiasi, perlu juga mempedomani prinsip akuntabilitas, Dimana setiap hal
yang diucapkan oleh negosiator bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan
dapat direalisasikan. Keadilan yang ada dalam negosiasi adalah keadilan dalam
pembagian porsi yang didapatkan dalam suatu kerja sama, berkaitan dengan tugas,
wewenang, tanggungjawab, keuntungan dan lain – lain tentang hal yang mungkin
didapat dari kerja sama tersebut. Untuk membina hubungan baik dengan
partnernya, seorang negosiator harus saling menghargai dan menghormati.
Langkah
Kedua: Syarat mutlak menjadi negosiator.
Untuk menjadi negosiator yang baik, ada
syaratnya, yaitu pantang menyerah, berpenampilan istimewa, komunikatif, cerdas
berwawasan, selera humor, sikap positif, perhatian, sabar, jujur, inisiatif dan
kreatifitas, pengetahuan memadai.
Dalam melakukan negosiasi tentu ada
harapan harapan yang ingin diwujudkan. Harapan harapan inilah yang juga menjadi
motivasi, yang dengannya seorang negosiator mampu bernegosiasi dengan orang
lain, baik urusan bisnis atau menjalani kehidupan. Penting bagi seorang
negosiator untuk memiliki penampilan yang baik, agar mendapat perhatian dan
dihargai oleh rekan negosiasinya. Hal tersebut akan menarik tanggapan yang
positif ketika negosiator mulai berbincang dengan lawan bicaranya. Selain itu,
sebagai seorang negosiator sikap komunikatif jelas harus dimiliki. Tanpa
memiliki kemampuan komunikasi yang baik, seorang negosiator tidak pernah
mendapat keberhasilan dan kesuksesan. Menjadi seorang negosiator juga harus
memiliki wawasan yang sangat luas. Wawasan tersebut yang nantinya akan membantu
dalam membuat keputusan yang tepat dalam bernegosiasi. Adalah nilai lebih
apabila seorang negosiator memiliki selera humor. Humor dapat membuat suasana
negosiasi menjadi lebih lebih cair. Membuat klien tidak merasa terpojokkan dan
dapat membuat hubungan komunikasi dengan klien semakin erat.
Langkah
Ketiga: Mencari, membuka, dan menjual gagasan.
Sebelum melakukan negosiasi, negosiator
perlu mempersiapkan hal yang berkaitan dengan kegiatan negosiasi. Pertama,
seorang negosiator harus tahu apa yang dia inginkan dalam proses bernegosiasi.
Kemudian seorang negosiator perlu mengenali dirinya sendiri. Siapa dia, apa
keistimewaannya, dan apa yang membuat mitra negosiasi akan tertarik dengan si
negosiator. Setelah mengenali dirinya sendiri, seorang negosiator harus
mengenali mitra negosiasinya. Seorang mitra negosiasi memiliki tujuan sendiri
dalam bernegosiasi. Untuk itu seorang negosiator perlu untuk memperkirakan
tujuan lawan bicaranya, bagaimana strategi yang dipakai oleh lawan bicaranya.
Dalam bernegosiasi, seorang negosiator perlu untuk memancing minat lawan
bicaranya, hal ini dapat memudahkan untuk memainkan perasaan klien. Selain itu,
negosiator perlu juga punya keterampilan dalam menguasai dan memperhatikan tata
urutan dalam menyampaikan materi dalam negosiasi.
Langkah
Keempat: Berani tampil beda.
Tahap pertama yang dilakukan dalam
bernegosiasi adalah penyambutan terhadap kalien, untuk itu perlu dibuat
sambutan yang menarik untuk melanjutkan pada proses pembicaraan lebih lanjut. Setelah
penyambutan yang mengesankan, tahap selanjutnya adalah penyampaian materi. Hal
yang harus dicermati dalam menyampaikan materi negosiasi adalah, harus jelas
arti pengucapan, jelas pengertian makna kata, jelas arti tata urutan materi
negosiasi dan jelas intonasinya.
Akan tetapi, sebelum menuju meja
negosiasi, seorang negosiator perlu mengetahui dengan jelas apa yang diinginkan
oleh klien. Hal ini akan membuat negosiator bisa fokus pada apa yang diinginkan
oleh klien. Dalam negosiasi, selalu ada pertimbangan-pertimbangan, baik untuk
menerima atau menolak suatu tawaran. Suatu tawaran akan diterima atau ditolak
tergantung adanya manfaat atau tidak. Ketika seorang negosiator menerima suatu
tawaran dalam negosiasi, maka sang negosiator perlu memiliki sebuah bargaining
position. Hal ini membuat posisi seorang negosiator sama dengan lawan
bicaranya. Ketika dalam suatu negosiasi terdapat perkembangan masalah, seorang
negosiator harus tetap mengikuti poin- poin penting yang menjadi pokok
pembicaraan agar negosiasi yang dilakukan tidak melebar kemana-mana.
Langkah
Kelima: Perundingan yang sukses.
Untuk mencapai perundingan yang sukses,
perlu ada persiapan yang maksimal, diantaranya adalah persiapan materi yang
akan disampaikan, persiapan alat bantu untuk presentasi, persiapan pakaian yang
akan dipakai untuk bernegosiasi, serta persiapan fisik seorang negosiator.
Langkah
Keenam: Menjadi pendengar yang baik.
Seorang negosiator perlu menjadi
pendengar yang baik, caranya adalah dengan mendengarkan secara serius apa yang
diucapkan oleh mitra bicaranya. Hal ini membuat mitra bicara merasa dihargai.
Untuk memperlihatkan keseriusan seorang negosiator, negosiator juga bisa
menambah dengan bahasa tubuh saat menanggapi pembicaraan mitra bicaranya.
Selain dengan bahasa tubuh, untuk menunjukkan keseriusan negosiator dalam
merespon pembicaraan, bisa juga dengan kontak mata. Perlu diperhatikan bahwa
kontak mata yang dipakai bukan yang menyorot tajam ke kedua mata lawan bicara
tetapi tatapan yang lembut dan hangat, yang menunjukkan bahwa kita menghargai
keberatan yang disampaikan. Dalam bernegosiasi perlu ada pikiran yang terbuka,
tidak semua kebenaran ada pada kita. Dengan mendengarkan pendapat lawan bicara,
akan menambah pengetahuan yang kita miliki, dan yang tidak kalah penting adalah
memfokuskan diri pada apa yang disampaikan oleh lawan bicara, bukan pada
bagaimana dia menyampaikan. Karena tidak semua orang bisa menyampaikan
gagasannya dengan memukau. Apabila terdapat hal hal yang dirasa penting, sangat
dianjurkan untuk mencatatnya. Itu akan menjadi informasi yang bisa dipakai oleh
seorang negosiator menanggapi apa yang menjadi keberatan lawan bicara. Dalam
proses negosiasi, jangan pernah memotong pembicaraan mitra bicara serta tidak
membuat gerakan-gerakan yang bisa mempengaruhi perasaan lawan bicara, misalnya
memutar mutar alat tulis, atau membelakangi mitra bicara yang sedang
menyampaikan gagasannya.
Langkah
Ketujuh, Menutup Negosiasi.
Yang menjadi hal penting dalam langkah
ini adalah penentuan jadwal pelaksanaan negosiasi. Perlu ada waktu yang
disepakati dalam bernegosiasi. Karena apabila tidak ada kesepakatan diawal,
negosiasi bisa saja berlarut-larut tanpa menghasilkan suatu kesepakatan.
Negosiasi yang berhasil adalah negosiasi yang ditutup dengan kesepakatan. Dalam
bahasa yang umum, dalam menutup negosiasi biasa dipakai istilah “jadi” atau
“batal”. Akan tetapi, diskusi juga merupakan proses yang panjang, sehingga
bukan tidak mungkin memerlukan waktu yang lama. Untuk itu, sebagai negosiator,
tidak bijaksana apabila memaksakan sebuah negosiasi harus diselesaikan dengan
cepat.
Seorang negosiator harus bisa menjawab
setiap pertanyaan dari lawan bicaranya. Apabila lawan bicara menanyakan pada
poin tertentu secara terus menerus, itu bisa diartikan bahwa lawan bicara
merasa tidak nyaman atau kurang setuju dengan poin tersebut. Seorang negosiator
perlu melakukan trik untuk menghilangkan keraguan tersebut dari benak klien.
Langkah
Kedelapan, Solusi Ketika Deadlock.
Deadlock adalah kondisi dimana kedua negosiator
beradu argumentasi yang mewakili kepentingan masing – masing pihak. Deadlock
bisa saja menjadi situasi yang menjengkelkan untuk kedua pihak. Untuk mengatasi
deadlock terdapat beberapa langkah yaitu, menutup kemungkinan terjadinya
keberatan, caranya dengan memberikan penjelasan yang mudah dipahami oleh lawan
bicara, menggunakan bahasa dan istilah yang umum, menyampaikan data dan fakta
yang membuat mitra bicara tidak memiliki argumentasi yang berarti. Langkah
kedua yaitu mendengarkan keberatan yang disampaikan oleh mitra negosiasi,
sehingga kita bisa membuat mapping problem, yang dapat membantu dalam
menentukan penyebab alotnya sebuah negosiasi. Langkah ketiga adalah memahami
apa yang menjadi keberatan mitra bicara, lalu melontarkan pertanyaan atas
keberatannya itu untuk menggali informasi lebih mendalam tentang apa yang
diinginkan oleh lawan bicara. Langkah selanjutnya adalah senantiasa tenang.
Anggaplah keberatan yang disampaikan oleh mitra negosiasi sebagai peluang baru,
bukan sebuah ganjalan.
Sumber
:
8 Langkah Sukses Negosiasi Strategi
Efektif Menjadi Negosiator Unggul Karya Tony Sardjono
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |