Serah Terima BMN eks BMN Idle kepada Kementerian Agama Kabupaten Jember
Deddy Eko Novianto
Jum'at, 28 November 2025 |
86 kali
Jumat,
(21/11), Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember,
Wahyu Nendro, secara simbolis melaksanakan kegiatan serah terima Barang Milik
Negara (BMN) eks. BMN Idle kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr.
Santoso, S.Ag, M.Pd. Aset BMN yang diserahkan merupakan BMN eks BMN Idle yang
dikelola oleh KPKNL Jember.
Dalam
sambutannya, Wahyu Nendro, menyampaikan bahwa sebagai salah satu upaya dalam
pengelolaan aset BMN, yang di dalamnya mencakup kegiatan pengelolaan BMN eks BMN
Idle, KPKNL Jember secara aktif telah berupaya memperkenalkan dan menawarkan
aset-aset BMN Idle berupa tanah dan bangunan yang ada dalam pengelolaan KPKNL Jember
kepada satuan kerja yang ada di wilayah kerja KPKNL Jember yang masih
membutuhkan aset berupa tanah dan bangunan untuk mendukung tugas dan fungsi
mereka masing-masing. Satuan
kerja yang berminat dapat mengajukan permohonan kepada pengelola BMN untuk
dapat mempergunakan aset BMN Idle tersebut.
Gayung bersambut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember melihat salah satu BMN eks BMN Idle dalam kelolaan KPKNL Jember ada yang sesuai dengan kebutuhan BMN untuk dipergunakan sebagai kantor urusan agama. Setelah sebelumnya berkoordinasi dengan KPKNL Jember dan mengajukan permohonan penggunaan BMN eks BMN Idle, akhirnya BMN eks BMN Idle tersebut disetujui dan ditetapkan status penggunaannya pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember berdasarkan surat keputusan Menteri Keuangan Nomor PSP 32/MK/KN.4/2025 tanggal 25 Agustus 2025.
Di penghujung acara, Dr. Santoso, S.Ag, M.Pd menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas disetujuinya permohonan penggunaan BMN eks BMN Idle tersebut, sehingga kebutuhan tambahan BMN untuk dipergunakan sebagai kantor urusan agama di wilayah kerja mereka dapat terpenuhi dengan segera. Hal tersebut juga berdampak pada penghematan anggaran (cost saving) dimana mereka dapat memenuhi kebutuhan aset BMN tanpa menunggu proses pengadaan BMN baru.
Foto Terkait Berita