Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Jember
Kalkulator Crash Program Dukung Capaian Target Keringanan Utang

Kalkulator Crash Program Dukung Capaian Target Keringanan Utang

Deddy Eko Novianto
Jum'at, 13 September 2024 |   648 kali

Pada tahun 2024, Pemerintah kembali memberikan program keringanan utang melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 30 tahun 2024 tentang Penyelesaian Piutang Instansi Pemerintah yang Diurus/Dikelola oleh Panitia Urusan Piutang Negara/Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Crash program keringanan utang telah dimulai sejak tahun 2021 dengan tujuan untuk meringankan penanggung utang di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan mempercepat penyelesaian piutang instansi pemerintah pusat/daerah yang diurus/dikelola oleh Panitia Urusan Piutang Negara/Direktorat Jenderal Kekayaan Negara khususnya piutang terhadap usaha mikro, kecil, menengah, dan piutang berupa kredit pemilikan rumah sederhana/ rumah sangat sederhana, serta piutang instansi pemerintah dengan jumlah sampai dengan Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Keringanan utang yang bisa diperoleh penanggung utang meliputi pemberian keringanan seluruh sisa utang bunga, denda dan ongkos/biaya lainnya serta pemberian keringanan utang pokok sampai dengan 80% (delapan puluh persen).

Sejak tahun 2021 sampai dengan 2023, crash program keringanan utang menunjukkan keberhasilan dengan meningkatnya jumlah penyelesaian Berkas Kasus Piutang Negara (BKPN) dari tahun ke tahun seperti pada gambar di bawah ini :



Gambar 1 : Capaian Keringanan Utang 2021-2023

Mengingat masa berlaku efektif Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30 tahun 2024 kurang lebih tersisa 4 (empat) bulan lagi, maka semua strategi yang efektif dapat dilakukan untuk menarik minat penanggung utang mengikuti crash program keringanan utang demi tercapainya keberhasilan crash program keringanan utang.

Beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu dengan penerapan komunikasi satu arah melalui video di aplikasi media sosial (yotutube, facebook, instagram, X, website, dll), tulisan di surat kabar, tayangan televisi dan radio, atau baliho yang dipasang pada kantor pemerintahan. Sedangkan penerapan komunikasi dua arah dengan melakukan seminar, sosialisasi, percakapan tatap langsung, saluran tanya jawab (whatsapp, instagram, X, dll), konsultasi melalui telepon atau tatap muka.

Burhanuddin Muhtadi ketika menjadi narasumber pada Virtual Public Lecture Analis Kebijakan Seri Ke-12 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara menyatakan bahwa sebaik apapun kebijakan jika tidak diikuti oleh komunikasi yang baik pasti akan membawa masalah. Keberhasilan kebijakan bukan semata-mata dilihat dari sisi teknokrasi tetapi juga dari aspek komunikasinya.

Untuk mempengaruhi persepsi dan minat penanggung utang, perlu memanfaatkan teknologi informasi yang memberikan gambaran kepada mereka tentang manfaat yang akan diperoleh. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat aplikasi user friendly berbasis web yang bisa diakses dari mana saja dengan berbagai perangkat oleh yang berkepentingan (pegawai DJKN, penyerah piutang, dan penanggung utang).

Melalui Kalkulator crash program dengan link https://kalkulator-crash-program-kpknl-jember-sa5j.vercel.app/ memudahkan bagi yang menggunakan untuk mendapatkan estimasi kalkulasi utang sesuai crash program keringanan utang tahun 2024 karena bisa membandingkan antara jumlah utang yang harus mereka selesaikan sebelum dan setelah keringanan utang yang bisa diketahui oleh penanggung utang.

    

    

Gambar 2 : Aplikasi Kalkulator Crash Program Piutang Negara 2024

 

Informasi yang disampaikan secara utuh dan transparan dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan penanggung utang segera menyelesaikan kewajibannya serta dapat meminimalisir potensi fraud yang mungkin terjadi.

Keberhasilan implementasi kalkulator crash program sebagai alat bantu komunikasi persuasif pada KPKNL Jember selama kurun waktu + satu bulan dapat menyelesaikan target 3 (tiga) Indikator Kinerja Utama (IKU) selama setahun sebagaimana tampilan pada tabel berikut : 



Tabel Capaian Indikator Kinerja Utama


Tercapainya target dengan mengimplementasikan kalkulator crash program sebagai alat bantu komunikasi persuasif menunjukkan bahwa keberhasilan program pemerintah perlu disampaikan dengan alat bantu komunikasi yang bisa memudahkan target kebijakan untuk memahami manfaat dan keuntungan yang akan mereka terima.

Program keringanan utang yang belum sempat dimanfaatkan oleh penanggung utang diharapkan dapat berlanjut pada tahun depan, untuk meringankan penanggung utang yang terkena dampak pandemi Covid-19, penanggung utang usaha mikro, kecil, menengah, serta penanggung utang Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sehingga mereka juga bisa tersenyum dan berkata “Lunas Hari Ini, Lega Sampai Nanti”.


Khusnul Arifin

(Kepala Seksi Piutang Negara KPKNL Jember)


Note : Tulisan ini sepenuhnya adalah opini Penulis dan tidak mencerminkan kebijakan institusi dimana penulis bekerja.


Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon