Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Jember
Kawan atau Lawan? Media Sosial Di Era Pandemi

Kawan atau Lawan? Media Sosial Di Era Pandemi

Dedy Sasongko
Kamis, 18 November 2021 |   11042 kali

Media Sosial merupakan kemajuan teknologi yang saat ini menjadi kebutuhan pokok dan wadah bagi seseorang atau orang sekelompok orang untuk mengekspresikan diri sendiri atau untuk menyebarkan informasi serta untuk menyalurkan bakat atau kemampuan. Sosial media juga dimanfaatkan untuk bersosialisasi satu sama lain yang dilakukan secara online memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Apalagi di masa pandemi ini menyebabkan keterbatasan untuk bertatap muka dan bertukar informasi dengan orang lain secara langsung sehingga media sosial menjadi salah satu cara masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai kejadian yang ada di luar sana khususnya informasi seputar virus corona.

Virus Corona merupakan sebuah bencana bagi seluruh rakyat di dunia, penyakit yang menyerang, menyebar dan berkembang di pernapasan dan kekebalan tubuh manusia. Wabah virus yang menjadi sorotan kemunculannya di akhir tahun 2019 pertama kali di Wuhan China yang kemudian  telah menyebar  dengan  cepat  keseluruh  penjuru dunia. Virus  ini  dikenalkan  dengan  nama Novel Coronavirus-2019. Kemudian, penamaan resmi dari World Health Organization (WHO) tentang infeksi virus yang menimbulkan penyakit ini disebut Coronavirus Disease 19 atau biasa disingkat dengan Covid-19.

Seperti yang diketahui media sosial sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat di saat pandemi Covid-19 ini. Bebagai media sosial dimanfaatkan untuk menjalin sosialisasi di masa pandemi, tidak hanya bersosialisasi sosial media juga dimanfaatkan untuk bekerja dan belajar karena hingga sekarang kantor, sekolah dan perguruan tinggi masih belum berjalan dengan normal, maka dari itu, dengan adanya sosial media akan mempermudah di era pandemi seperti sekarang.

Dimasa pandemi Covid-19 ini, media sosial memegang peranan yang sangat penting dalam berbagai kegiatan seperti penyaluran informasi, komunikasi, pekerjaan, hingga pelajaran. Sebagian atau bahkan seluruh masyarakat sudah sangat mempercayakan seluruh informasi pada media sosial. Terlepas benar atau salahnya informasi itu, kita sebagai masyarakat biasa tidak seharusnya langsung mempercayai informasi tersebut. Ada baiknya kita memfilter dahulu setiap informasi yang kita dapat, galih lah lebih dalam terlebih dahulu sebelum kita memposting atau me-repost suatu informasi. Hal itu dilakukan guna untuk mencegah terjadinya penyebaran hoax di masyarakat.

Penyebaran informasi melalui media sosial dapat dikatakan menjadi kawan atau lawan? Walaupun sangat berperan dalam masa pandemi ini, tentunya media sosial memiliki dampak positif dan negatifnya. Positifnya media sosial dibutuhkan dalam berbagai kegiatan masyarakat di masa pandemi seperti pekerjaan dan sekolah yang saat ini dialihkan menjadi Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Apabila informasi yang dimuat di media sosial bersifat mengedukasi masyarakat serta membatu masyarakat dalam mengatasi masalah-masalah di masa pandemi, hal tersebut tentunya memberikan dampak positif dan menjadi kawan bagi masyarakat yang menerima informasi karena dapat memberikan masukan informasi yang baik dan membuat masyarakat dapat berpikir positif. Sedangkan negatifnya adalah banyak pengguna media sosial tidak bertanggung jawab dengan menyebar informasi yang bohong, tidak akurat dan kurang lengkap. Selain itu dalam Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) juga akan merasa kelelahan dalam pembelian kuota belajar dan berkurangnya kesehatan pada mata. Hal yang seperti ini tentunya menjadi lawan bagi masyarakat karena bersifat merugikan yang dapat menyebabkan fitnah pada kalangan tertentu, menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan bahkan bisa menyebabkan kesehatan mata kita terganggu.

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat haruslah bijak dalam menggunakan setiap peran media sosial serta haruslah pandai dalam memilih dan memilah informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat perlu memahami mengenai literasi digital agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoax sehingga tidak memperkeruh keadaan di masa seperti ini. Untuk mencegah hal-hal tersebut dapat dilakukan dengan cara membaca lebih dari satu sumber berita di sosial media dengan isu berita yang sama untuk membandingkan isu dari satu berita dengan berita lainnya, kemudian dapat juga melakukan pemeriksaan website penulis berita, apabila berita berasal dari website yang belum terverifikasi maka kemungkinan informasinya meragukan, dan dapat pula dilakukan dengan cara membaca informasi dari website penulis berita tersebut merupakan website resmi atau tidak. Dengan begitu, penyalahgunaan media sosial sebagai penyebaran informasi dapat diminimalisir. Media sosial tentu akan menjadi hal positif apabila kita bijak dalam menggunakan berbagai platformnya.

Jadi media sosial dikatakan kawan atau lawan itu kembali ke pribadi kita sendiri. Bagaimana cara kita memanfaatkan situs media sosial tersebut dengan baik dan juga bagaimana cara kita dapat menghindari dampak negatif dari media sosial tersebut.

Penulis : Veny Ummul Azizah

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon