Kawan atau Lawan? Media Sosial Di Era Pandemi
Dedy Sasongko
Kamis, 18 November 2021 |
11043 kali
Media Sosial merupakan
kemajuan teknologi yang saat ini menjadi kebutuhan pokok dan wadah bagi
seseorang atau orang sekelompok orang untuk mengekspresikan diri sendiri atau
untuk menyebarkan informasi serta untuk menyalurkan bakat atau kemampuan.
Sosial media juga dimanfaatkan untuk bersosialisasi satu sama lain yang
dilakukan secara online memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa
dibatasi ruang dan waktu. Apalagi
di masa pandemi ini menyebabkan keterbatasan untuk bertatap muka dan bertukar
informasi dengan orang lain secara langsung sehingga media sosial menjadi salah
satu cara masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai kejadian yang ada di
luar sana khususnya informasi seputar virus corona.
Virus Corona merupakan sebuah bencana
bagi seluruh rakyat di dunia, penyakit yang menyerang, menyebar dan berkembang
di pernapasan dan kekebalan tubuh manusia. Wabah virus yang menjadi sorotan
kemunculannya di akhir tahun 2019 pertama kali di Wuhan China yang
kemudian telah menyebar dengan
cepat keseluruh penjuru dunia. Virus
ini dikenalkan dengan
nama Novel Coronavirus-2019.
Kemudian, penamaan resmi dari World Health Organization (WHO) tentang infeksi
virus yang menimbulkan penyakit ini disebut Coronavirus
Disease 19 atau biasa disingkat dengan Covid-19.
Seperti yang diketahui media sosial sudah menjadi kebutuhan
pokok bagi masyarakat di saat pandemi Covid-19 ini. Bebagai
media sosial dimanfaatkan untuk menjalin sosialisasi di masa pandemi, tidak
hanya bersosialisasi sosial media juga dimanfaatkan untuk bekerja dan belajar
karena hingga sekarang kantor, sekolah dan perguruan tinggi masih belum
berjalan dengan normal, maka dari itu, dengan adanya sosial media akan
mempermudah di era pandemi seperti sekarang.
Dimasa pandemi Covid-19 ini, media sosial memegang peranan
yang sangat penting dalam berbagai kegiatan seperti penyaluran informasi,
komunikasi, pekerjaan, hingga pelajaran. Sebagian atau bahkan seluruh masyarakat sudah sangat mempercayakan seluruh
informasi pada media sosial. Terlepas benar atau salahnya informasi itu, kita
sebagai masyarakat biasa tidak seharusnya langsung mempercayai informasi
tersebut. Ada baiknya kita memfilter dahulu setiap informasi yang kita dapat,
galih lah lebih dalam terlebih dahulu sebelum kita memposting atau me-repost
suatu informasi. Hal itu dilakukan guna untuk mencegah terjadinya penyebaran hoax
di masyarakat.
Penyebaran informasi melalui media
sosial dapat dikatakan menjadi kawan atau lawan? Walaupun sangat berperan dalam masa
pandemi ini, tentunya media sosial memiliki dampak positif dan negatifnya.
Positifnya media sosial dibutuhkan dalam berbagai kegiatan masyarakat di
masa pandemi seperti pekerjaan dan sekolah yang saat ini dialihkan menjadi Work From Home (WFH)
dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Apabila informasi yang dimuat di media
sosial bersifat mengedukasi masyarakat serta membatu masyarakat dalam mengatasi
masalah-masalah di masa pandemi, hal tersebut tentunya memberikan dampak
positif dan menjadi kawan bagi masyarakat yang menerima informasi karena dapat
memberikan masukan informasi yang baik dan membuat masyarakat dapat berpikir
positif. Sedangkan negatifnya adalah banyak pengguna media sosial tidak
bertanggung jawab dengan menyebar informasi yang bohong, tidak akurat dan
kurang lengkap. Selain itu
dalam Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) juga akan merasa
kelelahan dalam pembelian kuota belajar dan berkurangnya kesehatan pada mata. Hal
yang seperti ini tentunya menjadi lawan bagi masyarakat karena bersifat
merugikan yang dapat menyebabkan fitnah pada kalangan tertentu, menimbulkan
ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan bahkan bisa menyebabkan
kesehatan mata kita terganggu.
Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat haruslah bijak
dalam menggunakan setiap peran media sosial serta haruslah pandai dalam memilih
dan memilah informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat perlu memahami mengenai
literasi digital agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoax sehingga tidak memperkeruh keadaan
di masa seperti ini. Untuk mencegah hal-hal tersebut dapat dilakukan dengan
cara membaca lebih dari satu sumber berita di sosial media dengan isu berita
yang sama untuk membandingkan isu dari satu berita dengan berita lainnya,
kemudian dapat juga melakukan pemeriksaan website penulis berita, apabila
berita berasal dari website yang belum terverifikasi maka kemungkinan informasinya
meragukan, dan dapat pula dilakukan dengan cara membaca informasi dari website penulis
berita tersebut merupakan website resmi atau tidak. Dengan begitu,
penyalahgunaan media sosial sebagai penyebaran informasi dapat diminimalisir. Media sosial tentu akan menjadi hal
positif apabila kita bijak dalam menggunakan berbagai platformnya.
Jadi media sosial dikatakan kawan atau lawan itu kembali ke
pribadi kita sendiri. Bagaimana cara kita memanfaatkan situs media sosial
tersebut dengan baik dan juga bagaimana cara kita dapat menghindari dampak
negatif dari media sosial tersebut.
Penulis
: Veny Ummul Azizah
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel