Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Jakarta IV
Peran Atasan Langsung dalam Menjaga Arah Kinerja Pegawai

Peran Atasan Langsung dalam Menjaga Arah Kinerja Pegawai

Hariz Muftie Hidayat
Rabu, 24 Desember 2025 |   258 kali

Dalam sistem manajemen kinerja modern, atasan langsung memegang peran yang sangat strategis. Atasan bukan hanya pihak yang memberikan penilaian kinerja di akhir tahun, tetapi juga menjadi pengarah, pembina, dan pendamping pegawai dalam mencapai target kinerja. Hal ini sejalan dengan semangat KMK 300 Tahun 2022 yang menempatkan manajemen kinerja sebagai proses berkelanjutan, bukan sekadar aktivitas administratif.

Peran pertama atasan langsung terlihat sejak tahap perencanaan kinerja. Atasan bertanggung jawab memastikan bahwa Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) atau Indikator Kinerja Utama (IKU) yang disusun selaras dengan target unit kerja dan organisasi. Melalui diskusi dan kesepakatan bersama, atasan membantu pegawai memahami apa yang harus dicapai, mengapa target tersebut penting, dan bagaimana kontribusinya terhadap kinerja organisasi. Tanpa peran ini, pegawai berisiko bekerja keras tetapi tidak tepat sasaran.

Selain memastikan keselarasan, atasan juga berperan menjaga agar target kinerja tetap realistis dan menantang. Atasan yang memahami kapasitas timnya akan mampu menetapkan target yang dapat dicapai, namun tetap mendorong peningkatan kinerja. Proses ini menjadi bagian penting agar kinerja tidak berhenti pada rutinitas, tetapi terus berkembang dari waktu ke waktu.

Peran atasan semakin krusial pada tahap monitoring kinerja. Dalam KMK 300/2022, monitoring tidak dimaknai sebagai pengawasan semata, melainkan sebagai bentuk pembinaan. Atasan diharapkan memantau progres pekerjaan secara berkala dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Monitoring yang baik membantu pegawai mengetahui apakah pekerjaannya sudah berada di jalur yang benar atau perlu penyesuaian sejak dini.

Di sinilah pentingnya dialog kinerja. Atasan berperan menciptakan ruang komunikasi dua arah yang terbuka dan aman. Dalam dialog kinerja, pegawai dapat menyampaikan kendala yang dihadapi, sementara atasan memberikan arahan dan solusi yang relevan. Dialog ini juga menjadi sarana untuk menyelaraskan kembali ekspektasi apabila terjadi perubahan kebijakan, prioritas, atau kondisi kerja.

Sebagai contoh, ketika target kinerja menghadapi hambatan akibat perubahan regulasi atau beban kerja yang meningkat, atasan dapat mengajak pegawai berdiskusi untuk menyesuaikan strategi pelaksanaan atau bahkan merevisi target secara proporsional. Dengan pendekatan ini, kinerja tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas maupun motivasi pegawai.

Pada tahap penilaian kinerja, peran atasan tidak hanya sekedar memberikan nilai. Atasan juga berperan memberikan umpan balik yang bersifat membangun sebagai bahan refleksi dan pembelajaran pegawai dalam rangka perbaikan kinerja dan karakter. Penilaian kinerja yang disampaikan dengan baik akan mendorong pegawai memahami kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.

Yang tidak kalah penting, atasan langsung memiliki peran besar dalam membangun budaya kinerja. Melalui keteladanan, konsistensi, dan komunikasi yang terbuka, atasan dapat menanamkan nilai-nilai kerja positif dalam tim. Budaya kinerja yang sehat akan membuat pegawai lebih proaktif, bertanggung jawab, dan berorientasi hasil.

Pada akhirnya, keberhasilan manajemen kinerja sangat bergantung pada kualitas peran atasan langsung. Dengan peran yang aktif dan konsisten, atasan tidak hanya menjaga arah kinerja pegawai, tetapi juga membantu pegawai tumbuh dan berkembang bersama organisasi.

 

 

Penulis : Subbagian Umum
Sumber : KMK 300/KMK.01/2022 tentang Manajemen Kinerja di Lingkungan Kementerian Keuangan

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon