“Saya Mendengar”: Ruang untuk Bertumbuh Bersama di KPKNL Jakarta IV
Hariz Muftie Hidayat
Selasa, 28 Oktober 2025 |
54 kali
Pagi itu,
Selasa, 30 September 2025, suasana di ruang rapat lantai 3 KPKNL Jakarta IV dipenuhi
tawa ringan dan percakapan santai antarpegawai. Di tengah suasana yang akrab, berlangsung
sebuah kegiatan yang sederhana namun bermakna besar : “Saya Mendengar”, yakni
sebuah forum di mana Pak Bambang Sulistyono, selaku Kepala KPKNL Jakarta IV
membuka telinga dan hati untuk mendengar langsung suara pegawai KPKNL Jakarta
IV.
Kegiatan ini
menjadi bagian dari upaya KPKNL Jakarta IV untuk memperkuat sinergi dan
membangun budaya kerja yang kolaboratif serta harmonis. Melalui dialog terbuka,
seluruh pegawai tanpa memandang jabatan, usia, atau generasi, diberikan ruang
untuk menyampaikan aspirasi, ide, maupun masukan secara langsung kepada pimpinan
KPKNL Jakarta IV. Satu per satu pegawai diminta untuk menyampaikan pendapatnya.
Seorang pegawai mengusulkan agar In House Training (IHT) rutin diadakan.
“Biar kami bisa makin akrab, saling mengenal karakter masing-masing, dan
memperkuat kerja tim,” ujarnya disambut anggukan dari rekan-rekan lain.
Usulan itu
tampak sederhana, tapi bermakna besar karena kebersamaan yang kuat sering kali lahir
dari interaksi yang hangat di luar rutinitas kerja. Diskusi berlanjut, seorang
pegawai lain menyampaikan usulan medical check up tahunan bagi seluruh
pegawai dengan memperhatikan ketersediaan anggaran yang ada. Masukan yang tak
kalah menarik datang dari salah satu pegawai perempuan. Ia mengusulkan agar
pembalut disediakan di kantor bagi pegawai wanita yang tidak sempat
mempersiapkan kebutuhan saat datang bulan. Usulan ini bukan hanya bentuk
perhatian terhadap rekan kerja, tetapi juga langkah konkret dalam penguatan
implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di lingkungan KPKNL Jakarta IV.
Selain itu,
ada pula saran untuk mengadakan olahraga bersama secara rutin. Olahraga bukan
hanya menjaga kebugaran, tapi juga mempererat hubungan antarpegawai lintas
generasi. “Terima kasih juga, Pak, karena Bapak selalu mendukung kami
berolahraga dan menyalurkan hobi,” ujar seorang pegawai dengan tulus. Pegawai
lain juga turut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan yang telah berusaha
mengenal semua pegawai satu per satu dan membuat suasana kerja terasa lebih
hangat dan manusiawi.
Ucapan terima
kasih juga disampaikan kepada Subbagian Umum, yang dinilai tanggap memenuhi
kebutuhan pegawai seperti alat tulis kantor (ATK), obat-obatan, dan memperbaiki
sarana kerja yang rusak. Dukungan operasional yang cepat dan sigap menjadi
penopang penting bagi kelancaran aktivitas sehari-hari. Menutup sesi masukan,
seorang pegawai mengusulkan agar sharing session dalam kegiatan SEBARIN
(Selasa Berbagi Informasi) tidak hanya dilakukan oleh pelaksana, tetapi juga
oleh pejabat pengawas. “Kami ingin belajar dari pengalaman mereka, terutama
tentang kepemimpinan dan pengambilan keputusan,” ujarnya.
Kepala KPKNL
Jakarta IV mendengarkan setiap masukan dengan penuh perhatian. Dalam
tanggapannya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keterbukaan dan
semangat positif yang ditunjukkan seluruh peserta.
“Setiap suara penting. Dari
forum seperti inilah kita bisa tumbuh bersama, bukan hanya sebagai organisasi,
tapi sebagai keluarga besar yang saling peduli,” ujarnya menutup sesi
diskusi.
Forum ini
membuktikan bahwa mendengar adalah langkah awal menuju perubahan. Dengan
membuka ruang dialog yang setara, KPKNL Jakarta IV menumbuhkan kepercayaan dan
rasa memiliki di antara pegawai. Tidak ada lagi sekat antar generasi, pegawai
senior dan junior belajar memahami cara pandang satu sama lain, sehingga
perbedaan bukan lagi penghalang, melainkan kekayaan yang memperkuat organisasi.
KPKNL Jakarta
IV berkomitmen menjadikan “Saya Mendengar” sebagai kegiatan berkelanjutan, di
mana kegiatan berdiskusi dan pemberikan masukan yang membangun diupayakan untuk
terus hidup dan menumbuhkan keakraban, empati, dan semangat kolaborasi. Dengan
saling mendengar dan memahami, KPKNL Jakarta IV berupaya menunjukkan budaya
kerja yang lebih harmonis, inklusif, dan bertumbuh bersama dengan semangat
transformasi budaya Kementerian Keuangan.
Penulis : Nurul Laelly
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel