Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Jakarta IV
Perhatikan Hal-Hal Ini Sebelum Membeli Air Purifier

Perhatikan Hal-Hal Ini Sebelum Membeli Air Purifier

Hariz Muftie Hidayat
Rabu, 27 September 2023 |   6600 kali

Kualitas udara yang baik sangat penting bagi kesehatan kita, dan untuk memastikan kita menghirup udara yang bersih, banyak orang beralih ke penggunaan air purifier di rumah. Namun, bagaimana Anda memilih air purifier yang sesuai dengan tingkat polusi udara di sekitar Anda? Artikel ini akan membantu Anda memahami bagaimana AQI (Indeks Kualitas Udara) dan PM (Partikulat Matter) berperan dalam pemilihan air purifier yang tepat.

1. Memahami AQI dan PM

  • AQI (Indeks Kualitas Udara): AQI adalah pengukuran standar yang digunakan untuk mengukur tingkat polusi udara di suatu wilayah. Ini adalah indeks numerik yang berkisar dari 0 hingga 500, dengan nilai rendah menunjukkan kualitas udara yang baik dan nilai tinggi menunjukkan kualitas udara yang buruk. AQI menggambarkan tingkat polusi udara berdasarkan partikulat matter (PM), ozon, karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida.
  • PM (Partikulat Matter): Partikulat matter adalah campuran dari partikel-partikel kecil yang dapat terdapat di udara, termasuk PM2.5 dan PM10. PM2.5 adalah partikel dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer, sementara PM10 memiliki diameter kurang dari 10 mikrometer. Partikel ini dapat mencakup debu, serbuk sari, polusi industri, dan bahkan bakteri dan virus yang terperangkap di udara.

2. Tentukan Tingkat Polusi Udara di Daerah Anda

Langkah pertama dalam memilih air purifier adalah memahami tingkat polusi udara di daerah Anda. Anda dapat melihat laporan AQI dari lembaga lingkungan setempat atau menggunakan aplikasi ponsel yang menyediakan informasi tentang AQI terkini. Dengan mengetahui tingkat AQI, Anda akan lebih memahami seberapa serius masalah polusi udara di daerah Anda.

3. Pilih Air Purifier dengan Filter HEPA untuk PM2.5

Untuk mengatasi partikulat matter (terutama PM2.5) yang merupakan komponen utama dalam AQI, pilihlah air purifier yang dilengkapi dengan filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air). Filter HEPA efektif dalam menghilangkan partikel-partikel kecil seperti debu, serbuk sari, asap rokok, dan polusi udara lainnya. Pastikan air purifier memiliki kemampuan untuk mengatasi PM2.5 sesuai dengan tingkat AQI di daerah Anda.

4. Perhatikan Kapasitas Penyaringan

Kapasitas penyaringan air purifier harus sesuai dengan ukuran ruangan yang Anda inginkan untuk dibersihkan. Jika Anda ingin membersihkan seluruh rumah, pertimbangkan sistem air purifier yang terhubung ke sistem ventilasi rumah.

5. Evaluasi Sensor Kualitas Udara

Beberapa air purifier dilengkapi dengan sensor kualitas udara yang dapat mendeteksi perubahan dalam tingkat polusi udara dan menyesuaikan pengoperasian mereka secara otomatis. Ini bisa sangat berguna untuk memastikan bahwa air purifier beroperasi sesuai kebutuhan.

6. Pertimbangkan Fitur Tambahan

Selain fungsi dasar, beberapa air purifier juga menawarkan fitur tambahan seperti mode malam yang tenang, timer, dan pengendalian jarak jauh melalui aplikasi ponsel. Pertimbangkan fitur-fitur ini sesuai dengan preferensi Anda.

7. Tinjau Biaya Perawatan

Ingatlah untuk mempertimbangkan biaya perawatan, termasuk penggantian filter. Filter HEPA umumnya perlu diganti setiap 6 hingga 12 bulan, tergantung pada penggunaan.

Dengan memahami AQI dan PM serta mengikuti panduan di atas, Anda dapat memilih air purifier yang sesuai dengan tingkat polusi udara di daerah Anda, membantu menjaga kualitas udara di rumah Anda, dan mendukung kesehatan Anda serta keluarga.

 


Teks oleh Hariz Muftie H

Foto Ⓒ Levoit

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon