Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Pentingnya ASN Melek Teknologi
Dimas Aulia Tanaya
Rabu, 27 Oktober 2021   |   1263 kali

Otomatisasi seara nyata telah melanda kota-kota manufaktur di dunia, hal tersebut disampaikan oleh peneliti asal University of Oxford Dr Carl Frey. Adanya revolusi industri membantu manusia untuk meninggalkan penggunaan tenaga binatang, menciptakan peningkatan penggunaan listrik secara besar-besaran, dan mempercepat alur serta proses percampuran informasi, perubahan-perubahan tersebutlah yang diperkirakan akan mendasari perubahan keseluruhan sistem produksi, manajemen, dan kepemerintahan. Perkembangan teknologi yang begitu pesat juga diprediksi oleh beberapa orang akan menggantikan tenaga manusia. Benarkah hal tersebut?

Shauqi Gombang Aleyandra, Chairman Indonesia Humas Recource Summit (IHRS) pada tahun 2018 mengakui akan ada beberapa sektor pekerjaan dalam industri yang mungkin dapat tergantikan oleh kecanggihan teknologi, khususnya robot. Hanya saja, dari hasil penelitian hingga satu dekade ke depan, paling banyak hanya sebesar 15 persen saja teknologi yang dapat menggantikan peran manusia. Aleyandra  menyampaikan bahwa peran manusia sebagai tenaga kerja masih belum dapat tergantikan oleh kecanggihan teknologi, tetapi kemampuan manusia untuk bekerja dan beradaptasi dengan teknologi merupakan suatu hal yang tidak bisa dielakkan.

Sejak munculnya istilah “New Normal” di Indonesia, seluruh sektor bergerak menciptakan sistem kerja di tengah tatanan normal baru, termasuk juga sektor Pemerintahan. Oleh karena itu Pemerintah menekankan bagi seorang ASN untuk dapat beradaptasi pada tatanan normal baru yang secara tidak langsung memaksa segala sesuatu berjalan serba digital, maka saat ini Pemerintah semakin membutuhkan kompetensi pegawai yang melek teknologi sekaligus bisa tetap produktif dalam melakukan pekerjaannya. Hal ini sebagai bahan evaluasi untuk rekrutmen ASN kedepan khususnya persoalan kompetensi yang diperlukan.

Pemerintah khususnya Kementerian Keuangan sendiri sudah menerapkan beberapa aspek yang dilakukan digitalisasi dalam rangka beradaptasi atas adanya perkembangan teknologi. Kemenkeu menyebut hal tersebut dengan Transformasi Digital Kemenkeu. Beberapa contoh transformasi digital bagi internal Kemenkeu antara lain Kemenkeu e-Learning Center (KLC), e-Kemenkeu (office automation), dan Activity-Based Workplace (ABW).

Sebagai seorang ASN di Kementerian Keuangan kita seharusnya bisa ikut beradaptasi dengan adanya perkembangan teknologi tersebut, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk beradaptasi dengan adanya perkembangan teknologi di lingkungan pekerjaan. Seperti contohnya adalah aktif belajar bagaimana memanfaatkan teknologi, membiasakan diri menggunakan teknologi, dan mencari tahu teknologi yang akan diterapkan oleh kantor tempat kita bekerja. Beberapa hal tersebut dapat kita terapkan supaya kita selalu update terkait dengan perkembangan teknologi yang ada khususnya di tempat kita bekerja.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini