Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Jakarta I
Seri2 : “Tips Singkat Penggunaan Tiga “Aplikasi Dan Situs Gratisan” Dalam Mencari Lokasi Bidang Tanah Yang Telah Bersertifikat”

Seri2 : “Tips Singkat Penggunaan Tiga “Aplikasi Dan Situs Gratisan” Dalam Mencari Lokasi Bidang Tanah Yang Telah Bersertifikat”

Fia Malika Sabrina
Selasa, 03 September 2024 |   49149 kali

Bagian pertama dari tulisan ini telah membahas mengenai KEPO dan manfaat KEPO dalam melakukan identifikasi / penelusuran keberadaan fisik tanah yang telah bersertifikat dalam kaitan pelaksanaan mengelola kekayaan negara. Pada bagian pertama tersebut telah dibahas “cara membaca sertifikat” tanah sehingga hasil bacaan dimaksud dapat digunakan dalam penelusuran keberadaan fisik tanah yang telah bersertifikat, melalui pemanfaatan aplikasi dan situs gratisan yaitu Aplikasi Sentuh Tanahku, situs www.bhumi.atrbpn.go.id serta google maps (situs www.google.com/maps).


Guna menjaga kesinambungan dengan bagian pertama dari tulisan ini, maka segmentasi tulisan pada bagian kedua ini disusun sebagai kelanjutan dari bagian pertama yang berakhir pada section II.

III.                Tips      Pemanfaatan      Google      Maps,      Aplikasi      “Sentuh      Tanahku”,     dan       situs www.bhumi.atrbpn.go.id Dalam Mencari Bidang Tanah Yang Bersertifikat

Dalam mengidentifikasi keberadaan fisik bidang tanah yang sudah bersertifikat, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1.       Pahami bahwa proses digitalisasi sertifikat dan pemetaan digital oleh BPN, belum tuntas 100 persen, serta akurasi hasil pemetaan digital masih “50-50” (baca : 50 persen akurat, 50 persen tidak akurat) sehingga besar kemungkinan terjadi hal-hal sebagai berikut :

a.       Bidang tanah sudah bersertifikat tapi tidak dapat tersaji baik dalam Aplikasi Sentuh Tanahku maupun www.bhumi.atrbpn.go.id,

        b.      Bidang tanah sudah bersertifikat tersaji dalam Aplikasi Sentuh Tanahku tapi tidak tersaji dalam

www.bhumi.atrbpn.go.id,

c.       Bidang tanah sudah bersertifikat tidak tersaji dalam Aplikasi Sentuh Tanahku tapi tersaji dalam

www.bhumi.atrbpn.go.id,

d.      Bidang tanah sudah bersertifikat tersaji dalam Aplikasi Sentuh Tanahku dan www.bhumi.atrbpn.go.id, tetapi terdapat perbedaan atributnya, baik luas, NIB, maupun bentuk bidang, antara data pada dokumen dengan data di aplikasi/ situs dimaksud.

e.      Bidang tanah sudah bersertifikat tersaji dalam Aplikasi Sentuh Tanahku dan www.bhumi.atrbpn.go.id dan tidak terdapat perbedaan di antara aplikasi serta situs dimaksud dengan data pada dokumen sertifikat.

a.        

2.       Situs www.bhumi.atrbpn.go.id, menggunakan sistem koordinat Lintang – Bujur (Latitude- Longitude) / Geographic Coordinate System/ X Y, dan Google Maps dapat menyajikan data koordinat yang dengan format yg dibutuhkan oleh situs milik BPN tersebut.

       3.       Data yang perlu diperhatikan dari dokumen sertifikat :

a.       Jenis Hak

b.      5 digit nomor hak (untuk Aplikasi Sentuh Tanahku) / 14 digit nomor hak (untuk

www.bhumi.atrbpn.go.id)

         c.       Kantor Pertanahan penerbit sertifikat


d.      Desa / Kelurahan bidang tanah

e.      5 digit NIB (untuk www.bhumi.atrbpn.go.id)



A.      Langkah penelusuran keberadaan fisik bidang tanah yang telah bersertifikat, diawali dengan Aplikasi Sentuh Tanahku :

(Pastikan Aplikasi Sentuh Tanahku telah diinstall pada HP dan atau PC / Laptop)

1.       Buka Aplikasi Sentuh Tanahku

2.       Klik Lokasi Bidang


3.  Isi Data :

  a.  Jenis Hak yang dicari

 b.Kantor Pertanahan yang dituju

c. Desa / Kelurahan bidang tanah

         d.   Isi 5 digit nomor hak

         e. Isi Captcha

         f.   Klik Cari Bidang Tanah 

                

         4.  Bila bidang tanah tersebut sudah tersaji pada Aplikasi Sentuh Tanahku, maka akan muncul popup box Disclaimer, klik setuju

              

      5. Gambar lokasi dari bidang tersebut akan tampak seperti gambar berikut.

            

     6. Lakukan verifikasi data dokumen sertifikat dengan data dari Aplikasi Sentuh tanahku tersebut, terutama mengenai bentuk bidang tanah, serta batas-batas tanahnya.

     7. Perhatikan kemungkinan overlaping bidang tanah dengan bidang tanah lainnya.

          a. Bila ada indikasi overlap dengan bidang tanah yang lain, maka perlu perhatian tambahan untuk mendapatkan penjelasan dari Kantor Pertanahan terkait

               

          b. Bila tidak ada indikasi overlap dengan bidang tanah yang lain, maka kemungkinan besar bidang tanah dimaksud clear dari sisi pemetaan BPN

      8. Screen shot/ Capture gambar bidang tanah dimaksud.

     9. Untuk mengetahui tampilan di google maps, maka klik Rute. Selanjutnya aplikasi sentuh tanahku akan mengarahkan untuk membuka google.maps dengan atribut sebagaimana tersaji dalam aplikasi sentuh tanahku.

             

       10. Lakukan verifikasi yang diperlukan pada google maps

                

        11. Capture / catat koordinat di google maps yang berupa longitude-Latitude x,y (-6.819xxx, 107.558xxx) – Lihat gambar

        12. Bila google maps menyajikan data koordinat tersaji berupa UTM (jam, menit, detik), klik kanan pada titik bidang tanah yg dituju, dan copy / catat koordinat x,y yang tersaji – lihat gambar.

        13. Uji lokasi di google maps tersebut dengan data pada situs www.bhumi.atrbpn.go.id sebagai berikut :

               a. Masuk ke situs www.bhumi.atrbpn.go.id, klik Kunjungi BHUMI, klik Saya Setuju pada kotak Disclaimer yang muncul

                     

           b. Pilih kotak kedua pada base map

            c. Pilih opacity 100%

                   

            d.  Pilih pencarian dengan koordinat

            e. Masukan angka latitude (biasanya diawali dengan tanda (-)

            f. Masukan angka longitude (masukan 3 angka awal di belakang koma, pisahkan dengan titik)

            g. Klik Cari Kordinat.

          h. Anda akan diarahkan ke lokasi yg dituju

               

             i. Pastikan lokasi bidang sudah berwarna kuning tanda bahwa lokasi dimaksud telah dipetakan secara digital dan telah terbit hak atas tanah

             j. Klik bidang tanah dimaksud, pastikan muncul popup column yang berisikan atribut bidang tanah dimasud, yang berisikan informasi tentang Penggunaan, Tipe Hak, Luas dan NIB.

                 

           k. Verifikasi data pada butir 13.j, dengan data dokumen sertifikat, catat bila terdapat perbedaan.

           l. Bila terjadi keadaan sebagaimana dimaksud dalam langkah 7.a (ada indikasi overlaping), perhatikan sajian gambar bidang tanah pada langkah 13.j. Klik bidang yang overlap dengan bidang tanah yang dicari, lihat hasil popup columnnya, kemudian catat sebagai bagian dari tambahan informasi untuk dimintakan klarifikasi kepada Kantor Pertanahan terkait

         m. Selanjutnya klik lihat peta google untuk melakukan verifikasi dengan langkah 9, bila lokasi yg tersaji sama, maka silahkan klik direction, untuk menentukan awal perjalanan anda menuju lokasi bidang tanah tersebut.

          n. Bila terdapat perbedaan lokasi hasil langkah 9 dengan langkah 13.i, catat dan lakukan verifikasi ulang


         B. Langkah penelusuran keberadaan fisik bidang tanah yang telah bersertifikat, diawali dengan memasuki situs www.bhumi.atrbpn.go.id

              Langkah ini dilakukan bila hasil langkah A, tidak dapat dilanjutkan karena muncul pesan error dari Aplikasi Sentuh Tanahku : “Data Bidang Tanah Tidak Ditemukan dan kita memiliki NIB yang akurat dan atau anda telah memperoleh indikasi koordinat lokasi hasil telusur pada google maps.

            1. Anda telah memiliki data NIB

               a.       Lakukan langkah pada butir A.13.a s.d. c

               b.      Pilih pencarian dengan NIB

              c.       Isi data Kota/ Kabupaten

              d.      Isi data Desa/ Kelurahan

             e.      Masukan 5 digit NIB

              f.        Klik cari bidang

              g.       Ikuti langkah 13.i s.d. 13.n.

             

        2.   Anda telah memiliki anda telah memperoleh indikasi koordinat lokasi hasil telusur pada google maps. Ulangi langkah A.13


   C. Langkah penelusuran keberadaan fisik bidang tanah yang telah bersertifikat, diawali dengan memasuki situs google.maps

     1. Buka www.google.maps

     2. Klik search dan masukan alamat yang dituju berdasarkan data pada dokumen sertifikat/ lakukan penelusuran manual, dengan melakukan telusur peta di google maps, sampai menemukan indikasi titik lokasi bidang tanah dengan memperhatikan hal tersebut pada butir III.3.

    3. Bila titik indikasi lokasi bidang tanah sudah ditemukan lakukan langkah A.10 s.d. A. 13


            Tindaklanjut dari diketahuinya keberadaan bidang tanah yang telah beresertifikat tersebut tentunya sesuai dengan bidang tugas yang diemban oleh para KEPO-er, baik itu berupa persiapan langkah penyitaan, pemasangan plang penguasaan fisik oleh negara, pemblokiran, penilaian maupun pelaksanaan lelang serta tugas-tugas lainnya.

Apabila langkah pada butir III. A s.d. III. C tidak dapat ditempuh karena ketiga aplikasi / situs tersebut tidak dapat menyajikan indikasi data bidang tanah yang dibutuhkan / sajian data yang ditampilkan diragukan keakurasiannya, maka langkah yang dapat dilakukan KEPO-er adalah :

1.       Meminta penjelasan secara resmi kepada Kantor Pertanahan terkait

KPKNL / Unit terkait dapat mengajukan surat kepada Kantor Pertanahan terkait guna mendapat penjelasan resmi mengenai data yuridis serta fisik bidang tanah yang telah bersertifikat dimaksud, yang dimiliki oleh Kantor Pertanahan dimaksud, dengan menginformasikan bahwa telah melakukan penelusuran awal melalui seluruh alat bantu yang dapat diakses oleh masyarakat umum secara bebas (dengan melampirkan copy dokumen sertifikat, serta kewenangan yang dimiliki oleh KPKNL/ Unit terkait mengenai urgensi diperolehnya informasi tersebut).

 

2.       Meminta penjelasan secara resmi dari Kantor Desa/ Kelurahan terkait.

Selain meminta penjelasan kepada Kantor Pertanahan, KPKNL / Unit terkait dapat mengajukan surat kepada Kepala Desa/ Kelurahan terkait guna mendapat penjelasan resmi mengenai data mengenai fisik bidang tanah yang telah bersertifikat dimaksud sesuai dengan kewenangan instansi dimaksud. Hal ini disarankan untuk dilakukan, mengingat Desa/ Kelurahan adalah garda terdepan dalam pendataan aset berupa tanah.




IV.  SIMPULAN

KEPO selain memiliki tone yang negatif, juga memiliki sisi positif karena dapat mendorong para KEPO-er untuk secara kritis mengetahui informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas khususnya pengelolaan kekayaan negara.

 

Ke-KEPO-an dalam mengidentifikasi bidang tanah yang telah bersertifikat diawali dengan kemampuan KEPO-er dalam “membaca” data pada sertifikat tanah. Semakin tajam pengetahuan yang dimiliki, maka KEPO-er akan mudah mengoptimalkan pemanfaatan Aplikasi Sentuh Tanahku dipadukan dengan data pada www.bhumi.atrbpn.go.id dan google maps (www.google.com/maps), yang dapat membawa langkah efektif dan efisien dalam mengidentifikasi bidang tanah yang telah bersertifikat.

 

Manakala langkah tersebut di atas tidak berhasil, KEPO-er tidak perlu berkecil hati, karena ibarat pepatah “banyak jalan menuju Roma”, masih terdapat langkah lain yang secara resmi dapat dilakukan untuk mengidentifikasi bidang tanah yang telah bersertifikat dimaksud guna sebesar- besar kemakmuran rakyat.


 

                                                                                     "Et ipsa scientia potestas est." - Pengetahuan itu sendiri adalah kekuatan



Penulis :

R. Ahmad Iman Abdurahman - Pegawai Seksi Kepatuhan Internal KPKNL Jakarta I

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon