PERPISAHAN KEPALA KPKNL BOGOR SAAT MENJELANG RAMADHAN
Popi Damayanti
Selasa, 22 Mei 2018 |
166 kali
Bagi
pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), mutasi adalah
hal yang biasa. Setiap pegawai DJKN dikondisikan harus “siap setiap saat” jika
mendadak dimutasi entah kemana. Hal itu juga yang ada dibenak Abdul Manaf, seperti
yang diungkapkannya pada saat acara perpisahan dirinya dengan segenap jajaran
pegawai Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor pada Selasa 15 Mei 2018 di Aula KPKNL
Bogor. Acara perpisahan tersebut terasa berkesan karena dilaksanakan dua hari sebelum
datangnya Ramadhan yang jatuh pada Kamis 17 Mei 2018.
Bapak
dari tiga anak yang gemar berolahraga ini, telah memimpin KPKNL Bogor selama hampir tiga tahun, dimulai April 2015 dan berakhir seiring dengan
terbitnya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 312/KM.1/UP.11/2018 yang
memindahtugaskan ke KPKNL Serang.
Selama
kepemimpinannya banyak hal yang telah dilakukan, antara lain penataan rumah
arsip dan merubah area belakang kantor yang sebelumnya berupa deretan
rumah-rumah dinas yang sudah tidak layak huni menjadi aula pertemuan yang peruntukkannya
tidak hanya bagi internal KPKNL Bogor, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk
kegiatan unit-unit lain Kementerian Keuangan.
Abdul
Manaf berpesan agar KPKNL Bogor dapat mempertahankan prestasi tahun 2017 lalu sebagai
KPKNL terbaik di Jawa Barat. “Dirjen Kekayaan Negara ingin
menjadikan Bogor sebagai kantor percontohan dan ini tantangan bagi KPKNL Bogor”,
ujarnya. Menurut Abdul Manaf, prestasi yang telah diraih hanya dapat
dipertahankan jika pegawai KPKNL Bogor bekerja saling bersinergi dan mengesampingkan
ego seksi. Pendapat Abdul Manaf tersebut selaras dengan salah satu slogan kantor
pusat Kementerian Keuangan yang menyebut one
ministry one family, di lingkup KPKNL Bogor menjadi one office one family, guna menunjukan bahwa antar pegawai harus
saling bersinergi.
Lebih lanjut, Abdul Manaf mengungkapkan rasa terimakasihnya
kepada para kepala seksi dan seluruh pegawai KPKNL Bogor atas kerjasamanya
selama ini serta permohonan maaf apabila selama kepemimpinannya terdapat
kekhilafan. Sebagai penutup, Abdul Manaf melantunkan beberapa pantun indah
penuh makna dua diantaranya:
Pagi
dan petang dari Bekasi, menyusuri jalan si jagorawi. Kami sekarang memohon
diri, nanti suatu hari kita bersua lagi.
Buah
delima biji selasih, dibawa anak dari Sukabumi. Saya ucapkan terima kasih, atas
kerjasamanya selama ini.
Selamat bertugas di tempat baru Pak Manaf, semoga semakin
sukses dan berkah untuk semua. Amiin YRA. (Teks/foto: Pop/Bow)
Foto Terkait Kilas Peristiwa