Tips Meningkatkan Engagement di Media Sosial
Wifda Indriani
Selasa, 27 Juni 2023 |
3662 kali
Media Sosial di era
teknologi digital telah terbukti menjadi tools yang
menjanjikan bagi masyarakat dunia untuk berbagi informasi sampai dengan
pengembangan usaha atau bisnis. Pemerintah selaku penyelenggara layanan publik
juga turut memanfaatkan media sosial sebagai tools yang digunakan dalam
strategi komunikasi terhadap program pemerintah yang sedang dijalankan.
Harapannya tentu agar masyarakat memahami apa yang sedang dikerjakan pemerintah
sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi dalam menjalankan pemerintahan.
Namun demikian, penggunaan media sosial ini belum tentu berdampak terhadap
tujuan yang diharapkan diraih baik dari personal, entitas binis, maupun
pemerintah. Permasalahan yang mendasar yang sering dihadapi adalah bagaimana
meningkatkan engagement media sosial agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Nah, tulisan ini akan mencoba menyajikan beberapa tips atau upaya untuk
peningkatan engagement media sosial yang digunakan.
Sebelum membahas masalah
upaya yang perlu dilakukan, yuk kita kulik dulu pengertian media sosial menurut
beberapa ahli. Menurut Di Gangi dan Wasko (2016), mengutip tulisan Kaplan dan
Haeinlein (2010), media sosial didefinisikan sebagai sejumlah aplikasi berbasis
internet yang bertujuan membangun fondasi teknologi dan ideologi dari Web 2.0
yang memungkinkan terciptanya dan adanya pertukaran konten yang dibuat oleh
user dalam aplikasi dimaksud. Menurut penulis, ini merupakan gambaran yang amat
tepat terhadap media sosial yang kita kenal sekarang. Sebut saja, facebook,
youtube, instagram, dan tiktok yang berdasarkan dari data statistik merupakan 4
media sosial terbesar yang digunakan di dunia. Nah, paling banyak pengguna
aktif adalah sebesar 2.958 Juta orang pada aplikasi facebook sampai dengan
Januari 2023 (Statistita, 2023). Artinya, ini sekitar 37 persen dari penduduk
dunia yang jumlahnya menurut PBB diduga tembus sampai dengan 8 Miliar orang
pada tahun 2023, menggunakan facebook.
Dari sekian banyak
pengguna tersebut, tentu belum semua pengguna yang menggunakan media sosial
secara efektif sehingga merasakan manfaat dari media sosial dimaksud. Banyak
juga dari pengguna yang bahkan kesulitan dalam meningkatkan keterikatan dengan
pengguna lainnya terhadap konten yang sudah dibuat pada media sosial. Padahal
media sosial dipandang sebagai model bisnis baru dimana nilai dari sebuah
bisnis diciptakan bersama oleh pengguna media sosial dengan cara pengguna
berkontribusi, mengambil, dan mengeksplorasi konten dengan pengguna media
sosial lainnya melalui suatu platform tertentu (Di Gangi & Wasko, 2016).
Keterikatan yang menggambarkan konektivitas antara para pengguna dalam media
sosial terhadap konten yang disediakan oleh pengguna atau disebut sebagai User
Generated Content (UGC) merupakan salah satu kunci keberhasilan dari penggunaan
media sosial.
Menariknya,
konektivitas atau keterlibatan yang terbangun dari penggunaan media sosial atau
yang dikenal dengan istilah “engagement” ini diartikan oleh Bowen (2009)
sebagai suatu konsep proses psikologi yang mendorong loyalitas dari kustomer
(Trunfio & Rossi, 2021). Hal ini dibuktikan dengan adanya interaksi
terhadap konten yang telah dipublikasi melalui media sosial, yang diekspresikan
melakukan kegiatan seperti menyukai konten, berkomentar terhadap konten, dan
berbagi kepada pengguna lain (Barger et al., 2016) atas konten yang
sudah terpublikasi sebagai bentuk loyalitas, kepuasan, kepercayaan, dan
komitmen (Van Doorn et al., 2010).
Nah, kalau kita
memperhatikan fitur interaksi pada media sosial, secara umum memiliki 3 tipe
fitur interaksi, yaitu percakapan di antara pengguna melalui Direct Message
misalnya, penyebaran informasi (amplifikasi) terhadap konten yang sudah
terpublikasi, dan reaksi/respon dari pengguna terhadap konten yang sudah dibuat
baik itu like atau sekedar kolom komentar. Dari ketiga jenis fitur, tentu kita dapat
mempertimbangkan upaya apa saja yang perlu diterapkan sehingga engagement
penggunaan media sosial meningkat.
Penulis memiliki
beberapa pendapat terhadap upaya yang dapat dipraktekkan untuk meningkatkan
engagement di media sosial, sebagai berikut:
1. Melakukan posting konten secara konsisten. Tentunya ini menandakan bahwa kita komitmen dan serius untuk memberikan informasi terhadap produk/layanan jasa yang memang ditawarkan kepada masyarakat/pasar minimal yang memiliki dan aktif mengakses media sosial.
2.
Mengetahui betul kapan
suatu konten harus dipublikasikan dan seberapa sering harus melakukan publikasi.
Karena kadang terlalu banyak konten dalam beberapa jam/hari, walaupun produktif,
bisa jadi cenderung membosankan. Prinsipnya, publikasi terhadap konten tertentu
juga jangan sampai kehilang momen.
3.
Kreatif dalam menyajikan
konten, misal tidak melulu grafis tapi dengan video, atau grafis tapi dalam bentuk kartun/animasi, penekanan konten yang sifatnya “story telling”
sehingga terasa lebih mengena dan lebih approachable di mata publik. Tentu
kalau kontennya memberi kesan membosankan, terdapat kemungkinan tidak adanya
respon dan amplifikasi dari pengguna terhadap konten yang telah dipublikasi
ataupun kalau pun ada malah jadi kontraproduktif. Ini tentu yang kita hindari.
4.
Membuat konten yang
bernilai, tidak asal-asalan, punya konsep, karena ini dapat berpengaruh
terhadap reputasi yang dibangun dan persepsi pengguna.
5. Fokus terhadap konten yang diamplifikasi oleh user, apalagi kalau sifat kontennya positif buat kita atau konten yang menjadi bahasan/trending di media sosial. Misal tahun lalu sedang trend, menggunakan istilah “it’s my dream, not hers ” dari mini series berjudul “layangan putus”. Konten serupa ini bisa jadi trigger ide-ide penyajian publikasi yang memancing untuk direspon oleh pengguna media sosial.
6.
Menggunakan model
permainan, atau dikenal dengan model gamification, untuk meningkatkan
interaksi, misal membuat semacam kuis atau kontes, atau memberikan poin atau
rangking terhadap penyebaran konten yang sifatnya positif, mungkin kalau memang
memang punya anggaran khusus memberikan giveaway ke pengguna sebagai “small
token” apresiasi kita sehingga menarik dan menyenangkan bagi pengguna serta memotivasi
pengguna untuk melakukan amplifikasi terhadap konten yang telah dibuat.
7.
Menggunakan omnichannel
atau sebanyak-banyaknya platform lain untuk mempromosikan konten, misal kalau
sudah update di instagram, dipromosikan juga lewat status whatsapp, atau share
ke group whatsapp, bisa juga disebar lewat twitter.
8.
Menggunakan hashtag
yang relevan dan tepat untuk memperluas jaringan dan gunakan caption yang
menarik dan tentu jangan sampai membosankan. Caption yang cenderung menghibur
tentu akan menyenangkan.
9.
Mengusahakan untuk
memberi respon dengan cepat terhadap komen atau percakapan dari pengguna lain.
Tentunya, tips ini harus disesuaikan dengan strategi komunikasi yang sudah disusun untuk mencapai tujuan yang diharapkan ya. Memilih media sosial yang cocok dan menambah jejaring untuk menambah pengguna yang mengikuti (follow) atau berlangganan (subscribe) konten kita tentu kunci lain yang perlu diperhatikan untuk peningkatan engagement di media sosial. Selamat mencoba!
Penulis : Wifda Indriani (Kepala Seksi PKN KPKNL Bogor)
Referensi Bacaan:
Barger, V., Peltier, J. W., & Schultz, D. E. (2016). Social media and consumer engagement: A review and research agenda. Journal of Research in Interactive Marketing, 10(4), 268–287. https://doi.org/10.1108/JRIM-06-2016-0065
Bowden, J. (2009). The process of customer engagement: A conceptual framework. Journal of Marketing Theory and Practice, 17(1), 63–74.
Di Gangi, P. M., & Wasko, M. M. (2016). Social Media Engagement Theory: Exploring the
Influence of User Engagement on Social Media Usage. Journal of Organizational and End User
Computing (JOEUC), 28(2), 53-73.
Trunfio, M., Rossi, S. Conceptualising and measuring social media engagement: A systematic literature review. Ital. J. Mark. 2021, 267–292 (2021). https://doi.org/10.1007/s43039-021-00035-8
Van Doorn, J., Lemon, K. N., Mittal, V., Nass, S., Pick, D., Pirner, P., & Verhoef, P. C. (2010). Customer engagement behavior: Theoretical foundations and research directions. Journal of Service Research, 13(3), 253–266. https://doi.org/10.1177/1094670510375599
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20221115075404-37-387942/populasi-dunia-hari-ini-capai-8-miliar-pbb-kasih-warning-ini
https://www.statista.com/statistics/272014/global-social-networks-ranked-by-number-of-users/
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |