Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Bogor
Tips Meningkatkan Engagement di Media Sosial

Tips Meningkatkan Engagement di Media Sosial

Wifda Indriani
Selasa, 27 Juni 2023 |   3662 kali

Media Sosial di era teknologi digital telah terbukti menjadi tools yang menjanjikan bagi masyarakat dunia untuk berbagi informasi sampai dengan pengembangan usaha atau bisnis. Pemerintah selaku penyelenggara layanan publik juga turut memanfaatkan media sosial sebagai tools yang digunakan dalam strategi komunikasi terhadap program pemerintah yang sedang dijalankan. Harapannya tentu agar masyarakat memahami apa yang sedang dikerjakan pemerintah sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi dalam menjalankan pemerintahan. Namun demikian, penggunaan media sosial ini belum tentu berdampak terhadap tujuan yang diharapkan diraih baik dari personal, entitas binis, maupun pemerintah. Permasalahan yang mendasar yang sering dihadapi adalah bagaimana meningkatkan engagement media sosial agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Nah, tulisan ini akan mencoba menyajikan beberapa tips atau upaya untuk peningkatan engagement media sosial yang digunakan.

 

Sebelum membahas masalah upaya yang perlu dilakukan, yuk kita kulik dulu pengertian media sosial menurut beberapa ahli. Menurut Di Gangi dan Wasko (2016), mengutip tulisan Kaplan dan Haeinlein (2010), media sosial didefinisikan sebagai sejumlah aplikasi berbasis internet yang bertujuan membangun fondasi teknologi dan ideologi dari Web 2.0 yang memungkinkan terciptanya dan adanya pertukaran konten yang dibuat oleh user dalam aplikasi dimaksud. Menurut penulis, ini merupakan gambaran yang amat tepat terhadap media sosial yang kita kenal sekarang. Sebut saja, facebook, youtube, instagram, dan tiktok yang berdasarkan dari data statistik merupakan 4 media sosial terbesar yang digunakan di dunia. Nah, paling banyak pengguna aktif adalah sebesar 2.958 Juta orang pada aplikasi facebook sampai dengan Januari 2023 (Statistita, 2023). Artinya, ini sekitar 37 persen dari penduduk dunia yang jumlahnya menurut PBB diduga tembus sampai dengan 8 Miliar orang pada tahun 2023, menggunakan facebook.

 

Dari sekian banyak pengguna tersebut, tentu belum semua pengguna yang menggunakan media sosial secara efektif sehingga merasakan manfaat dari media sosial dimaksud. Banyak juga dari pengguna yang bahkan kesulitan dalam meningkatkan keterikatan dengan pengguna lainnya terhadap konten yang sudah dibuat pada media sosial. Padahal media sosial dipandang sebagai model bisnis baru dimana nilai dari sebuah bisnis diciptakan bersama oleh pengguna media sosial dengan cara pengguna berkontribusi, mengambil, dan mengeksplorasi konten dengan pengguna media sosial lainnya melalui suatu platform tertentu (Di Gangi & Wasko, 2016). Keterikatan yang menggambarkan konektivitas antara para pengguna dalam media sosial terhadap konten yang disediakan oleh pengguna atau disebut sebagai User Generated Content (UGC) merupakan salah satu kunci keberhasilan dari penggunaan media sosial.

 

Menariknya, konektivitas atau keterlibatan yang terbangun dari penggunaan media sosial atau yang dikenal dengan istilah “engagement” ini diartikan oleh Bowen (2009) sebagai suatu konsep proses psikologi yang mendorong loyalitas dari kustomer (Trunfio & Rossi, 2021). Hal ini dibuktikan dengan adanya interaksi terhadap konten yang telah dipublikasi melalui media sosial, yang diekspresikan melakukan kegiatan seperti menyukai konten, berkomentar terhadap konten, dan berbagi kepada pengguna lain (Barger et al., 2016) atas konten yang sudah terpublikasi sebagai bentuk loyalitas, kepuasan, kepercayaan, dan komitmen (Van Doorn et al., 2010).

 

Nah, kalau kita memperhatikan fitur interaksi pada media sosial, secara umum memiliki 3 tipe fitur interaksi, yaitu percakapan di antara pengguna melalui Direct Message misalnya, penyebaran informasi (amplifikasi) terhadap konten yang sudah terpublikasi, dan reaksi/respon dari pengguna terhadap konten yang sudah dibuat baik itu like atau sekedar kolom komentar. Dari ketiga jenis fitur, tentu kita dapat mempertimbangkan upaya apa saja yang perlu diterapkan sehingga engagement penggunaan media sosial meningkat.

 

Penulis memiliki beberapa pendapat terhadap upaya yang dapat dipraktekkan untuk meningkatkan engagement di media sosial, sebagai berikut:

1.    Melakukan posting konten secara konsisten. Tentunya ini menandakan bahwa kita komitmen dan serius untuk memberikan informasi terhadap produk/layanan jasa yang memang ditawarkan kepada masyarakat/pasar minimal yang memiliki dan aktif mengakses media sosial.

2.    Mengetahui betul kapan suatu konten harus dipublikasikan dan seberapa sering harus melakukan publikasi. Karena kadang terlalu banyak konten dalam beberapa jam/hari, walaupun produktif, bisa jadi cenderung membosankan. Prinsipnya, publikasi terhadap konten tertentu juga jangan sampai kehilang momen.

3.    Kreatif dalam menyajikan konten, misal tidak melulu grafis tapi dengan video, atau grafis tapi dalam bentuk kartun/animasi, penekanan konten yang sifatnya “story telling” sehingga terasa lebih mengena dan lebih approachable di mata publik. Tentu kalau kontennya memberi kesan membosankan, terdapat kemungkinan tidak adanya respon dan amplifikasi dari pengguna terhadap konten yang telah dipublikasi ataupun kalau pun ada malah jadi kontraproduktif. Ini tentu yang kita hindari.

4.    Membuat konten yang bernilai, tidak asal-asalan, punya konsep, karena ini dapat berpengaruh terhadap reputasi yang dibangun dan persepsi pengguna.

5.    Fokus terhadap konten yang diamplifikasi oleh user, apalagi kalau sifat kontennya positif buat kita atau konten yang menjadi bahasan/trending di media sosial. Misal tahun lalu sedang trend, menggunakan istilah “it’s my dream, not hers ” dari mini series berjudul “layangan putus”. Konten serupa ini bisa jadi trigger ide-ide penyajian publikasi yang memancing untuk direspon oleh pengguna media sosial.

6.    Menggunakan model permainan, atau dikenal dengan model gamification, untuk meningkatkan interaksi, misal membuat semacam kuis atau kontes, atau memberikan poin atau rangking terhadap penyebaran konten yang sifatnya positif, mungkin kalau memang memang punya anggaran khusus memberikan giveaway ke pengguna sebagai “small token” apresiasi kita sehingga menarik dan menyenangkan bagi pengguna serta memotivasi pengguna untuk melakukan amplifikasi terhadap konten yang telah dibuat.

7.    Menggunakan omnichannel atau sebanyak-banyaknya platform lain untuk mempromosikan konten, misal kalau sudah update di instagram, dipromosikan juga lewat status whatsapp, atau share ke group whatsapp, bisa juga disebar lewat twitter.

8.    Menggunakan hashtag yang relevan dan tepat untuk memperluas jaringan dan gunakan caption yang menarik dan tentu jangan sampai membosankan. Caption yang cenderung menghibur tentu akan menyenangkan.

9.    Mengusahakan untuk memberi respon dengan cepat terhadap komen atau percakapan dari pengguna lain.

Tentunya, tips ini harus disesuaikan dengan strategi komunikasi yang sudah disusun untuk mencapai tujuan yang diharapkan ya. Memilih media sosial yang cocok dan menambah jejaring untuk menambah pengguna yang mengikuti (follow) atau berlangganan (subscribe) konten kita tentu kunci lain yang perlu diperhatikan untuk peningkatan engagement di media sosial. Selamat mencoba!


Penulis : Wifda Indriani (Kepala Seksi PKN KPKNL Bogor)


Referensi Bacaan:


Barger, V., Peltier, J. W., & Schultz, D. E. (2016). Social media and consumer engagement: A review and research agenda. Journal of Research in Interactive Marketing, 10(4), 268–287. https://doi.org/10.1108/JRIM-06-2016-0065

 

Bowden, J. (2009). The process of customer engagement: A conceptual framework. Journal of Marketing Theory and Practice, 17(1), 63–74.



Di Gangi, P. M., & Wasko, M. M. (2016). Social Media Engagement Theory: Exploring the

Influence of User Engagement on Social Media Usage. Journal of Organizational and End User

Computing (JOEUC), 28(2), 53-73.

 

Trunfio, M., Rossi, S. Conceptualising and measuring social media engagement: A systematic literature review. Ital. J. Mark. 2021, 267–292 (2021). https://doi.org/10.1007/s43039-021-00035-8


Van Doorn, J., Lemon, K. N., Mittal, V., Nass, S., Pick, D., Pirner, P., & Verhoef, P. C. (2010). Customer engagement behavior: Theoretical foundations and research directions. Journal of Service Research, 13(3), 253–266. https://doi.org/10.1177/1094670510375599




https://www.cnbcindonesia.com/tech/20221115075404-37-387942/populasi-dunia-hari-ini-capai-8-miliar-pbb-kasih-warning-ini



https://www.statista.com/statistics/272014/global-social-networks-ranked-by-number-of-users/




Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon