KPKNL Ambon Selenggarakan In House Training Penguatan Soft Competency untuk Mewujudkan APT yang Profesional, Responsif, dan Berintegritas
Riski Saputri
Kamis, 09 Juli 2026 |
8 kali
Ambon 9 Juli 2026 – Dalam rangka
meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat budaya pelayanan
prima, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ambon
menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Penguatan Soft
Competency untuk Mewujudkan APT KPKNL Ambon yang Profesional, Responsif,
dan Berintegritas”. Kegiatan ini menghadirkan Vice President Learning
Faculty Member PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), Stephen Jayadi, sebagai
narasumber dengan materi “Key to Winning Customer Loyalty: Strategi
Membangun Kepercayaan, Memberikan Pengalaman, dan Menciptakan Loyalitas.”
Kegiatan
dibuka oleh Kepala KPKNL Ambon, Wielly
Prasekti, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya upaya peningkatan
kualitas pelayanan di KPKNL Ambon agar semakin baik dan mampu melampaui standar
yang telah ditetapkan. Menurutnya, pelayanan yang prima tidak hanya diwujudkan
melalui pemenuhan standar layanan, tetapi juga melalui komitmen seluruh pegawai
untuk terus berinovasi, memberikan pengalaman layanan yang positif, serta
mengedepankan profesionalisme, responsivitas, dan integritas dalam setiap
pelaksanaan tugas. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai KPKNL Ambon
dapat memperkuat kompetensi dan budaya pelayanan sehingga mampu mewujudkan
pelayanan prima bagi seluruh pengguna layanan.
Turut
memberikan sambutan, Head of Credit Recovery Group PT BCA Tbk., Edy
Untung, yang menyampaikan apresiasi atas undangan dari KPKNL Ambon untuk
berbagi pengalaman dan praktik terbaik di bidang pelayanan. Ia menegaskan
pentingnya sinergi dan kolaborasi antarlembaga sebagai fondasi dalam mewujudkan
pelayanan yang semakin baik kepada para pemangku kepentingan. “Kami mengucapkan terima kasih atas
kesempatan yang diberikan untuk dapat berbagi dalam kegiatan ini. Kami berharap
sinergi dan koordinasi yang telah terjalin dengan baik dapat terus
dipertahankan dan ditingkatkan guna mewujudkan visi dan tujuan bersama dalam
memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Dalam
pemaparannya, Stephen
Jayadi, menyampaikan bahwa pelayanan merupakan DNA dari sebuah organisasi,
sedangkan kepercayaan merupakan produk utama yang dihasilkan dari pelayanan
tersebut. Oleh karena itu, setiap organisasi harus mampu menjaga kualitas
layanannya secara konsisten agar dapat membangun kepercayaan dan loyalitas
pelanggan.
“Service
tidak pernah titik, biarkan selalu koma,” ungkapnya, menegaskan bahwa pelayanan
merupakan sebuah proses yang harus terus diperbaiki dan dikembangkan secara
berkelanjutan. Lebih
lanjut, beliau menjelaskan bahwa pelayanan prima dibangun melalui tiga aspek
utama, yaitu toolset, skillset, dan mindset. Menurutnya, tantangan dan
permasalahan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan justru menjadi sarana
pembelajaran bagi organisasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas
layanan.
Narasumber juga
menekankan pentingnya membangun pola pikir yang terbuka terhadap setiap
permasalahan. Setiap keluhan dan masukan dari pengguna layanan harus dipandang
sebagai kesempatan untuk memperbaiki proses bisnis dan meningkatkan kualitas
pelayanan. Selain itu, pelayanan yang baik tidak hanya berfokus pada
penyelesaian transaksi, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan emosional
pelanggan. Empati menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman positif bagi
pengguna layanan sehingga mampu membangun hubungan yang baik dan meningkatkan
loyalitas.
Dalam
sesi diskusi dan tanya jawab, peserta secara aktif menyampaikan berbagai
pengalaman dan tantangan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna layanan.
Diskusi juga membahas pentingnya sinergi antara unit layanan depan dan unit
pendukung, pengelolaan basis data pelanggan, serta pentingnya komunikasi dan
koordinasi internal dalam menjaga konsistensi kualitas pelayanan.
Selanjutnya, Narasumber
membagikan tahapan menuju pelayanan prima, mulai dari basic service,
expected service, desired service, hingga surprising service dan
unbelievable service. Menurutnya, budaya pelayanan yang unggul tidak dapat
dibangun secara instan, tetapi membutuhkan komitmen, konsistensi, dan
pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.
Melalui
kegiatan ini, KPKNL Ambon diharapkan dapat semakin memperkuat budaya pelayanan
yang profesional, responsif, dan berintegritas serta meningkatkan kemampuan
seluruh pegawai dalam memberikan pengalaman pelayanan yang positif bagi para
pengguna layanan. Penguatan soft competency menjadi salah satu langkah
strategis dalam mewujudkan organisasi yang adaptif dan berorientasi pada
pelayanan prima, sejalan dengan semangat Kementerian Keuangan untuk terus
memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Foto Terkait Berita