Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Ambon
KPKNL Ambon Selenggarakan In House Training Penguatan Soft Competency untuk Mewujudkan APT yang Profesional, Responsif, dan Berintegritas

KPKNL Ambon Selenggarakan In House Training Penguatan Soft Competency untuk Mewujudkan APT yang Profesional, Responsif, dan Berintegritas

Riski Saputri
Kamis, 09 Juli 2026 |   8 kali

Ambon 9 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat budaya pelayanan prima, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ambon menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Penguatan Soft Competency untuk Mewujudkan APT KPKNL Ambon yang Profesional, Responsif, dan Berintegritas”. Kegiatan ini menghadirkan Vice President Learning Faculty Member PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), Stephen Jayadi, sebagai narasumber dengan materi “Key to Winning Customer Loyalty: Strategi Membangun Kepercayaan, Memberikan Pengalaman, dan Menciptakan Loyalitas.”

Kegiatan dibuka oleh Kepala KPKNL Ambon, Wielly Prasekti, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya upaya peningkatan kualitas pelayanan di KPKNL Ambon agar semakin baik dan mampu melampaui standar yang telah ditetapkan. Menurutnya, pelayanan yang prima tidak hanya diwujudkan melalui pemenuhan standar layanan, tetapi juga melalui komitmen seluruh pegawai untuk terus berinovasi, memberikan pengalaman layanan yang positif, serta mengedepankan profesionalisme, responsivitas, dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai KPKNL Ambon dapat memperkuat kompetensi dan budaya pelayanan sehingga mampu mewujudkan pelayanan prima bagi seluruh pengguna layanan.

Turut memberikan sambutan, Head of Credit Recovery Group PT BCA Tbk., Edy Untung, yang menyampaikan apresiasi atas undangan dari KPKNL Ambon untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik di bidang pelayanan. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarlembaga sebagai fondasi dalam mewujudkan pelayanan yang semakin baik kepada para pemangku kepentingan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk dapat berbagi dalam kegiatan ini. Kami berharap sinergi dan koordinasi yang telah terjalin dengan baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mewujudkan visi dan tujuan bersama dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Stephen Jayadi, menyampaikan bahwa pelayanan merupakan DNA dari sebuah organisasi, sedangkan kepercayaan merupakan produk utama yang dihasilkan dari pelayanan tersebut. Oleh karena itu, setiap organisasi harus mampu menjaga kualitas layanannya secara konsisten agar dapat membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.

“Service tidak pernah titik, biarkan selalu koma,” ungkapnya, menegaskan bahwa pelayanan merupakan sebuah proses yang harus terus diperbaiki dan dikembangkan secara berkelanjutan. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pelayanan prima dibangun melalui tiga aspek utama, yaitu toolset, skillset, dan mindset. Menurutnya, tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan justru menjadi sarana pembelajaran bagi organisasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan.

Narasumber juga menekankan pentingnya membangun pola pikir yang terbuka terhadap setiap permasalahan. Setiap keluhan dan masukan dari pengguna layanan harus dipandang sebagai kesempatan untuk memperbaiki proses bisnis dan meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, pelayanan yang baik tidak hanya berfokus pada penyelesaian transaksi, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan emosional pelanggan. Empati menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman positif bagi pengguna layanan sehingga mampu membangun hubungan yang baik dan meningkatkan loyalitas.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peserta secara aktif menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna layanan. Diskusi juga membahas pentingnya sinergi antara unit layanan depan dan unit pendukung, pengelolaan basis data pelanggan, serta pentingnya komunikasi dan koordinasi internal dalam menjaga konsistensi kualitas pelayanan.

Selanjutnya, Narasumber membagikan tahapan menuju pelayanan prima, mulai dari basic service, expected service, desired service, hingga surprising service dan unbelievable service. Menurutnya, budaya pelayanan yang unggul tidak dapat dibangun secara instan, tetapi membutuhkan komitmen, konsistensi, dan pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.

Melalui kegiatan ini, KPKNL Ambon diharapkan dapat semakin memperkuat budaya pelayanan yang profesional, responsif, dan berintegritas serta meningkatkan kemampuan seluruh pegawai dalam memberikan pengalaman pelayanan yang positif bagi para pengguna layanan. Penguatan soft competency menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan organisasi yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan prima, sejalan dengan semangat Kementerian Keuangan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Foto Terkait Berita

Floating Icon