Webinar : Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Maluku Melalui Desa Devisa dan dan Ekspor Berkelanjutan
Wisnu Herjuna
Selasa, 24 Juni 2025 |
141 kali
Ambon, 24 Juni 2025, Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Maluku Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan), mengadakan Webinar dengan tema Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Maluku Melalui Desa Devisa dan dan Ekspor Berkelanjutan. Webinar ini dilaksanakan secara daring pada 24 Juni 2025 dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan ekosistem ekspor di wilayah Maluku baik dari pemerintah maupun dari para pelaku usaha.
Dalam sambutannya sebagai Opening Speaker, Essty Purwadiani H (Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Maluku) mengharapkan acara ini dapat dijadikan momentum untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dari LPEI, khususnya program-program LPEI yang dapat diselaraskan dengan kebijakankebijakan di Pemerintah Daerah dan membuka peluang kemitraan ke depannya untuk mengatasi hambatan yang selama ini dihadapi pelaku usaha UMKM dan meningkatkan kapasitas usahanya supaya mampu Go Global sebagaimana visi besar Presiden Prabowo. Kepala KPKNL Ambon (Keynote Speaker) dalam kesempatan ini juga mendorong pelaku usaha di Provinsi Maluku untuk memanfaatkan marketplace yang dirancang khusus LPEI sebagai sarana edukasi ekspor, layanan informasi, inkubasi, peningkatan kapasitas, dan tempat bertemunya seller dan buyer (business matching). Kemudahan dan ketersediaan pelayanan yang lengkap pada marketplace diharapkan dapat mendorong pelaku usaha berorientasi ekspor untuk berani mendunia
Webinar ini dipandu oleh Moderator Achmad Junaidy (Special Mission Vehicle (SMV) Icon DJKN) dengan narasumber Nilla Meiditha (Kepala Departemen Jasa Konsultasi, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia). Dalam pemaparannya, nilai Meidhtha banyak menjelaskan dukungan yang selama ini telah diberikan LPEI dalam penguatan ekspor para pelaku usaha UMKM. Dukungan tersebut berupa pembiayaan, penjaminan, Asuransi dan Jasa Konsultasi. Menurut Nilla Meiditha, selain mendukung kinerja UMKM yang telah melakukan penjualan produknya secara ekspor, LPEI juga mempunyai program-program terstruktur untuk mendampingi UMKM yang mempunyai produk unggulan dan akan memulai pemasarannya melalui ekspor. Salah satu pendampingan tersebut berupa Desa Devisa. Sampai dengan tahun 2024, LPEI telah membangun 1.845 Desa Devisa di berbagai wilayah Indonesia. Program Desa Devisa ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di Provinsi Maluku sehingga dapat mengulang kesukseskan desa devisa di beberapa wilayah misalnya Desa Devisa Tenun di Palembang, Sumatera Selatan dan Desa Devisa Sagu di Kepulauan Meranti, Riau. sudah terdapat lebih dari 5.000 mitra binaan dan 1.098 Ekspotir baru hasil pendampingan yang dilakukan secara intensif oleh LPEI.
Webinar ini juga menggali beberpa pertanyaan dari peserta diantaranya Dyah dari UMKM Mie Sagu di Ambon. Dyah mengungkapkan bahwa saat ini produknya telah diekspor dengan skala kecil ke beberapa negara diantaranya Australia dan Amerika. Dalam pelaksanaanya, beberpa hambatan yang sering ditemui adalah terkait dengan sertipikasi standar produk yang disyaratkan masing-masing negara serta biaya pengiriman yang cukup mahal bila dikirimkan langsung dari ambon ke luar negeri. Dyah meminta LPEI dapat ikut mendampingi dalam menemukan solusi terbaik dari permsalahan ini. Atas pertanyaan tersebut Nilla Meiditha menyampaikan bahwa LPEI hanya sebatas mendampingi pelaku usaha agar dapat meningkatkan kualitas produknya sehingga layak untuk mendapatkan sertipikasi dari otoritas yang berwenang. Untuk kemudian, Pelaku usaha sendiril-ah yang nantinya harus memproses permohonan sertipikasi tersebut baik administrasinya dan persyaratannya ke otoritas yang berwenang.
Terkait dengan biaya pengiriman yang mahal, Nilla Meiditha menjelaskan bahwa menekan biaya pengiriman logistik merupakan suatu tantangan sendiri karena didalamnya banyak melibatkan pemangku kepentingan sesuai dengan wewenangnya masing-masing. Nilla Meiditha mengharapkan para pemangku kepentingan bidang logistic di wilayah Provinsi Ambon duduk bersama agar dapat menemukan solusi efektif agar dapat menekan biaya pengiriman yang dirasa cukup memberatkan pelaku usaha. Hal ini juga telah dilaksanakan diberbagai wilayah di Indonesia dengan membentuk forum diskusi percepatan ekspor yang mempunyai solusi beragam untuk menekan biaya pengiriman atau memberikan insentif tertentu bagi pelaku usaha. Sebagai penutup, Achmad Junaedy (moderator) mengharapkan kegiatan ini dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata sehingga program-program unggulan LPEI dapat segera dimanfaatkan para pelaku usaha UMKM di Ambon untuk mengakselerasi pertumbuhan usahannya.
Foto Terkait Berita