Press Release ALCo Regional Provinsi Sumatera Selatan Periode Agustus 2022
Dewi Lestuti Ambarwati
Jum'at, 30 September 2022 |
175 kali
Bantalan Sosial Tambahan Sebagai Bentuk
Pengalihan Subsidi BBM
Press
Release Asset and Liabillites Committee (ALCo) Sumatera Selatan Periode Agustus 2022 telah
diselenggarakan pada 29/09/2022. Forum ALCo Sumatera Selatan yang beranggotakan
seluruh Kantor Wilayah Kementerian Keuangan di Sumatera Selatan merilis Kinerja
dan FakTa (KiTa) Periode Agustus 2022 dengan mengungkap kinerja APBN Sumatera
Selatan dari sisi pendapatan, pengeluaran, dan isu strategis sampai dengan 31
Agustus 2022.
Berkaitan
dengan realisasi belanja negara yang terealisasi sebesar Rp23,92 triliun atau sebesar
56,30 persen dari pagu yang ditetapkan. Terdiri dari belanja Pemerintah Pusat
Rp7,59 triliun dan belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp16,32 triliun.
Belanja Pemerintah Pusat ini terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp3,49
triliun, belanja barang sebesar Rp2,77 triliun, belanja modal sebesar Rp1,12
triliun, dan belanja sosial sebesar Rp1,32 triliun. Belanja Kementerian/Lembaga
turun sebesar Rp1,27 triliun dari tahun lalu. Penurunan realisasi dikarenakan
penyelesaian tagihan yang menyesuaikan proses revisi di tingkat pusat secara
nasional, ada kegiatan yang belum dikontrakan, serta pengajuan dokumen tagihan
negara kepada PPK yang memerlukan waktu.
Sementara
belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) terdiri dari Dana Bagi Hasil
(DBH) Rp2,69 triliun, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp8,61 triliun, dan Dana Alokasi
Khusus Fisik (DAK Fisik) Rp587,54 miliar. Lalu Dana Insentif Daerah (DID) Rp69,07
miliar, DAK non Fisik Rp2,51 triliun, dan Dana Desa Rp1,85 triliun.
Realisasi
TKDD ini mengalami penurunan sebesar Rp0,64 Triliun (-3,79 persen) jika
dibandingkan dengan tahun 2021. Hal ini terjadi karena adanya penurunan
realisasi DBH sehubungan dengan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK)
yang sedang melakukan finalisasi perhitungan Kurang Bayar dan Lebih Bayar
(KBLB) DBH 2021. Selain itu, realisasi penyaluran DBH juga sangat bergantung
dengan kondisi penerimaan perpajakan dan PNBP di daerah.
Belanja
negara dapat dilakukan karena dukungan pendapatan negara. Pendapatan negara di
Sumatera Selatan per 31 Agustus 2022 terealisasi Rp12,78 triliun atau mencapai
77,37 persen dari target pendapatan yang ditetapkan. Pendapatan ini terdiri
dari Penerimaan perpajakan sebesar Rp11,17 triliun, dan PNBP sebesar Rp1,61
triliun.
Bila
dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pendapatan ini mengalami
kenaikan sebesar Rp4,02 triliun atau tumbuh 45,84 persen. Kenaikan terbesar
disumbang oleh Pajak Penghasilan yang naik sebesar Rp5,61 triliun (tumbuh 43,94
persen).
Forum
ALCo Sumatera Selatan juga mengungkap informasi mengenai Subsidi BBM di
Indonesia yang sebagian besar dinikmati oleh masyarakat mampu. Misalnya
Pertalite, dari 86 persen yang dinikmati rumah tangga (14 persen dunia usaha),
hanya 20 persen saja yang dinikmati rumah tangga miskin. Dan Solar, dari 11
persen yang dinikmati rumah tangga (89 persen dunia usaha), hanya 5 persen yang
dinikmati rumah tangga tidak mampu.
Pemerintah
menempuh kebijakan subsidi BBM agar tepat sasaran dan berkeadilan dengan
mengurangi subsidi. Hasil penghematan subsidi dapat digunakan untuk
kesejahteraan rakyat dan pembangunan di berbagai sektor yang dibutuhkan
masyarakat kelas bawah dan kegiatan produktif, seperti pendidikan, kesehatan,
infrastruktur energi, dan memperkuat program ketahanan pangan.
Penyesuaian
harga BBM ini pun disertai dengan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat
miskin dan rentan untuk melindungi daya beli masyarakat tersebut dari dampak
yang ditimbulkan. Pemerintah akan mulai memberikan bantalan sosial tambahan
sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai,
Bantuan Sosial Upah, dan Bantuan Sosial Pemda.
Bantuan
Langsung Tunai di Sumatera Selatan disalurkan kepada 551.713 Keluarga Penerima
Manfaat (KPM) yang termasuk golongan masyarakat miskin dan rentan, dengan
indeks Rp150.000 per bulan selama 4 bulan. Bantuan Sosial Upah diberikan kepada
284.295 pekerja yang memiliki gaji rendah, dengan unit cost Rp600.000 selama 1
bulan.
Bantuan
Sosial Pemda disalurkan dalam bentuk subsidi transportasi angkutan umum dan
perlindungan sosial tambahan. Bantuan sosial ini didistribusikan Pemda melalui
dana earmark 2 persen DBH dan DAU dengan total anggaran lingkup Sumatera
Selatan sebesar Rp182,78 Miliar.
Kinerja
APBN di Sumatera Selatan pada bulan Agustus 2022 ditopang kinerja pendapatan
yang baik, namun belanja perlu diakselerasi guna meningkatkan aktivitas dan
perlindungan masyarakat. Selain itu perlu diantisipasi kebutuhan subsidi dan
kompensasi serta pemberitan bansos tambahan untuk menjaga daya beli masyarakat
di tengah ancaman inflasi.
Sumber : Siaran
Pers Kanwil DJPB Sumatera Selatan
Foto Terkait Berita