Pemulihan Perekonomian Indonesia di Tengah Ancaman Resesi Global
Dewi Lestuti Ambarwati
Rabu, 28 September 2022 |
7224 kali
Setelah Indonesia berhasil melewati
kontraksi ekonomi yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19, saat ini risiko
ekonomi Indonesia bergeser ke gejolak ekonomi global yang disebabkan oleh peningkatan
inflasi global akibat supply disruption karena pandemi dan perang
Rusia-Ukraina, yang disertai dengan adanya pengetatan kebijakan moneter di
negara-negara maju.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik
(BPS), ekonomi Indonesia tumbuh tinggi pada triwulan II 2022, di tengah risiko
pelemahan ekonomi global dan tekanan inflasi yang meningkat. Perkembangan
tersebut tercermin pada pertumbuhan ekonomi triwulan II 2022 yang mencapai 5,44persen
(yoy), jauh di atas capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,01persen (yoy).
Akselerasi kinerja ekonomi ditopang oleh permintaan domestik yang terus
meningkat, terutama konsumsi rumah tangga, dan kinerja ekspor yang tetap
tinggi. Perbaikan ekonomi nasional juga tercermin pada peningkatan pertumbuhan
mayoritas lapangan usaha dan di seluruh wilayah.
Perbaikan
ekonomi Indonesia diproyeksikan masih berlanjut, didukung oleh peningkatan
mobilitas, sumber pembiayaan, dan aktivitas dunia usaha. Namun demikian, dampak
perlambatan ekonomi global terhadap kinerja ekspor dan potensi tertahannya
konsumsi rumah tangga akibat kenaikan inflasi patut diwaspadai.
Berdasarkan data APBN KiTa Triwulan II
Tahun 2022, Kinerja APBN terus melanjutkan tren positif dalam mengakselerasi
pemulihan ekonomi nasional. Laporan realisasi APBN KiTa Agustus 2022 mencatat
adanya surplus hingga Rp106,12 triliun pada neraca perdagangan hingga bulan
Juli 2022. Berdasarkan rilis APBN KiTa, tercatat bahwa realisasi pendapatan
negara dan hibah hingga akhir Juli 2022 mencapai Rp1.550,97 triliun yaitu
sebesar 68,44 persen dari target APBN 2022 atau tumbuh 50,3 persen lebih tinggi
dari bulan sebelumnya. Realisasi penerimaan ini bersumber dari penerimaan pajak
senilai Rp1.028,46 triliun atau sebesar 69,26 persen dari pagu APBN 2022 dan
penerimaan kepabeanan dan cukai senilai Rp185,07 triliun atau sebesar 61,89
persen dari pagu APBN 2022.
Realisasi
pertumbuhan ekonomi Indonesia Q2 2022 menguat di tengah krisis dan
ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi Q2 2022 tumbuh sebesar 5,44 persen
year on year (yoy) dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi rumah
tangga sebesar 2,92 persen serta ekspor barang dan jasa sebesar 2,14 persen.
Pemulihan
ekonomi nasional menguat signifikan karena didorong oleh konsumsi masyarakat,
investasi, dan kinerja ekspor. Walau demikian, inflasi berada dalam tren yang
masih menguat sehingga dinamika global perlu terus diwaspadai. Sementara itu,
surplus APBN bulan Juli didorong oleh kinerja penerimaan yang signifikan dan
belanja yang tumbuh positif. Surplus yang berlanjut ini memberikan indikasi
adanya dukungan untuk terus menjaga kinerja ekonomi dengan melindungi
masyarakat dari guncangan harga dan pelemahan ekonomi global.
Kinerja
penerimaan negara (pajak, kepabeanan dan cukai, dan PNBP) masih tumbuh positif.
Hal ini didukung oleh peningkatan harga komoditas, pemulihan ekonomi, dampak
insentif, dan dampak kebijakan. Hingga Juli 2022, penerimaan pajak mencapai
Rp1.028,46 T. Pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 58,79persen
dibandingkan tahun lalu, dengan capaian 69,26persen dari target Perpres 98/2022
(APBN). Penerimaan sebesar ini terdiri dari PPh Non Migas sebesar Rp595,0 T
(79,4persen target); PPN & PPnBM sebesar Rp377,6 T (59,1persen
target); PPh Migas sebesar Rp49,2 T (76,1persen target);
dan PBB & Pajak Lainnya sebesar Rp6,6 T (20,5persen
target). Penerimaan kepabeanan dan cukai (hingga Juli 2022) sebesar Rp185,1
triliun.
Hingga
akhir Juli 2022, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp337,1
T (70,0persen dari target). PNBP mencatatkan pertumbuhan sebesar 39,1persen
year on year. PNBP SDA Migas tumbuh 93,6persen dengan kontribusi sebesar Rp92,1
T (66,2persen dari target) yang didorong karena adanya kenaikan ICP. PNBP SDA
Nonmigas tumbuh 102,6persen dengan capaian sebesar Rp48,2 T (55,1persen
dari target APBN) didorong oleh kenaikan harga minerba terutama batubara dan
nikel. PNBP juga didorong oleh Pendapatan Kekayaan Negara Dipisahkan
sebesar Rp37,9 T yang ditopang dengan adanya kenaikan setoran dividen BUMN
utamanya dari Himbara, Pendapatan PNBP Lainnya sebesar Rp106,6 T, dan
pendapatan BLU yang mencapai Rp52,3 T.
Pemulihan Ekonomi Nasional pasca Pandemi
Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini. Dalam rangka menggerakkan
UMKM, pemerintah telah menetapkan beberapa kebijakan yaitu restrukturisasi
kredit, pemberian jaminan modal kerja dan insentif perpajakan serta subsidi
bunga pinjaman. Dalam memperkuat modal UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat/KUR,
kredit Usaha Mikro dan penyaluran dana bergulir yang dilaksanakan oleh Lembaga
Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Kementerian KUKM.
Berdasarkan Data Kementerian Koperasi
dan Usaha Kecil dan Menengah (Kementerian KUKM) pada tahun 2021, jumlah pelaku
UMKM di Indonesia mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap produk domestik
bruto (PDB) sebesar 61,07persen atau Rp8.573,89 triliun. UMKM mampu menyerap 97persen
dari total angkatan kerja dan mampu menghimpun hingga 60,42persen dari total
investasi di Indonesia.
Berdasarkan data tersebut, dengan adanya
ancaman inflasi dan gejolak perekonomian global akan diimbangi dengan upaya
pemerintah dalam melakukan penyesuaian kebijakan publik dalam hal pemulihan
ekonomi nasional dan menjaga perekonomian Indonesia untuk selalu dalam kurva
keseimbangan dengan memperhatikan faktor-faktor penentu dalam kebijakan fiskal
dan moneter untuk dapat memperkuat perekonomian Indonesia serta mengurangi
dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia.
Penulis:
Fatihah Nida ‘Ul Chasanah (Pelaksana Subbagian SDM, Bagian Umum, Kanwil DJKN
Sumatera Selatan, Jambi dan Bangka Belitung)
Daftar Pustaka:
https://www.bi.go.id/id/statistik/Default.aspx
https://www.bps.go.id/indicator/13/760/1/jumlah-koperasi-aktif-menurut-provinsi.html
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |