Gebyar Lelang Serentak BRI 2026 Perkuat Sinergi DJKN, BPN, dan BRI
Junaedi Seto Saputro
Selasa, 06 Oktober 2026 |
78 kali
Semangat
memperkuat ekosistem lelang dan memberikan kemudahan akses kepada masyarakat
kembali diwujudkan melalui Gebyar Lelang Serentak BRI 2026 yang dilaksanakan
secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Pekanbaru.
Gebyar Lelang
Serentak Nusantara BRI 2026 dilaksanakan pada periode 1 Oktober sampai dengan
30 November 2026 dengan menghadirkan ribuan aset di berbagai wilayah Indonesia.
Program tersebut mengusung semangat “Reigniting Recovery Momentum” sebagai
bagian dari upaya memperkuat pemulihan dan aktivitas ekonomi melalui
optimalisasi aset.
Kegiatan di
Pekanbaru di buka oleh Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 2
Pekanbaru, bapak Dian Kesuma Wardhana dan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah
DJKN Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau, bapak Jose Arif Lukito serta
Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau,bapak Nurus Sholichin. Kegiatan tersebut menjadi
momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Direktorat Jenderal Kekayaan
Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
dalam mendorong optimalisasi pelaksanaan lelang yang transparan, akuntabel, dan
memberikan manfaat bagi masyarakat. Kanwil
DJKN Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau beserta seluruh KPKNL menyatakan
komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis BRI dalam meningkatkan kinerja
lelang. Bapak Jose Arif Lukito mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama
menyelesaikan setiap hambatan, memperbaiki proses yang masih perlu
ditingkatkan, serta mempercepat berbagai peluang yang dapat mendorong
peningkatan kinerja. Dalam kesempatan
tersebut, Jose Arif Lukito menyampaikan tiga pesan utama yang perlu diperkuat
dalam sinergi BRI-DJKN-BPN.
Pertama,
memperkuat fondasi koordinasi. Setiap kendala yang berkaitan dengan dokumen,
pertanahan, persyaratan lelang, maupun proses pascalelang diharapkan dapat
diselesaikan melalui komunikasi yang cepat dan terbuka sehingga persoalan
administratif tidak menjadi hambatan berkepanjangan.
Kedua,
mengubah orientasi dari “lelang terlaksana” menjadi “lelang berhasil”.
Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah permohonan atau jumlah lelang yang
dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa banyak aset yang benar-benar terjual
dan mampu memberikan penyelesaian secara efektif.
Untuk mencapai
hal tersebut, kualitas objek, kelengkapan dokumen, penetapan nilai limit,
strategi pemasaran, publikasi, hingga pemetaan calon pembeli perlu menjadi
perhatian bersama.
Ketiga,
membangun ekosistem lelang yang semakin dipercaya masyarakat. BRI diharapkan
menyiapkan objek dan dokumen dengan baik, DJKN memberikan layanan lelang yang
profesional, transparan, dan akuntabel, sementara BPN memberikan dukungan serta
kepastian dalam aspek pertanahan.
Melalui
Kick-Off Lelang Serentak Nasional BRI ini, diharapkan dapat tercapai
peningkatan kinerja lelang dengan semakin banyak objek yang terjual,
penyelesaian aset yang semakin optimal, kepastian hukum yang semakin kuat,
serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lelang.
Kegiatan
tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara DJKN,
BPN, dan BRI dalam menghadirkan ekosistem lelang yang semakin profesional,
transparan, dan memberikan manfaat bagi institusi, masyarakat, serta negara.
`
Foto Terkait Berita