Pacu Jalur 2026: Merawat Tradisi, Menggerakkan Ekonomi
Nur Hamidah
Rabu, 26 Agustus 2026 |
63 kali
Teluk Kuantan – Festival Pacu Jalur Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 kembali digelar di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pada 19–23 Agustus 2026. Sebanyak 204 jalur dari berbagai daerah mengikuti perhelatan budaya yang menjadi salah satu agenda unggulan pariwisata Provinsi Riau tersebut.
Ratusan jalur yang berpartisipasi berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuantan Singingi serta daerah lain di Sumatera, termasuk Sumatera Barat dan Jambi. Para peserta mengikuti rangkaian pertandingan di Sungai Batang Kuantan mulai dari babak penyisihan hingga babak final yang berlangsung pada Minggu (23/8).
Pada babak final, Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Desa
Sikakak, Kecamatan Cerenti, berhasil meraih juara pertama Festival Pacu Jalur
KEN 2026. Jalur tersebut berhasil mengungguli ratusan peserta lainnya dan
menumbangkan juara bertahan pada gelaran tahun sebelumnya.
Selama festival berlangsung, kawasan Tepian
Narosa dipadati masyarakat dan wisatawan yang menyaksikan pertandingan secara
langsung. Antusiasme pengunjung turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat
di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Penyelenggaraan Festival Pacu Jalur memberikan
dampak terhadap sejumlah sektor ekonomi masyarakat, antara lain usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, jasa, transportasi, serta sektor akomodasi.
Tingginya kunjungan selama festival juga mendorong peningkatan okupansi hotel
dan pemanfaatan rumah warga sebagai homestay.
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi juga
menempatkan pengembangan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif sebagai
bagian dari upaya agar penyelenggaraan Festival Pacu Jalur memberikan manfaat
ekonomi bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan tema Festival Pacu Jalur
KEN 2026, “Budaya Lestari, Ekonomi
Berseri.”
Selain memberikan dampak ekonomi, Festival Pacu
Jalur menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi masyarakat Kuantan
Singingi. Pacu Jalur telah berkembang sebagai identitas budaya masyarakat
setempat dan diwariskan secara turun-temurun.
Dalam pelaksanaannya, pembuatan jalur melibatkan
gotong royong masyarakat, mulai dari proses pemilihan kayu hingga pembentukan
perahu. Jalur yang digunakan dalam perlombaan dapat memiliki panjang sekitar
25–30 meter dan didayung secara bersama-sama oleh para anak pacu.
Tradisi tersebut menunjukkan kuatnya nilai
kebersamaan dan gotong royong dalam masyarakat Kuantan Singingi. Perkembangan
Pacu Jalur dari tradisi masyarakat di sepanjang Sungai Kuantan menjadi festival
yang menarik perhatian masyarakat luas juga menjadikan pelestarian budaya
berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata daerah.
Festival Pacu Jalur 2026 pun tidak hanya menjadi
ajang persaingan antarpeserta, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat
pelestarian budaya sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan
semakin luasnya perhatian terhadap Pacu Jalur, keberlanjutan tradisi dan
manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat menjadi bagian penting dalam
pengembangan festival pada masa mendatang.
Foto Terkait Berita