Pastikan Opsi Pengelolaan BMN Yang Akan Diambil Terbaik & Optimal
Junaedi Seto Saputro
Selasa, 11 Agustus 2026 |
37 kali
Menteri Keuangan selaku Pengelola
Barang, sebagaimana diatur dalam PP 27/2014 j.o. PP 28/2020 tentang Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah, memiliki tugas antara lain mengelola Barang Milik
Negara (BMN), yaitu semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. BMN
yang berasal dari perolehan lainnya yang sah, salah satunya adalah aset yang
berasal dari skema bantuan dana dan pinjaman dari Bank Indonesia untuk bank
yang mengalami masalah uang atau krisis likuiditas, atau Bantuan Likuiditas
Bank Indonesia (BLBI).
Dalam rangka pengelolaan aset
tersebut, Kepala Kanwil DJKN Riska, Jose Arif Lukito, bersama Direktur Pengelolaan
Kekayaan Negara, Purnama T. Sianturi, dan Dirut Lembaga Manajemen Aset Negara,
Kristijanindyati Puspitasari, melakukan peninjauan lapangan terhadap aset-aset
yang memiliki potensi untuk diselesaikan dan/atau dioptimalkan di wilayah kerja
Kanwil DJKN Riska pada tanggal 7 - 9 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaan peninjauan
lapangan tersebut, dilakukan pengecekan atas 6 aset di Provinsi Riau dan
Sumatera Barat antara lain:
1.
ruko dengan lokasi strategis di Kota Pekanbaru
yang potensial untuk digunakan mendukung tusi Kemenkeu atau diserahkelolakan
kepada LMAN;
2.
tanah dan bangunan dengan lokasi strategis di
Kota Payakumbuh yang potensial untuk diserahkelolakannkepada LMAN atau
dioprimalkan melalui sewa;
3.
bangunan eks Bank Nasional dengan lokasi
strategis di Kota Bukittinggi yang potensial diserahkelolakan kepada LMAN;
4.
ruko dengan lokasi yang sangat strategis di Kota
Bukittinggi yang memerlukan tindak lanjut penyelesaian permasalahan;
5.
aset di Kota Padang yang rencananya akan
ditetapkan untuk digunakan Kemenkes dalam mendukung peningkatan fasilitas
kesehatan di Kota Padang; dan
6.
aset kredit eks BLBI yang ditetapkan untuk
digunakan Kemenhan untuk membangun Makodam XX/Tuanku Imam Bonjol.
Pelaksanaan peninjauan lapangan
berjalan lancar dan hasilnya akan disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan
pertimbangan dalam memutuskan bentuk pengelolaan ke depan yang paling optimal terhadap
aset-aset tersebut, baik bagi negara, masyarakat, dan perekonomian setempat.
Foto Terkait Berita