Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau
Kontribusi APBN melalui Pengelolaan Kekayaan Negara dan Lelang, capai Rp44,19 Miliar pada Tahun 2025

Kontribusi APBN melalui Pengelolaan Kekayaan Negara dan Lelang, capai Rp44,19 Miliar pada Tahun 2025

Nur Hamidah
Kamis, 22 Januari 2026 |   107 kali

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Satu Riau, Ardiyanto Basuki (Kepala Kanwil DJP Riau) pada konferensi pers APBN KiTA regional Provinsi Riau yang diselenggarakan di Aula Lancang Kuning Kanwil DJPb Riau menyampaikan bahwa di level domestik, sebagian indikator perekonomian masih menunjukkan kondisi yang positif ditengah ketidakpastian global. Dengan kondisi perekonomian yang berubah-ubah dalam kurun waktu setahun, kinerja APBN masih menunjukkan pertumbuhan yang positif. Terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil tinggi di 5,04%. Meskipun pada Desember 2025 Riau mengalami inflasi secara yoy sebesar 4,88% atau sebesar 1,21% mtm (lebih tinggi dari nasional yang inflasi 0,64%),  hingga akhir tahun realisasi APBN regional RIAU mengalami defisit sebesar Rp5.635,18 miliar atau lebih rendah dari tahun sebelumnya dengan realisasi defisit mencapai Rp10.495,31 miliar. 

Konferensi pers ini membahas kinerja APBN pada Tahun 2025 secara keseluruhan. Dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), Kanwil DJKN RSK berkontribusi pada APBN melalui pengelolaan kekayaan negara dan lelang. Dengan optimalisasi aset melalui mekanisme pemanfaatan BMN, pemindahtanganan BMN, penjualan barang tegahan dan rampasan, serta pendapatan BLU lainnya, realisasi PNBP bersumber dari aset mencapai Rp22,63 miliar. Disamping itu, terdapat pula kontribusi lelang sebesar Rp21,41 miliar dan biaya administrasi piutang negara sebesar Rp139 juta, sehingga Kanwil DJKN RSK berhasil mencapai target realisasi PNBP tahun 2025 sebesar Rp44,19 miliar.

Kinerja aset lingkup Kanwil DJKN RSK cukup signifikan berdampak pada penurunan belanja negara (efisiensi) melalui pengelolaan BMN dengan skema Hibah, Pinjam Pakai, Penggunaan Sementara, dan Alih Status atas BMN dengan keseluruhan efisiense belanja negara sebesar Rp10.685,56 miliar (regional Riau, Sumbar, dan Kepri). Tidak hanya itu, pengelolaan BMN juga berkontribusi terhadap pembiayaan melalui fungsi BMN sebagai Underlying Asset/ Penjaminan Aset, sebagai dasar penerbitan SBSN untuk membiayai Proyek Strategis Pemerintah dengan total nilai BMN sebesar Rp17.289,83 miliar.

Kanwil DJKN RSK  berkomitmen bahwa kontribusi DJKN pada APBN akan terus bertumbuh positif terutama dari optimalisasi pengelolaan BMN untuk mendorong penerimaan negara dari PNBP, kontribusi efisiensi belanja negara, kontribusi pembiayaan, hingga kontribusi pengamanan aset melalui pensertipikatan BMN berupa tanah.

Foto Terkait Berita

Floating Icon