Assessment Center Pejabat Eselon III, Tahun 2019 akan berbeda dari sebelumya
Ridho Kurniawan Siregar
Rabu, 13 Februari 2019 |
3074 kali
Senin , (11/2) Assessment Center Pejabat Eselon III di Lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Dwi Wahyudi sebagai Kepala Bagian Kepegawaian pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan Wenny Sanwani selaku assessor melaksanakan Re-Assessment Center yang dilaksanakan melalui Video Conference bagi para peserta assessment center. Adapun tujuan dari kegiatan dimaksud adalah untuk membekali para peserta dengan penerapan metode assessment center terbaru. Turut diikuti oleh Peserta yang berasal dari Kantor Pusat DJKN, Kantor Wilayah DJKN dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Dalam sambutannya, Dwi wahyudi menyatakan Assessment Center kali ini pada tahun 2019 berbeda dengan sebelumnya dimana tahun ini dilaksanakan untuk seluruh pejabat dan dengan kamus baru. “jika sebelumnya yang dipanggil assessment itu ada tiga kemungkinan yaitu apakah akan dipromosikan, atau tidak cukup diposisi saat ini, atau karena baru promosi sehingga perlu di assessment lagi di jabatan barunya, kali ini bukan tiga-tiganya” ucapnya. sebelum memulai materi, wenny selaku assessor mengajak para peserta untuk berbagi pengalaman terkait dengan assessment itu sendiri. Wenny yakin pada kemampuan masing-masing peserta untuk mengikuti assessment dengan berbagai simulasi yang ada. “Saya percaya sekali bapak dan ibu pasti bisa melakukan assessment dengan berbagai simulasi tersebut, namun jika pada akhirnya kemampuan itu tidak keluar, bisa jadi ada beberapa faktor, terkadang ada kendala psikis yang menghambat bapak dan ibu tampil optimal” ungkap Wenny.
Assessment center ini adalah sebuah proses yang terstandarisasi yang mana melibatkan banyak tools, dan juga melibatkan banyak assessor, kemudian didalamnya juga harus terdapat sebuah proses yang namanya integrasi yaitu maksudnya pemahaman terhadap kompetensi. Adapun tujuan dari assessment ini sendiri adalah untuk memprediksi kemungkinan kesuksesan seseorang didalam suatu pekerjaan kemudian mendiagnose apa kekurangan dan kekuatan orang tersebut hingga tujuan akhirnya adalah development. Dengan kekurangan tersebut bagaimana untuk menngembangkannya. Ujar Wenny. Hasil tersebut didapatkan dari hasil analisis seorang assessor dengan menggunakan tools seperti interview, Focus Group Discussion (FGD), presentation dan lainnya.
Salah satu kegiatan individu dari assessement center ini adalah mengisi Critical Incident. Critical incident ini berisi dengan Sembilan (9) pertanyaaan yang dapat diisi oleh peserta satu hari sebelum kegiatan assessment. Tips untuk menjawab pertanyaan critical Incident ini adalah harus benar-benar spesifik dan detail apa adanya terkait dengan pihak-pihak yang terlibat dan metode yang digunakan serta hasil juga dijelaskan sebelum dan setelah sistem yang dibuat. Acara berakhir pada pukul 16.31 .
Foto Terkait Berita