Penggunaan Media Sosial untuk Personal Branding
Ridho Kurniawan Siregar
Rabu, 15 September 2021 |
18523 kali
Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat
berpengaruh besar terhadap situasi kehidupan sehari-hari saat ini. Penggunaan perangkat teknologi seperti komputer, smartphone atau tablet mengalami
peningkatan yang sangat tinggi. Hal tersebut juga berbanding lurus dengan
kebutuhan akan jaringan internet. Banyak hal yang dapat dilakukan, dan media
sosial adalah salah satu fitur yang paling sering digunakan oleh pengguna
internet saat ini.
Perkembangan
teknologi informasi dan media jejaring sosial saat ini menyebabkan pembentukan
personal brand melalui media sosial semakin penting. Identitas diri individu
dibentuk secara simultan dalam ruang virtual maupun dalam realitas masyarakat
sosial. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai pengguna aktif media sosial.
Menurut data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan
pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta
pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta
pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan
sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya.
Pengguna Twitter, berdasarkan data PT Bakrie Telecom, memiliki 19,5 juta
pengguna di Indonesia dari total 500 juta pengguna global. Twitter menjadi
salah satu jejaring sosial paling besar di dunia sehingga mampu meraup
keuntungan mencapai USD 145 juta.
Melihat data diatas, tentu saja ini merupakan sebuah peluang yang sangat
besar dalam memanfaatkan media sosial sebagai personal branding bagi sebuah
instansi yang saat ini dirasa masih banyak yang belum memanfaatkan peluang
tersebut untuk “memasarkan” dirinya sendiri kepada masyarakat luas.
Menurut Farco Siswiyanto Raharjo dalam buku The
Master Book of Personal Branding (2019), personal branding merupakan cara
seseorang untuk mengambil kendali penilaian orang lain atas diri individu
tersebut. Personal branding adalah proses pembentukan persepsi masyarakat atau
publik terhadap aspek yang dimiliki seseorang. Aspek ini meliputi kepribadian,
kemampuan, nilai, serta persepsi positif yang ditimbulkan atau ada dalam diri
individu.
Melihat definisi dari personal branding diatas, hal ini tentu saja
selain dalam dunia usaha, tentu saja personal branding ini juga dapat
diterapkan pada pemerintahan dalam hal ini adalah sebuah instansi untuk lebih
mendekatkan lagi nilai-nilai atau value yang ada dimiliki pada instansi
tersebut dengan memanfaatkan jejaring media sosial.
Adapun cara memanfaatkan media sosial untuk personal
branding adalah sebagai berikut:
1. Mengenali diri lebih jauh.
Kemudian deskripsikan diri dengan cara yang menarik di profil Facebook, bio
Twitter, Instagram, maupun LinkedIn.
2.
Membuat konten yang berkualitas dan bermanfaat terkait dengan keahlian anda.
3.
GunakaneEtika yang baik.
4.
Tingkatkan
interaksi sosial secara online dengan para audiens.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |