Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau
Penggunaan Media Sosial untuk Personal Branding

Penggunaan Media Sosial untuk Personal Branding

Ridho Kurniawan Siregar
Rabu, 15 September 2021 |   18523 kali

Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat berpengaruh besar terhadap situasi kehidupan sehari-hari saat ini. Penggunaan perangkat teknologi seperti komputer, smartphone atau tablet mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Hal tersebut juga berbanding lurus dengan kebutuhan akan jaringan internet. Banyak hal yang dapat dilakukan, dan media sosial adalah salah satu fitur yang paling sering digunakan oleh pengguna internet saat ini.

Perkembangan teknologi informasi dan media jejaring sosial saat ini menyebabkan pembentukan personal brand melalui media sosial semakin penting. Identitas diri individu dibentuk secara simultan dalam ruang virtual maupun dalam realitas masyarakat sosial. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai pengguna aktif media sosial.

Menurut data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya.

 

Pengguna Twitter, berdasarkan data PT Bakrie Telecom, memiliki 19,5 juta pengguna di Indonesia dari total 500 juta pengguna global. Twitter menjadi salah satu jejaring sosial paling besar di dunia sehingga mampu meraup keuntungan mencapai USD 145 juta.

 

Melihat data diatas, tentu saja ini merupakan sebuah peluang yang sangat besar dalam memanfaatkan media sosial sebagai personal branding bagi sebuah instansi yang saat ini dirasa masih banyak yang belum memanfaatkan peluang tersebut untuk “memasarkan” dirinya sendiri kepada masyarakat luas.

 

Menurut Farco Siswiyanto Raharjo dalam buku The Master Book of Personal Branding (2019), personal branding merupakan cara seseorang untuk mengambil kendali penilaian orang lain atas diri individu tersebut. Personal branding adalah proses pembentukan persepsi masyarakat atau publik terhadap aspek yang dimiliki seseorang. Aspek ini meliputi kepribadian, kemampuan, nilai, serta persepsi positif yang ditimbulkan atau ada dalam diri individu.

 

Melihat definisi dari personal branding diatas, hal ini tentu saja selain dalam dunia usaha, tentu saja personal branding ini juga dapat diterapkan pada pemerintahan dalam hal ini adalah sebuah instansi untuk lebih mendekatkan lagi nilai-nilai atau value yang ada dimiliki pada instansi tersebut dengan memanfaatkan jejaring media sosial.

 

Adapun cara memanfaatkan  media sosial untuk personal branding adalah sebagai berikut:

1.   Mengenali diri lebih jauh. Kemudian deskripsikan diri dengan cara yang menarik di profil Facebook, bio Twitter, Instagram, maupun LinkedIn. 

2.     Membuat konten yang berkualitas dan bermanfaat terkait dengan keahlian anda.

3.     GunakaneEtika yang baik.

4.     Tingkatkan interaksi sosial secara online dengan para audiens.

 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon