Siaran Pers: Kinerja APBN di Papua s.d Agustus 2024 Masih Terjaga dengan Baik
Firman Romadhon
Selasa, 01 Oktober 2024 |
341 kali
Pendapatan Negara masih tumbuh positif dengan
kokntribusi terbesar dari sektor pajak perdagangan internasional yang tumbuh
fantastis di angka 929,41 persen (yoy)
Pendapatan negara di Papua tercatat sebesar Rp11.58 triliun atau telah
mencapai 94,94?ri target APBN 2024. Angka tersebut tumbuh 87,94% secara
tahunan. Seluruh komponen pendapatan negara, seperti Pajak Dalam Negeri, Pajak
Internasional, dan PNBP tercatat mengami pertumbuhan positif hingga pertengahan
tahun 2024.
Hingga akhir Agustus 2024, penerimaan pajak dalam negeri masih tumbuh
positif di angka Rp5,37 triliun atau 58,08?ri target, tumbuh 16% (yoy). Kontribusi
tertinggi berasal dari PPn Non Migas yang mencapai Rp3.09 triliun atau 57,46?ri total Penerimaan pajak, sedangkan PBB dan BPHTB mencatatkan pertumbuhan tertinggi
sebesar 37,82% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan jenis pajak, PPh Pasal 21 menyumbang 41,82% terhadap total
pajak dalam negeri atau secara kumulatif tumbuh 13,67%. PPh Pasal 21 tumbuh
sebagai dampak dari kenaikan gaji pegawai dan penerapan aturan Tarif Efektif
Rata-rata (TER).
Penerimaan kepabeanan dan cukai di Papua telah melampaui target, yakni
mencapai 230,22?ri target, atau tumbuh 1114,45% (yoy) sebagai akibat extra
effort, kurs dolar yang meningkat dibandingkan tahun lalu dan kinerja impor
yang masih konsisten tumbuh. Sementara itu, bea keluar tumbuh sangat fantastis,
yakni mencapai 1.721,03%, yang disebabkan oleh relaksasi ekspor konsentrat
tembaga yang diberikan pemerintah melalui terbitnya Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 38 Tahun 2024 tentang Penetapan Barang Ekspor Yang Dikenakan Bea Keluar
dan Tarif Bea Keluar pada tanggal 31 Mei 2024.
Kinerja PNBP hingga akhir Agustus 2024 telah melampaui target atau mencapai
123,35%. Capain positif tersebut didorong oleh realisasi penerimaan PNBP bukan
pajak lainnya sebesar Rp460,60 miliar dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar
Rp187,37 miliar. Kinerja PNBP ditopang dengan adanya kenaikan yang sangat
signifikan pada pendapatan PNBP bukan pajak lainnya sebagai akibat dari adanya
aktivitas penerimaan dari bea lelang dan piutang negara.
Kinerja Belanja Negara ditopang oleh Pertumbuhan Positif pada
komponen Transfer ke Daerah
Hingga 31 Agustus 2024, belanja negara di Papua telah terealisasi
sebesar Rp36,03 triliun atau mencapai 56,04?ri pagu. Realisasi belanja
pemerintah pusat mencapai 59,96?ri pagu yang ditopang oleh peningkatan
belanja pegawai yang telah terealisasi sebesar 69,06?n belanja bansos yang berada
di angka 76,86?ri pagu. Sebagian besar belanja pemerintah pusat merupakan
belanja yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat, antara lain berupa
program Kartu Indonesia Pintar, Bantuan Operasional Sekolah, Bantuan
Operasional Pendidikan, stimulan perumahan, dan pembangunan/rehabilitasi
Infrastruktur di daerah.
Disamping itu, belanja prioritas masih tetap terjaga. Belanja pendidikan
telah terealisasi sebesar Rp662,36 miliar, dimanfaatkan antara lain untuk
penyediaan bantuan operasional perguruan tinggi, peningkatan kualitas dan
kapasitas perguruan tinggi penyelenggaraan pelatihan vokasi bidang konstruksi,
serta pendidikan transportasi. Belanja kesehatan diarahkan untuk penyediaan dan
peningkatan kualifikasi tenaga Kesehatan, pengawasan obat dan makanan, serta
pengelolaan program pembangungn keluarga kependudukan dan KB yang telah
teralisasi sebesar Rp119,45 miliar. Sementara itu, APBN juga masih terus
bekerja untuk memulihkan scarring effect yang ada di dalam masyarakat
melalui belanja perlindungan sosial yang telah mencapai Rp14,59 miliar. Belanja
tersebut digunakan antara lain untuk pembinaan Lembaga dan SDM kesejahteraan
sosial.
Realisasi
Transfer ke Daerah di wilayah Papua (termasuk DOB) sampai dengan akhir Agustus
2024 tercatat tumbuh 1,19% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau
telah mencapai Rp26,72 triliun dari pagu sebesar Rp48,77 triliun. Pertumbuhan
tersebut disebabkan oleh akselerasi transfer ke daerah yang dilakukan oleh
Kementerian Keuangan sesuai dengan batas waktu dan pemenuhan syarat salur yang
dilakukan oleh pemda. Komponen DAK Fisik tumbuh 15,19% (yoy) akibat akselerasi
pembangunan infrastruktur dan layanan publik di wilayah Papua, terutama di
wilayah DOB.
Foto Terkait Berita