Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Papua, Papua Barat, dan Maluku
Meningkatkan Literasi Digital: Mengapa Memeriksa Ulang Video Kini Wajib Dilakukan

Meningkatkan Literasi Digital: Mengapa Memeriksa Ulang Video Kini Wajib Dilakukan

Yosafat Leona Ezekiel
Jum'at, 19 Desember 2025 |   256 kali

Latar Belakang

Pada zaman ini, dimana 73% seluruh orang di dunia menggunakan internet dan 69% semua orang merupakan pengguna media sosial, dapat diketahui bahwa akses terhadap internet dan media sosial secara umum sudah sangat baik. Pada media sosial sendiri, sangat memanfaatkan media visual dan audio sebagai daya tarik utama. Dan format media yang menggabungkan kedua hal tersebut menjadi satu adalah video. Video telah menjadi salah satu format informasi yang paling populer pada media sosial dan secara umum, karena aksesnya yang mudah dan beragam informasi yang dapat disampaikan.

Namun, tidak semua video yang dipublikasikan pada media sosial bersifat asli atau berniat baik. Kini, dengan berkembangnya teknologi Artificial Intelligence atau AI, manipulasi video sangat mudah untuk dilakukan siapa pun, oleh karena itu jumlah video AI dalam sirkulasi media di internet sangat banyak. Dan dengan terus berkembangnya teknologi AI, ada kemungkinan besar video AI akan terus berkembang dalam segi realisme sampai dengan suatu titik di mana kita tidak dapat membedakan video AI dan asli.

 

Hal-Hal yang Dapat Dilakukan Untuk Mencari Tahu Apabila Sebuah Video Hasil AI atau Tidak

Untuk menghindari video AI yang menyebarkan misinformasi, kita harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi apabila sebuah video merupakan hasil AI atau tidak. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencari tahu apabila sebuah video merupakan hasil AI adalah sebagai berikut.

  1. Memeriksa konteks dan sumber video, melihat siapa atau akun/profil siapa yang mengunggah video tersebut, pada platform apa, dan apabila memungkinkan, memeriksa metadata (lokasi, tanggal, jam, dan informasi-informasi lain) yang terdapat pada file video tersebut. Apabila informasi yang dikumpulkan tidak konsisten dengan apa yang ditunjukkan pada video, maka kemungkinan besar video tersebut adalah AI.
  2. Analisis konsistensi pada video, saat ini kekurangan dari video AI adalah tidak dapat menyerupai realitas secara konsisten. Sebagai contoh, video AI yang terdapat seekor kucing pada saat-saat tertentu dapat membuat kucing tersebut memiliki jumlah kaki yang lebih dari 4, kemudian kembali menjadi 4 lagi, atau pada video AI seorang nenek yang sedang memasak, membuat sendok yang sedang digunakan nenek tersebut menghilang dan muncul kembali di tangan secara tiba-tiba.
  3. Melakukan reverse image search terhadap video, reverse image search merupakan alat untuk mencari sumber atas suatu gambar menggunakan search engine. Reverse image search yang paling populer adalah reverse image search dari Google. Reverse image search sendiri tidak dapat dilakukan terhadap video, tetapi yang dapat dilakukan adalah dengan mengambil screenshot terhadap salah satu frame pada video dan melakukan reverse image search terhadap screenshot tersebut. Dengan melakukan ini, dapat mengetahui sumber dari video dan apabila hasil AI atau tidak.

Pada suatu saat pasti Anda akan menemui sebuah video yang tidak diketahui apabila hasil AI atau tidak, namun ketika sudah melakukan ketiga cara di atas tetap belum mendapatkan jawaban yang konkret apabila video tersebut hasil AI atau tidak. Apabila hal tersebut terjadi, sebagai pengguna media sosial yang etis, sebaiknya untuk tidak membagikan video tersebut dalam konteks menginformasikan orang lain, hal ini agar mencegah penyebaran hoaks lebih lanjut.

 

Kesimpulan

Kini memeriksa ulang video bukan lagi pilihan tetapi sebuah kewajiban untuk menjadi pengguna internet dan media sosial yang baik. Literasi digital harus terus dikembangkan agar dapat menghindari kita dari pihak-pihak manipulatif yang ingin menyebarkan misinformasi dan agenda mereka. Akhir kata, Semoga artikel ini dapat memberi wawasan dan pengetahuan baru kepada para pembaca dalam hal literasi digital yang mungkin membantu untuk kepentingan pekerjaan dan sehari-hari, dan terhindar dari dampak negatif AI. Atas waktu dan perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

 

Referensi

Statista. (2025, November 27). Global annual number of internet users2015-2025. https://www.statista.com/statistics/1560762/global-internet-users-annual-number/#:~:text=As of October 2025, the,increased over the past decade.

CBS News. (2023, July 3). How to differentiate AI-generated imagesand videos from real ones [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=cmNFM6AW_Vk

The Wall Street Journal. (2024, February 23). OpenAI’s SORA: How to Spot AI-Generated Videos | WSJ [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=XllmgXBQUwA

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon