SeSrawungan Edisi ke-6 Angkat Isu Pengendalian Emosi dan Penulisan yang Sesuai Kaidah Bahasa
Gunawan Wiranto Tedjosukmono
Selasa, 05 Agustus 2025 |
0 kali
Semarang (04/08) – Kegiatan
rutin SeSrawungan (Senin Srawungan)
kembali digelar oleh Kantor Wilayah DJKN Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta pada
hari Senin (4/8), memasuki edisi ke-6 dengan semangat kebersamaan dan
pembelajaran yang semakin kuat. Acara ini kembali menjadi wadah yang efektif
untuk menyampaikan informasi, membangun budaya kerja yang positif, serta
memperkuat nilai-nilai Kementerian Keuangan di lingkungan kerja.
Pada edisi kali ini,
acara dipandu dengan semangat oleh Sarjiyono
sebagai Master of Ceremony (MC), dibuka dengan penuh energi lewat yel-yel yang
dipimpin oleh Fikry Muhammad Achyar.
Penguatan nilai-nilai Kementerian Keuangan dan budaya kerja juga kembali
digaungkan masing-masing oleh Unggul Aji
Mulyo dan Dwi Suyanto,
sebagai bagian dari upaya membudayakan integritas, profesionalisme, dan
pelayanan prima di setiap lini.
Sorotan utama
SeSrawungan edisi ke-6 ini adalah sesi berbagi informasi oleh Panji Iskandar Panca Sakti, yang kali
ini membawakan topik penting seputar manajemen
marah atau anger management.
Dalam paparannya, Panji menekankan bahwa anger management merupakan proses
pembelajaran untuk mengenali serta mengelola emosi marah secara sehat dan
konstruktif.
“Tujuan utama dari anger management adalah agar
kita dapat mengekspresikan kemarahan secara tepat, tanpa merugikan diri sendiri
maupun orang lain. Ini termasuk pengembangan keterampilan dalam mengelola
respons terhadap situasi pemicu kemarahan,” jelas Panji.
Topik ini dianggap
relevan untuk mendukung keseimbangan emosional pegawai, terutama dalam
menghadapi tekanan pekerjaan sehari-hari. Dengan kemampuan mengelola emosi,
diharapkan kinerja dan kualitas pelayanan publik pun dapat semakin optimal.
Selain itu, Kepala
Kanwil DJKN Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Nikodemus Sigit Rahardjo, turut memberikan arahan
penting mengenai penggunaan Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dalam penyusunan naskah dinas. Beliau
menegaskan pentingnya konsistensi dan ketelitian dalam penggunaan bahasa
Indonesia yang baik dan benar di lingkungan kerja.
“Ke depan, saya berharap tidak ada lagi kesalahan
pengetikan (typo) maupun penggunaan istilah yang tidak baku dalam naskah dinas.
Kita harus menunjukkan profesionalisme, termasuk dalam hal dokumentasi,”
ujar Nikodemus.
Kegiatan
SeSrawungan ini pun ditutup dengan antusiasme dan semangat untuk terus
memperbaiki diri, baik dalam aspek pengelolaan emosi, peningkatan kompetensi,
maupun keteladanan dalam penggunaan bahasa. Dengan rutinitas seperti ini,
budaya kerja yang harmonis, disiplin, dan berorientasi pelayanan di lingkungan
Kanwil DJKN Jateng dan DIY semakin terbangun secara berkelanjutan.
Foto Terkait Kilas Peristiwa