Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Kilas Peristiwa
SeSrawungan Edisi ke-6 Angkat Isu Pengendalian Emosi dan Penulisan yang Sesuai Kaidah Bahasa

SeSrawungan Edisi ke-6 Angkat Isu Pengendalian Emosi dan Penulisan yang Sesuai Kaidah Bahasa

Gunawan Wiranto Tedjosukmono
Selasa, 05 Agustus 2025 |   0 kali

Semarang (04/08) – Kegiatan rutin SeSrawungan (Senin Srawungan) kembali digelar oleh Kantor Wilayah DJKN Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta pada hari Senin (4/8), memasuki edisi ke-6 dengan semangat kebersamaan dan pembelajaran yang semakin kuat. Acara ini kembali menjadi wadah yang efektif untuk menyampaikan informasi, membangun budaya kerja yang positif, serta memperkuat nilai-nilai Kementerian Keuangan di lingkungan kerja.

Pada edisi kali ini, acara dipandu dengan semangat oleh Sarjiyono sebagai Master of Ceremony (MC), dibuka dengan penuh energi lewat yel-yel yang dipimpin oleh Fikry Muhammad Achyar. Penguatan nilai-nilai Kementerian Keuangan dan budaya kerja juga kembali digaungkan masing-masing oleh Unggul Aji Mulyo dan Dwi Suyanto, sebagai bagian dari upaya membudayakan integritas, profesionalisme, dan pelayanan prima di setiap lini.

Sorotan utama SeSrawungan edisi ke-6 ini adalah sesi berbagi informasi oleh Panji Iskandar Panca Sakti, yang kali ini membawakan topik penting seputar manajemen marah atau anger management. Dalam paparannya, Panji menekankan bahwa anger management merupakan proses pembelajaran untuk mengenali serta mengelola emosi marah secara sehat dan konstruktif.

“Tujuan utama dari anger management adalah agar kita dapat mengekspresikan kemarahan secara tepat, tanpa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ini termasuk pengembangan keterampilan dalam mengelola respons terhadap situasi pemicu kemarahan,” jelas Panji.

Topik ini dianggap relevan untuk mendukung keseimbangan emosional pegawai, terutama dalam menghadapi tekanan pekerjaan sehari-hari. Dengan kemampuan mengelola emosi, diharapkan kinerja dan kualitas pelayanan publik pun dapat semakin optimal.

Selain itu, Kepala Kanwil DJKN Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Nikodemus Sigit Rahardjo, turut memberikan arahan penting mengenai penggunaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dalam penyusunan naskah dinas. Beliau menegaskan pentingnya konsistensi dan ketelitian dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan kerja.

“Ke depan, saya berharap tidak ada lagi kesalahan pengetikan (typo) maupun penggunaan istilah yang tidak baku dalam naskah dinas. Kita harus menunjukkan profesionalisme, termasuk dalam hal dokumentasi,” ujar Nikodemus.

Kegiatan SeSrawungan ini pun ditutup dengan antusiasme dan semangat untuk terus memperbaiki diri, baik dalam aspek pengelolaan emosi, peningkatan kompetensi, maupun keteladanan dalam penggunaan bahasa. Dengan rutinitas seperti ini, budaya kerja yang harmonis, disiplin, dan berorientasi pelayanan di lingkungan Kanwil DJKN Jateng dan DIY semakin terbangun secara berkelanjutan.

Foto Terkait Kilas Peristiwa

Floating Icon