Selangkah Bersama, Serentak Bergerak: DJKN dan BRI Perkuat Sinergi Lelang 2026
Hario Bagus Waskito
Rabu, 07 Oktober 2026 |
34 kali
Guci, Kabupaten Tegal - Sinergi antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus diperkuat dalam upaya meningkatkan kinerja lelang dan mendukung penyelesaian kredit serta pemulihan aset. Hal tersebut mengemuka dalam Opening Ceremony Lelang Serentak BRI Tahun 2026 yang digelar pada 6 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh RCEO BRI Region 10 Semarang Bernadi Kurniawan, Kepala Kanwil DJKN Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta Nikodemus Sigit Rahardjo, Kepala Bidang Lelang Satriotomo, enam Kepala KPKNL di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Regional Retail Collection & Recovery Head BRI Region 10 Semarang Nanang Setiawan, Regional Retail Collection & Recovery Head BRI Region 11 Yogyakarta Danny Bolang, serta Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan Kanwil BPN D.I. Yogyakarta Jermias Haning, S.SiT.
Dalam sambutannya, Nikodemus menyampaikan apresiasi kepada BRI Regional Office 10 Semarang dan BRI Regional Office 11 Yogyakarta atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kinerja lelang, serta mendukung penyelesaian kredit dan pemulihan aset melalui mekanisme lelang yang transparan dan akuntabel.
Kinerja lelang BRI hingga Agustus 2026 menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Dari lelang yang diajukan BRI, telah dihasilkan pokok lelang sebesar Rp311 miliar dan PNBP sebesar Rp13 miliar, dengan 402 lot telah terjual. Di sisi lain, masih terdapat 2.215 lot belum terjual dengan nilai limit mencapai Rp1,849 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya potensi lelang BRI untuk mendorong peningkatan kinerja lelang pada tahun 2026.
Lebih lanjut, Nikodemus menegaskan bahwa lelang memiliki peran penting sebagai sarana penjualan yang terbuka, objektif, kompetitif, dan memberikan kepastian hukum. Bagi BRI, lelang menjadi salah satu sarana strategis dalam mendukung penyelesaian kredit dan pemulihan aset. Sementara bagi DJKN, keberhasilan lelang tidak hanya diukur dari nilai transaksi, tetapi juga dari kualitas layanan, kepatuhan terhadap ketentuan, serta kepercayaan para pemangku kepentingan.
Untuk itu, pelaksanaan Lelang Serentak BRI Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas permohonan lelang sejak awal. Kelengkapan dan ketepatan dokumen, kejelasan objek, kewajaran nilai limit, kondisi hukum dan fisik barang, hingga strategi pemasaran yang tepat menjadi unsur penting agar pelaksanaan lelang berjalan tertib dan menghasilkan capaian yang optimal.
Nikodemus juga mengajak jajaran BRI dan seluruh KPKNL untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dan responsif. Setiap kendala diharapkan dapat diidentifikasi sejak awal, dibahas bersama, dan ditindaklanjuti dengan solusi yang sesuai dengan ketentuan. Koordinasi yang baik diharapkan mampu meminimalkan hambatan sekaligus meningkatkan keberhasilan pelaksanaan lelang.
Melalui kegiatan tersebut, DJKN dan BRI menyamakan langkah serta memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan Lelang Serentak BRI Tahun 2026. Sinergi yang semakin kuat diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan kinerja lelang, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemulihan aset, penerimaan negara, dan peningkatan kualitas pelayanan.
Selangkah bersama, serentak bergerak untuk menguatkan ekosistem lelang.
Foto Terkait Berita