Gebyar Lelang Serentak BRI 2026, Sinergi DJKN dan BRI Tingkatkan Recovery Kredit Bermasalah dan Penerimaan Negara
Ridha Setiyati Muthmainnah
Rabu, 07 Oktober 2026 |
85 kali
Lelang bukan sekadar proses penjualan, tetapi
merupakan bagian dari ekosistem pengelolaan aset dan instrumen penting dalam
menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat
dan negara
Selasa (6/10/2026), Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta,
Kusumawardhani beserta Kepala KPKNL Jakarta II, Maya Sartika dan Kepala Bidang
Lelang, Ina Hermadiana beserta Para
Pejabat Lelang menghadiri Kick Off Gebyar Lelang Serentak BRI 2026 di BRI Kanwil Jakarta I.
Kusumawardhani dalam sambutannya menyampaikan
bahwa keberhasilan lelang tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan lelang pada
hari H, tetapi juga oleh kualitas penyelesaian pra-lelang, kesiapan dokumen,
koordinasi antarunit, strategi pemasaran, serta kemampuan kita dalam
menghadirkan calon pembeli yang kompetitif.
Berdasarkan data lelang serentak BRI tahun 2025,
pelaksanaan lelang BRI telah menghasilkan nilai laku lelang sebesar Rp70,607
miliar, dengan penyelesaian pra-lelang sebesar Rp6,246 miliar, sehingga
menghasilkan total recovery sebesar Rp76,854 miliar. Dari sisi aktivitas, tercatat 42 frekuensi
laku dan dampak lelang.
Dari evaluasi atas kegiatan lelang serentak BRI tahun
2025 terdapat beberapa hal yang perlu diperkuat, antara lain percepatan
penyelesaian pra-lelang, pemutakhiran data dan kelengkapan dokumen objek,
peningkatan intensitas komunikasi antara BRI dengan DJKN/KPKNL, serta penguatan
strategi publikasi dan pemasaran objek lelang. Hal-hal tersebut perlu menjadi
perhatian bersama agar kendala yang muncul pada pelaksanaan sebelumnya dapat
diminimalkan dan praktik-praktik yang sudah berjalan baik dapat dipertahankan.
Melalui gebyar lelang serentak
BRI 2026 yang digelar 1 Oktober sd 30 November 2026, sinergi antara Bank Rakyat Indonesia dan Kanwil
DJKN DKI Jakarta terus diperkuat untuk menghadirkan layanan lelang yang transparan, profesional, mudah diakses, dan memberikan
kepastian bagi para pihak.
Bagi BRI, pelaksanaan lelang menjadi salah satu
instrumen dalam mengoptimalkan recovery atas
kredit bermasalah, sehingga aset yang sebelumnya belum
produktif dapat kembali memberikan nilai ekonomi.
Di sisi lain, aktivitas lelang juga memberikan kontribusi terhadap PNBP dan penerimaan negara, sekaligus mendukung optimalisasi pengelolaan kekayaan negara.
Momentum ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang
kuat dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas: mendukung pemulihan aset, memperkuat kinerja perbankan,
memberikan kesempatan kepada masyarakat, dan berkontribusi bagi penerimaan
negara.
Mari terus bersinergi menghadirkan lelang yang semakin inklusif, terpercaya, dan bernilai bagi negeri
Foto Terkait Berita