Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN DKI Jakarta
Menjaga Semangat Kebangkitan Nasional dengan Jelajah Museum

Menjaga Semangat Kebangkitan Nasional dengan Jelajah Museum

Ridha Setiyati Muthmainnah
Jum'at, 22 Mei 2026 |   63 kali

Untuk menguatkan semangat Kebangkitan Nasional, pada Kamis (21 Mei 2026), Kanwil DJKN DKI Jakarta melakukan jelajah sejarah dengan mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional yang beralamat di Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No.26 Senen, hanya beberapa ratus meter dari lokasi kantor Kanwil DJKN DKI Jakarta.

Bangunan museum merupakan cagar budaya yang tercatat sebagai Barang Milik Negara pada Kementerian Kebudayaan yang dahulu merupakan gedung STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputera pada masa Hindia Belanda. Didirikan pada tahun 1899 dan beroperasi sebagai sekolah kedokteran pada tahun 1902 sd 1926 sebelum kemudian beralih ke fakultas kedokteran Universitas Indonesia di Salemba.

Lahirnya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 dipelopori oleh Soetomo dan para pelajar STOVIA menjadikannya sebagai organisasi modern pertama yang menyatukan kaum terpelajar untuk memajukan bangsa, mengubah corak perjuangan dari bersifat kedaerahan menjadi nasional.

Bangunan museum sangat terawat dan di bagian dalam museum terdapat ruang audio visual yang memutar sejarah gedung.  Bergeser ke ruangan berikutnya kita bisa mendapatkan informasi tentang politik etis dan hasilnya berupa  pendidikan untuk para pribumi di daerah Hindia Belanda sehingga memunculkan golongan elit baru di masyarakat pribumi yaitu kelompok masyarakat terdidik. Para pelajar inilah yang memulai era kebangkitan nasional dengan pendirian Boedi Oetomo dan organisasi lainnya. Pada bagian lain museum, pengunjung dapat menyaksikan suasana belajar pada jaman dahulu berikut peralatan yang digunakan, alat-alat kedokteran jaman dahulu antara lain alat bantu pernapasan, alat pemecah kepala, alat-alat operasi, alat rontgen dsb. STOVIA hanya menerima pelajar pria dan seluruhnya diasramakan sehingga pengunjung masih bisa merasakan suasana asrama STOVIA pada masa tersebut.  

Beberapa ruangan digunakan untuk kegiatan komunitas antara lain untuk berlatih angklung dan gamelan. Pada saat kunjungan kami, juga sedang diselenggarakan pameran lukisan tokoh-tokoh penggerak kebangkitan nasional di Indonesia.

Museum Kebangkitan Nasional sebagai aset negara hadir menjadi ruang untuk merawat sejarah, budaya dan ingatan kolektif bangsa.

Menjaga museum ini berarti ikut menjaga nilai, sejarah dan semangat kebangsaan agar tetap relevan bagi generasi hari ini dan masa depan.

Kunjungan kami ke museum Kebangkitan Nasional hari itu menguatkan tekad dan langkah kami untuk menjaga persatuan, meningkatkan literasi, dan menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan yang lebih menantang dan membutuhkan tidak hanya penguasaan atas sumber daya alam, tetapi juga kemampuan menciptakan pengetahuan, menguasai teknologi, dan menjaga ruang digital nasional tetap sehat, produktif, dan berdaulat.

 

Foto Terkait Berita

Floating Icon