Pelayanan Publik Instansi Pemerintah Arogan dan Lamban, Apakah Demikian?
N/A
Selasa, 19 November 2013 |
2190 kali
Jakarta - Apa yang terpikir ketika berbicara pelayanan publik pada Instansi Pemerintah? Arogan dan lamban. Begitulah jawaban yang didapat, ketika Sampurna Budi Utama menanyakan hal tersebut kepada peserta di sebuah seminar dua tahun lalu. Sampurna menyampaikan pada Sosiliasasi Implementasi yang diadakan oleh Kanwil DJKN DKI Jakarta di Ruang Pertemuan Putri Duyung Ancol Jakarta Utara, Rabu 13 November 2013.
Begitulah citra layanan publik instansi pemerintah yang terbentuk ditengah-tengah masyarakat. Menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara untuk dapat mengubah citra tersebut. Meskipun usaha untuk mengubah citra itu sudah mulai diusahakan oleh Kementerian Keuangan sejak reformasi birokrasi dicanangkan.
Sampurna menambahkan bahma paradigma pelayanan publik harus diubah, dari birokrat yang senang dilayani menjadi birokrat yang senang melayani. “Perubahan ini dimulai dari berani mengakui kesalahan-kesalahan yang telah lalu,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta Try Intiaswati berkesempatan membuka acara sosialisasi yang berlangsung selama dua hari dengan dihadiri oleh Kepala Bagian Umum, Kepala Bidang PN, Kepala Bidang Lelang, Kepala KPKNL Jakarta II s.d. V, dan para Kepala Seksi serta pegawai di lingkungan Kanwil DJKN DKI Jakarta.
Dalam sambutannya Try mengatakan bahwa pelayanan yang merupakan salah satu Core Value Kementerian Keuangan tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai lainnya. “Kelima nilai-nilai tersebut merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Try juga menyampaikan kembali harapan-harapan transformasi yang disampaikan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto pada Rakernas DJKN di Bali beberapa saat lalu. Transformasi itu meliputi pelayanan yang harus terus dibenahi, efisiensi anggaran dan efektifitas fungsi organisasi.
Try menjelaskan bahwa untuk mewujudkan transformasi kelembagaan, integritas harus dimiliki oleh seluruh pegawai. Apalagi sebagai seorang pemimpin, integritas harus sudah teruji. Kita tidak boleh lagi berpikir sebagai seorang PNS yang hanya datang, duduk manis, lalu pulang. Tapi harus merencanakan dan mengevaluasi pekerjaan yang telah dilaksanakan selama satu hari bekerja. Integritas tidaklah sekedar sebuah tanggung jawab, tapi juga disiplin dalam menyelesaikan tugas-tugas, bahkan ketika tugas-tugas tersebut harus diselesaikan di luar jam kerja.
Try menabahkan bahwa Pelayanan pada Nilai-Nilai Kementerian Keuangan terbentuk dimulai dari diri sendiri. “Pikiran kita harus positif dan bahasa tubuh kita lues dalam menjalankan tusi-tusi kita”, tegasnya.
Ditempat yang sama, setelah materi dari Leadership and Softskill Trainer Sampurna Budi Utama, Kepala KPKNL Jakarta V Ferdinan Lengkong berkesempatan memaparkan sepak terjangnya ketika ditunjuk sebagai kantor yang akan dinilai dalam Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK – WBBM), sampai akhirnya dinobatkan sebagai kantor berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Nomor B/3226/M.PAN-RB/10/2013.
Predikat ini meruntuhkan anggapan negatif masyarakat yang mengatakan bahwa pelayanan publik instansi pemerintah arogan dan lamban.
Ferdinan menyampaikan bahwa pencapaian ini bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu kerja keras dan kerja sama yang solid diantara seluruh pegawai KPKNL Jakarta V. Ferdinan juga menyampaikan untuk jangan berpuas diri, pelayanan harus terus ditingkatkan. “Penghargaan ini bukanlah sebuah akhir, justru masih ada tugas yang lebih berat, yaitu mempertahankannya,” pungkasnya.
Terkait dengan pencapaian oleh KPKNL Jakarta V, Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta menghimbau kepada seluruh KPKNL yang berada di lingkungan Kanwil, harus dapat mengikuti jejak KPKNL Jakarta V. Seluruh perangkat dalam menghadapi WBK-W BBM harus segera disiapkan. Bahkan Try menekankan bahwa persiapan ini tidak hanya dalam menghadapi WBK-WBBM saja, tapi untuk menghadapi perubahan masa depan sehingga kinerja dapat terjaga baik.
Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Perencanaan dan Penganggaran Kebutuhan Barang Milik Negara oleh Fernando dari Biro Perencanaan dan Penganggaran Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan yang kemudian ditutup oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Iskandar Zulkarnaen.
(Teks: OD – Bidang KIHI, Foto: Nasron/Hendra)
Foto Terkait Berita