Talkshow BERBISIK (Berbincang Isu Inklusi Itu Asik)
Rina Marlina
Kamis, 02 Oktober 2025 |
219 kali
Senin (29/9) Kanwil DJKN DKI Jakarta berkolaborasi dengan Sekretariat DJKN, Direktorat Hukum dan Humas serta Komplemenkeu menyelenggarakan talkshow “BERBISIK (Berbincang Isu Inklusi Itu Asik)” secara daring dengan tema Komunikasi Digital dalam Layanan Publik untuk Disabilitas Tuli dan Disabilitas Netra. Talkshow ini dipandu oleh moderator R. Ahmad Iman Abdurahman dan Setiarini ( Duta Transformasi Kanwil DJKN DKI Jakarta).
Talkshow menghadirkan dua narasumber dari komunitas disabilitas. Narasumber I yaitu Ari Triono (disabilitas netra), seorang profesional di bidang inklusi dan aktivis komunitas Literasi Inklusi Nusantara (Linktara) dan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni). Narasumber II yaitu Tri Erwinsyah Putra (disabilitas tuli) seorang Co Founder Kopi Tuli.
Sesuai tema, talkshow mengupas lebih dalam dan komprehensif tentang bagaimana tingkat aksesibilitas komunitas disabilitas terhadap layanan publik yang telah dijalankan oleh Instansi Pemerintah melalui konten layanan publik yang dibagikan melalui platform media sosial, website dan sarana lainnya. Ari Triono menyampaikan bahwa banyak konten layanan publik di sosial media berupa tayangan foto dan video yang tidak dapat diakses oleh kaum disabilitas tuna netra karena tidak disertai dengan suara atau ditambahkan teks yang dapat dibaca aplikasi text reader yang biasa digunakan oleh penyandang disabilitas tuna netra. Ari Triono menambahkan bahwa pada dasarnya tuna netra terbagi menjadi dua kelompok yaitu tuna netra low vision, yang bisa dibantu dengan alat bantu magnifier untuk melihat gambar atau membaca teks, dan satu kelompok lagi yaitu tuna netra totally blind yang dapat menerima informasi melalui suara atau mendengarkan teks melalui alat bantu text reader yang mampu merubah teks menjadi suara. Ari Triono menjelaskan beberapa aplikasi text reader yang dapat digunakan oleh disabilitas tuna netra dan penyajian teks yang dapat dibaca oleh text reader.
Tri Erwinsyah Putra menjelaskan tentang bahasa isyarat yang digunakan oleh disabilitas tuna rungu serta dimana dapat mempelajari bahasa isyarat. Erwinsyah menjelaskan bahwa disamping menggunakan bahasa isyarat, penyandang disabilitas tuna rungu juga membaca gerakan bibir lawan bicara sehingga komunikasi akan lebih mudah ditangkap jika disampaikan dengan tempo yang lebih lambat agar gerakan bibir dapat terbaca. Terdapat alat bantu pendengaran yang dapat digunakan oleh penyandang disabilitas tuna rungu dan juga ada metoda implant yang lebih mahal. Anak-anak tuna rungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) akan mendapatkan materi pembelajaran yang berbeda dengan anak normal di Sekolah Dasar (SD) dan dengan periode belajar yang lebih lama. Untuk anak normal, pendidikan di SD diselesaikan dalam 6 tahun, sedang di SLB, anak-anak tuna rungu menyelesaikannya dalam 8 tahun. Bahasa isyarat yang diajarkan di tingkat SLB juga merupakan bahasa isyarat sederhana yang memenuhi kebutuhan dasar, sehingga anak-anak penyandang tuna rungu perkembangan pembelajarannya jauh tertinggal dibandingkan anak normal di tingkat sekolah dasar.
Dua narasumber menjelaskan bagaimana etika dan tata cara berkomunikasi dengan para disabilitas antara lain menatap/berinteraksi langsung dengan para penyandang disabilitas, bukan dengan pendampingnya, walaupun penyandang disabilitas didampingi/dibantu pendamping. Dijelaskan juga bagaimana etika memperlakukan alat bantu penyandang disabilitas dan pada saat akan memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas.
Narasumber menyampaikan materi dengan sangat menarik karena membagikan pengalaman nyata dalam mengakses layanan publik yang telah diberikan. Talkshow ini menyadarkan kita bahwa perlu upaya lebih keras agar layanan publik dapat diakses dengan lebih baik oleh para penyandang disabilitas. Talkshow ini sangat bermanfaat dalam upaya memberikan layanan publik yang lebih inklusif bagi seluruh pengguna layanan.
Bagi yang belum sempat mengikuti talkshow tersebut, dapat mengikuti tayangan ulang pada kanal Youtube di link berikut http://s.kemenkeu.go.id/DIGITALTULINETRA
Foto Terkait Berita