Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN DKI Jakarta
Faktor-Faktor untuk Meningkatkan Kualitas Konten Instagram Kanwil DJKN DKI Jakarta sebagai Strategi Komunikasi Publik secara Digital

Faktor-Faktor untuk Meningkatkan Kualitas Konten Instagram Kanwil DJKN DKI Jakarta sebagai Strategi Komunikasi Publik secara Digital

Nurmiyati
Kamis, 30 Juli 2026 |   113 kali

Abstrak:

Media sosial menjadi sarana komunikasi publik digital yang strategis bagi instansi pemerintah dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan kualitas konten Instagram Kanwil DJKN DKI Jakarta sebagai strategi komunikasi publik secara digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan data yang diperoleh melalui studi pustaka, peraturan perundang-undangan, dan observasi terhadap konten Instagram Kanwil DJKN DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas konten dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu waktu mengunggah konten, penyusunan takarir (caption), pemanfaatan tren media sosial, dan penjadwalan unggah konten. Namun demikian, implementasi strategi tersebut harus tetap memperhatikan kode etik ASN, pedoman pengelolaan media sosial, dan peraturan yang berlaku. Dengan demikian, peningkatan kualitas konten Instagram perlu didukung oleh pendekatan berbasis data, kreativitas, konsistensi publikasi, dan peningkatan kompetensi pengelola media sosial agar komunikasi publik digital dapat berjalan lebih efektif.

Pendahuluan:

Berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Nomor KEP 1/KN/2025 tentang Pedoman Media Sosial di Lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, diketahui bahwa media sosial adalah laman atau aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi konten atau terlibat dalam jaringan sosial. Menurut Nuzulita et al. (2022), media sosial merupakan tempat untuk menciptakan, berbagi, berpartisipasi dalam berbagai konten sehingga dapat dengan mudah diakses tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Bahkan, media sosial juga digunakan sebagai sarana untuk melakukan pemasaran secara digital sehingga dapat berinteraksi dan membangun hubungan dengan stakeholders (Rahmawati, 2025).

Pada era teknologi saat ini, masyarakat cenderung memilih untuk mencari informasi melalui media sosial dibandingkan dengan datang secara langsung atau fisik. Media sosial sebagai aset digital yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi publik dengan memperhatikan kualitas konten yang dihasilkan. Peningkatan kualitas konten dapat memperluas cakupan masyarakat sehingga informasi dapat tersampaikan secara efektif. Kantor Wilayah (Kanwil) DJKN Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta menyadari bahwa informasi tidak hanya disebarluaskan, tetapi perlu cara yang efektif dalam metode penyampaiannya agar masyarakat tidak hanya sekedar mengetahui, tetapi hingga tahap memahami informasi tersebut. Oleh karena itu, konten yang dihasilkan oleh Kanwil DJKN DKI Jakarta tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas konten.

Metode Penelitian:

Penelitian ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif untuk memberikan penjelasan yang sistematis, mendalam, dan komprehensif terkait dengan faktor-faktor yang dapat meningkatkan kualitas konten sebagai bentuk penyebaran informasi publik secara digital. Sumber penelitian ini didapatkan melalui studi pustaka, peraturan perundang-undangan, dan observasi atas konten-konten yang dihasilkan oleh Kanwil DJKN DKI Jakarta.

Hasil dan Pembahasan:

Faktor-faktor yang dapat dijadikan strategi publikasi konten, yaitu:

  1. Waktu mengunggah konten

Dengan mempertimbangkan waktu mengunggah konten, tingkat jangkauan dan interaksi pengguna dapat lebih luas sehingga informasi yang disampaikan lebih efektif (Lubis & Iqbal, 2026). Penyebabnya adalah pengunggahan konten pada saat audiens sedang aktif bermedia sosial akan mendapatkan lebih banyak impresi. Maka dari itu, akun Instagram Kanwil DJKN DKI Jakarta dapat melihat fitur insight sehingga data lebih akurat, baik dari kategori persentase viewers (pengikut dan bukan pengikut), jumlah viewers untuk masing-masing konten, persentase viewers berdasarkan daerah, usia, maupun gender.

Berdasarkan data pada insight instagram @djkndkijakarta, diketahui bahwa selama 30 (tiga puluh) hari terakhir mulai pada tanggal 28 April hingga 27 Mei 2026, grafik menunjukkan bahwa waktu posting yang tepat adalah pukul 15.00 hingga 18.00. Hal ini dikarenakan waktu tersebut menunjukkan jam aktif pengikut membuka instagram. Dengan merujuk pada data tersebut, waktu ini bisa dijadikan sebagai rekomendasi untuk mengunggah konten agar informasi yang diberikan dapat tersebar luas dan lebih efektif.

  1. Takarir (caption)

Takarir adalah keterangan singkat yang menjelaskan isi dari gambar, video, atau foto. Fungsinya untuk membangun interaksi dengan audiens sehingga terbangun pemahaman yang lebih mendalam. Dalam memberikan takarir, perlu memperhatikan antara konteks dan konten yang diunggah relevan. Tidak hanya itu, penggunaan hashtag juga menjadi pendorong untuk memperluas cakupan publikasi konten. Sebagai contoh, pada instagram Kanwil DJKN DKI Jakarta menggunakan hashtag #SobatKaeN pada beberapa unggahannya sebagai bentuk penyematan identitas audiens sehingga menciptakan kesan komunikasi yang lebih akrab dan dekat dengan para pengikutnya. 

  1. Tren

Berdasarkan tren yang beredar di media sosial, cara penyampaian dengan teknik storytelling dapat meningkatkan minat masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakat merasa memiliki keterikatan secara emosional sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pembuat konten pun dapat bertambah. Konten yang interaktif juga dapat meningkatkan jumlah impresi, seperti like, comment, dan share (Rahmawati, 2025). Tidak hanya itu, penggunakan backsound atau latar belakang musik yang sedang populer dapat memperluas jangkauan. Hal ini mengartikan bahwa konten yang dihasilkan perlu variatif, tidak hanya berupa foto, tetapi juga dapat berupa video. 

  1. Penjadwalan unggah konten

Faktor penjadwalan unggahan konten merupakan tindak lanjut dari poin pertama. Hal ini dikarenakan setelah kita mengetahui setiap harinya pada pukul berapa yang memiliki audiens tertinggi, maka kita dapat melakukan penjadwalan untuk mengunggah konten. Data yang didapatkan sangat valid karena berdasarkan fitur insight di Instagram Kanwil dapat dengan mudah tertera informasi tersebut. Konten yang dipublikasikan perlu dilakukan penjadwalan terkait dengan topik konten, waktu unggah, serta takarir. Konsistensi merupakan bagian dari strategi dalam mempublikasikan konten yang dapat meningkatkan efektivitas penyebaran informasi publik serta mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai platform komunikasi publik digital. 

Akan tetapi, semua faktor tersebut perlu dijalankan dengan memperhatikan kode etik ASN, pedoman pengelolaan media sosial, serta peraturan perundang-undangan lainnya sebagai dasar dalam setiap pembuatan konten. Tantangan seperti waktu pengunggahan konten juga perlu disesuaikan dengan jam kerja serta kebutuhan kantor membagikan informasi publik. Selain itu, dalam menghasilkan konten menggunakan tools seperti Canva dan Capcut menjadi bentuk peningkatan kompetensi pegawai untuk menyesuaikan dengan tren saat ini sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi publik, tetapi juga menikmati isi dari informasi tersebut. Maka dari itu, kendala yang dihadapi adalah belum familiar terhadap penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut untuk meningkatkan kualitas konten.

Kesimpulan:

Peningkatan kualitas konten Instagram Kanwil DJKN DKI Jakarta merupakan strategi penting dalam mendukung efektivitas komunikasi publik digital. Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor yang berperan dalam meningkatkan kualitas konten meliputi waktu mengunggah konten, penyusunan takarir yang relevan dan komunikatif, pemanfaatan tren media sosial, serta penjadwalan unggah konten secara konsisten. Optimalisasi fitur insight Instagram memungkinkan penentuan waktu publikasi yang lebih tepat berdasarkan aktivitas audiens, sementara penggunaan hashtag, teknik storytelling, dan konten interaktif dapat memperluas jangkauan serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Meskipun demikian, seluruh strategi tersebut harus dilaksanakan dengan tetap mematuhi kode etik ASN, pedoman pengelolaan media sosial, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, peningkatan kompetensi pegawai dalam penggunaan aplikasi pengolahan konten digital menjadi faktor pendukung yang penting agar konten yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga menarik, mudah dipahami, dan mampu memperkuat peran Instagram sebagai media komunikasi publik digital yang efektif.

Daftar Pustaka:

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. (2025). Pedoman Media Sosial di Lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Lubis, F. I., dan Iqbal, M. (2026). Analisis Waktu Optimal Unggah Instagram Menggunakan K-Means Clustering pada Data Sintetis. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6042.

Marpaung, M. P., dan Hendytio, M. K. (2021). Strategi Komunikasi Organisasi Sektor Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2021.

Nuzulita, N., et al. (2022). Peningkatan Kualitas Konten Pada Media Sosial Sekolah sebagai Sarana Promosi dan Branding Sekolah di Surabaya. Jurnal Layanan Masyarakat 6(2), 395-405. 10.20473/jlm.v6i2.2022.395-405.

Priadana, A., dan Murdiyanto, A. W. (2020). Analisis Waktu Terbaik untuk Menerbitkan Konten di Instagram untuk Menjangkau Audiens. Jurnal Penelitian Pers dan 10.46426/jp2kp.v24i1.118.

Rahmawati. (2025). Analisis Kesuksesan Kampanye Digital Marketing di Media Sosial. Jurnal Economia 4(6). doi.org/10.55681/economina.v478.1558.

PENULIS

Vani Alsilana

Pegawai OJT pada Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi Kanwil DJKN DKI  Jakarta

 

 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon