Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN DKI Jakarta
Kenali Vaksinnya, Rasakan Manfaatnya

Kenali Vaksinnya, Rasakan Manfaatnya

I Made Murdwarsa Febriyanta
Rabu, 24 Maret 2021 |   6979 kali

Pada tanggal 31 Desember 2019, dilaporkan terdapat 27 kasus pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina (Sun et al., 2020). Tanggal 11 Februari 2020, WHO secara resmi menyebut penyakit yang dipicu oleh 2019-nCoV sebagai Penyakit Virus Corona 2019 (COVID-19). Pada 30 Januari 2020, WHO mendeklarasikan wabah COVID-19 di Cina sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern, PHEIC) ini menandakan COVID-19 sebagai ancaman global.

Penyebaran COVID-19 dapat dihentikan jika dilakukan proteksi, deteksi dini, isolasi, dan perawatan yang cepat agar tercipta implementasi sistem yang kuat untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Sebagai upaya proteksi terhadap COVID-19, berbagai negara dari seluruh dunia telah berkomitmen bersama dengan melibatkan pemerintah, perusahaan bioteknologi, ilmuwan, dan akademisi untuk dapat menciptakan vaksin Covid-19. Sejauh ini telah banyak kandidat vaksin yang diluncurkan untuk melawan virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19.

Vaksin adalah cara yang paling efektif dan ekonomis untuk mencegah penyakit menular. Pengembangan afektif terhadap infeksi SARS-CoV-2 sangat diperlukan. Sejauh ini banyak perusahaan farmasi dan lembaga akademis di seluruh dunia telah meluncurkan program pengembangan vaksin mereka melawan SARS-CoV-2. Selama dua dekade terakhir, tiga coronavirus yang didapatkan pada manusia (SARS-CoV, MERS-CoV, dan SARS-CoV-2) muncul di seluruh dunia, menyebabkan ancaman besar terhadap kesehatan global. Namun, masih belum ada vaksin yang disetujui untuk virus corona manusia. Tahapan dalam pembuatan sebuah vaksin melalui beberapa tahap sampai vaksin tersebut dapat diproduksi dan diterima secara global, begitupun dengan pengembangan vaksin COVID-19.

Vaksinasi atau imunisasi merupakan prosedur pemberian suatu antigen penyakit, biasanya berupa virus atau bakteri yang dilemahkan atau sudah mati, bisa juga hanya bagian dari virus atau bakteri. Tujuannya adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut. Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Namun, infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu vaksinasi. Dengan mendapatkan vaksin COVID-19, kita bisa memiliki kekebalan terhadap virus Corona tanpa harus terinfeksi terlebih dahulu.

Jenis-jenis vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan saat ini:

1. Vaksin mati dan Vaksin yang dilemahkan 

Vaksin sel utuh yang dimatikan atau vaksin hidup yang dilemahkan menghadirkan beberapa komponen antigenik ke inang dan dengan demikian dapat berpotensi menyebabkan beragam efek imunologis terhadap patogen. Mereka adalah vaksin tradisional dengan teknologi yang telah dipersiapkan secara matang persiapan, dan dapat menjadi vaksin SARS-CoV-2 pertama yang dimasukkan ke dalam aplikasi klinis.

 

Beberapa lembaga penelitian telah memulai penelitian ini. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Institut Virologi Wuhan, Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, Universitas Zhejiang, dan beberapa lembaga lainnya telah berhasil mengisolasi strain virus SARS-CoV-2 dan memulai pengembangan vaksin yang relevan.

 

2. Subunit Vaksin

Vaksin subunit mencakup satu atau lebih antigen dengan imunogenisitas kuat yang mampu menstimulasi sistem imun inang secara efisien. Secara umum, jenis vaksin ini lebih aman dan lebih mudah untuk diproduksi, tetapi seringkali membutuhkan penambahan bahan pembantu untuk memperoleh respon imun protektif yang kuat. Sejauh ini, beberapa lembaga telah memprakarsai program vaksin subunit SARS-CoV-2, dan hampir semuanya menggunakan protein S sebagai antigen. Sebagai contoh, Universitas Queensland mengembangkan vaksin subunit berdasarkan pada teknologi “penjepit molekuler”.

 

3. Vaksin mRNA

Vaksin mRNA adalah teknologi yang berkembang pesat untuk mengobati penyakit menular dan kanker. Vaksin berbasis mRNA mengandung mRNA yang mengkode antigen, yang diterjemahkan di mesin seluler inang dengan vaksinasi. Vaksin mRNA memiliki keunggulan dibandingkan vaksin konvensional, dengan tidak adanya integrasi genom, respon imun yang meningkat, perkembangan yang cepat, dan produksi antigen multimeric.

 

Moderna, Inc. melakukan uji klinis fase I untuk mRNA-1273, vaksin mRNA, yang mengkode protein viral spike (S) dari SARSCoV-2. Ini dirancang bekerja sama dengan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID). Berbeda dengan vaksin konvensional yang diproduksi dalam sistem kultur sel, vaksin mRNA dirancang dalam silico, yang memungkinkan pengembangan dan evaluasi efikasi vaksin yang cepat. Moderna Inc. sedang mempersiapkan studi fase I dengan dukungan keuangan dari CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations).

 

4. Vaksin DNA

Vaksin DNA biasanya terdiri dari molekul DNA plasmid yang mengkodekan satu atau lebih antigen. Mereka lebih unggul dari vaksin mRNA dalam formulasi yang diperlukan untuk stabilitas dan efisiensi pengiriman, namun mereka harus memasukkan nukleus yang dapat membawa risiko integrasi vector dan mutasi pada genom inang.

 

Menurut sumber penulis, sejauh ini, dua vaksin DNA SARS-CoV-2 sedang dalam pengembangan. Inovio Pharmaceuticals mengembangkan kandidat vaksin DNA yang disebut INO-4800, yang dalam studi praklinis dan akan segera memasuki uji klinis fase I. Anak Perusahaan Ilmu DNA Terapan, LineaRx, dan Takis Biotech berkolaborasi untuk pengembangan kandidat vaksin DNA linier terhadap SARS-CoV-2, yang sekarang dalam studi praklinis.

 

5. Vaksin Live Vector

Vaksin vektor langsung adalah virus hidup (vektor) yang mengekspresikan antigen heterolog. Mereka dikarakterisasi dengan menggabungkan imunogenisitas yang kuat dari vaksin yang dilemahkan hidup dan keamanan vaksin subunit, dan secara luas digunakan untuk menginduksi imunitas seluler in vivo.

 

Greffex Inc. yang berbasis di Houston telah menyelesaikan konstruksi vaksin vector adenovirus SARS-CoV-2 dengan Greffex Vector Platform dan seharusnya sekarang dipindahkan ke pengujian hewan. Tonix Pharmaceuticals mengumumkan penelitian untuk mengembangkan vaksin SARS-CoV-2 yang potensial berdasarkan Horsepox Virus (TNX-1800). Johnson & Johnson telah mengadopsi platform vektor adenoviral AdVac®  untuk pengembangan vaksin.

 

Baru-baru ini Indonesia baru saja mendatangkan vaksin covid-19 dari China. Diketahui kandidat vaksin ini diberi nama “CoronaVac”. Penelitian ini merupakan kolaborasi dari Sinovac Biotech Co., Ltd (Beijing, China) dan Butantan Institute (São Paulo, Brasil). Pengembangan vaksin dari virus yang diinaktifkan telah dimulai tanggal 28 Januari 2020. Hasil studi praklinis diterbitkan dalam jurnal ilmiah peer-review Science. Metode pengembangan vaksin ini memiliki keunikan tersendiri karena memilih metode penginaktifan seperti kasus pengembangan vaksin polio (tipe 3). Hasil yang didapatkan membuat virus mati sehingga akan dikenal sebagai benda asing di dalam darah. Perkembangan vaksin “Coronavac” kini telah melewati 3 masa percobaan klinik, yaitu fase I, fase II dan fase III. Apabila tahap uji coba fase III berjalan dengan lancar, vaksin ini direncanakan akan diproduksi masal pada Q1 2021 dengan kapasitas maksimum yang diperkirakan mencapai 250 juta dosis.

 

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mendapatkan vaksinasi COVID-19, yaitu:

1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, vaksin COVID-19 dapat memicu sistem imunitas tubuh untuk melawan virus Corona. Dengan begitu, risiko Anda untuk terinfeksi virus ini akan jauh lebih kecil. Kalaupun seseorang yang sudah divaksin tertular COVID-19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi.

2. Mendorong terbentuknya herd immunity, bila diberikan secara massal, vaksin COVID-19 juga mampu mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) dalam masyarakat. Untuk mencapai herd immunity dalam suatu masyarakat, penelitian menyebutkan bahwa minimal 70% penduduk dalam negara tersebut harus sudah divaksin.

3. Meminimalkan dampak ekonomi dan sosial, manfaat vaksin COVID-19 tidak hanya untuk sektor kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi dan sosial. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan penyakit COVID-19, kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali seperti sediakala.

 

Saat ini, jumlah vaksin yang tersedia di Indonesia masih belum cukup untuk diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia sekaligus. Maka dari itu, ada beberapa kelompok yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin COVID-19 terlebih dahulu. Kelompok yang termasuk prioritas vaksin COVID-19 dimulai dari tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi dan menularkan COVID-19, orang dengan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi tertular dan menularkan COVID-19 karena tidak dapat melakukan jaga jarak secara efektif, seperti anggota TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya, dan orang yang memiliki penyakit penyerta dengan risiko kematian tinggi bila terkena COVID-19, termasuk masyarakat lanjut usia (lansia). Setelah semua kelompok prioritas di atas mendapat vaksin COVID-19, vaksinasi akan dilanjutkan ke kelompok penerima vaksin COVID-19 lainnya, mulai dari penduduk di daerah yang banyak kasus COVID-19 sampai ke seluruh pelosok Indonesia.

 

Tidak perlu ada keraguan untuk menerima vaksin. Mengingat vaksin ini sangat berperan dalam mencegah kita terinfeksi COVID-19. Dalam proses vaksinasi, konsultasi dengan petugas kesehatan tetap perlu dilakukan agar manfaat vaksin bisa dirasakan secara optimal oleh penerima vaksin dan kedepannya vaksinasi mampu membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dalam masyarakat.  Dengan terciptanya masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap Covid-19, maka seluruh masyarakat Indonesia akan mendapatkan dampak positif dari sisi ekonomi dan sosial karena roda perekonomian dapat berjalan normal kembali.

 

Penulis : I Made Murdwarsa Febriyanta

 

Sumber :

Makmun, Armanto, dan Siti Fadhilah Hazhiyah. 2020. TINJAUAN TERKAIT PENGEMBANGAN VAKSIN COVID-19. Makassar. Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.  

Afifah, Balqis. 2021. http://news.unair.ac.id/2021/01/11/mengenal-perkembangan-vaksin-covid-19/, diakses pada 24 Maret 2021 Pukul 13.00 WIB.

--- , --- , https://www.alodokter.com/mengetahui-manfaat-vaksin-covid-19-dan-kelompok-penerima-prioritasnya, diakses pada 24 Maret 2021 Pukul 13.00 WIB.

Sunita, --- , https://www.alomedika.com/pengembangan-mutakhir-vaksin-covid-19, diakses pada 24 Maret 2021 Pukul 13.00 WIB. 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon