Kisah Petualangan Sang Pemimpi
Hakim Setyo Budi Mulyono
Selasa, 26 Mei 2026 |
31 kali
Kisah
Petualangan Sang Pemimpi
Resensi Buku oleh: Hakim Setyo Budi Mulyono*
‘Sang Alkemis’ merupakan novel yang mengisahkan petualangan
seorang penggembala domba bernama Santiago dalam usahanya mencari harta karun.
Awalnya harta karun itu muncul di dalam mimpi. Santiago mengabaikannya sampai
kemudian dia bertemu dengan seorang perempuan Gipsi, yang mampu menafsirkan
mimpi, yang meyakinkan dia bahwa harta karun itu benar-benar ada.
Namun ia tak segera memutuskan untuk mencarinya sampai kemudian
dia bertemu dengan seorang lelaki tua, yang mampu membaca pikiran manusia, yang
membantunya memantapkan niat untuk bertualang mencari harta karun itu.
Berbekal uang dari hasil menjual semua dombanya, Santiago pergi
meninggalkan Spanyol, menyeberangi selat Gibral Tar, melintasi gurun, dan
melanglang buana menuju Mesir, tempat harta karun itu berada. Dalam petualangan
itu, dia menemukan tempat-tempat baru untuk disinggahi dan berbagai pengalaman
yang memperkaya batinnya.
Namun perjalanan Santiago untuk menemukan harta karun, atau
perwujudan mimpinya itu, bukanlah sebuah perjalanan yang mudah. Banyak hal yang
harus dialaminya: mulai dari kehilangan seluruh bekal uangnya, terpaksa harus
bekerja sebagai pelayan di toko penjual kristal, berjumpa dengan ilmuwan
Inggris kutu buku yang terobsesi mempelajari ilmu mistis, terjebak dalam
kemelut perang saudara suku-suku gurun, hampir terpenggal kepalanya dalam
insiden di sebuah oasis, sampai bertemu dengan seorang gadis gurun yang
membuatnya paham makna cinta.
Semua peristiwa itu telah mengubah cara Santiago memandang dunia,
seakan semua itu telah dipersiapkan untuk mengubah dirinya. Petualangan yang
semula hanya sekedar sebuah pencarian harta karun itu kemudian berubah menjadi
petualangan spiritual baginya.
Santiago juga bertemu dengan sosok misterius yang mampu mengubah
timah menjadi emas yang dikenal sebagai Sang Alkemis. Namun inti novel ini
bukan sekedar kisah tentang mengubah timah menjadi emas, melainkan kisah
tentang bagaimana Santiago berubah sepanjang perjalanan itu: dari seorang
gembala biasa menjadi pribadi yang luar biasa.
Menjadi “Siapa” Santiago pada akhir kisahnya merupakan kejutan
menarik yang dipersiapkan oleh sang pengarang novel kepada para pembacanya.
Sederhana Namun Kaya Aporisma
Novel ini sangat unik, ditulis tanpa bab dan tanpa daftar isi,
hanya sebuah prolog, dua bagian cerita, dan epilog; itu saja. Alur ceritanya
mengalir bagai tanpa hilir. Dialog para tokohnya mengandung bahasa simbolik,
kaya metafora, namun mudah dicerna.
Novel ini tidak memperkenalkan banyak nama. Hanya tiga tokoh yang
disebutkan namanya. Selebihnya, semua tokoh tidak disebutkan namanya. Bahkan
Sang Alkemis yang misterius itu bukanlah nama melainkan hanya julukan.
Tokoh-tokoh yang hadir di dalam novel, meskipun tidak diketahui namanya, bukan
berarti tidak memiliki arti penting dalam cerita. Ketiadaan nama tokoh cerita
justru memperkuat plot novel ini dalam jalinan ceritanya. Novel ini menawarkan
kepada pembaca sebuah pengalaman mengurai kedalaman karakter tokoh-tokohnya
tanpa harus direpotkan dengan menghafal nama-nama mereka. Konsep ini memudahkan
pembaca untuk lebih fokus pada makna ceritanya.
‘Sang Alkemis’ ditulis dengan bahasa sederhana, bahkan sangat
sederhana, namun diperkaya dengan banyak aporisma indah. Taburan aporisma ini
jika dilepas dari konteks ceritanya akan menjadi quote-quote mandiri yang
memiliki kekuatan makna.
Beberapa quote menarik dari novel ini, misalnya: Jika kamu
menginginkan sesuatu, segenap alam semesta akan bersatu untuk membantumu
meraihnya; Dunia berbicara dengan banyak bahasa; Sebenarnya tidak ada yang
terlalu rahasia; Tuhan mengungkapkan rahasia-rahasianya dengan mudah kepada
segenap ciptaannya; Hanya ada satu cara untuk belajar—melalui tindakan; Masa
tergelap di malam hari adalah saat menjelang fajar. Dan masih banyak
quote-quote menarik lainnya.
Long-Best-Seller Internasional
Novel ‘Sang Alkemis’ diterjemahkan dari ‘The Alchemist’ karya
Paulo Coelho, novelis Brasil yang sebelumnya juga pernah menerbitkan komik.
Teks asli novel ini berbahasa Portugis dan diterbitkan di Brasil pada tahun
1988 dengan judul ‘O Alquimista’. Di antara puluhan karyanya, ‘Sang Alkemis’
adalah karyanya paling fenomenal. ‘Sang Alkemis’ telah diterjemahkan tak kurang
dalam 67 bahasa dunia.
Novel ini menjadi buku ‘Long-Best-Seller Internasional’ dan
tercatat sebagai salah satu dari 10 buku yang paling banyak dibaca manusia.
Melalui novel ini, secara tersirat Paulo Coelho seakan hendak berpesan kepada
para pembaca bahwa siapapun yang bersungguh-sungguh mengejar impiannya kelak
dia akan dapat mewujudkan impiannya dan dalam prosesnya dia juga akan bertumbuh
menjadi pribadi yang lebih hebat daripada sebelumnya.
Novel ini juga menegaskan satu hal bahwa menjadi ‘SIAPA’ seseorang
pada akhirnya merupakan bagian tak terpisahkan dari proses untuk mendapatkan
‘APA’ yang diimpikan.
‘Sang Alkemis’ bukanlah novel yang semata-mata mengandung unsur
cerita spiritual, atau bertendensi motivasional, ataupun kisah percintaan;
namun uniknya, semua unsur tersebut dengan mudah bisa kita temukan di dalamnya,
bertebaran di sepanjang halaman bukunya, bahkan tanpa kita menyadarinya.
Dibalut dengan aksi-aksi petualangan menegangkan, ‘Sang Alkemis’
telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia dan telah mendapat pujian
internasional dari banyak kalangan: mulai dari pelaku bisnis, politisi, atlet,
negarawan, hingga motivator. Philippe Douste-Blazy, mantan Menteri Kebudayaan
Perancis, pernah membaca dan merekomendasikan novel ini. Begitu pula Anthony
Robbins, motivator terkenal.
Novel ini bagus untuk remaja maupun orang tua, bukan lantaran
bahasanya yang sederhana melainkan karena menawarkan inspirasi yang bisa
diambil oleh mereka yang telah membacanya.
Saya merekomendasi novel ini. Tepatnya, sangat merekomendasikan.
Jika Anda tidak suka membaca buku fiksi, novel ini layak untuk
Anda pertimbangkan sebagai buku fiksi pertama dan satu-satunya dalam koleksi
Anda.
Setiap beberapa dekade terbit sebuah buku yang mampu mengubah
hidup berjuta-juta pembacanya. Dan novel ini konon adalah jenis buku semacam
itu.
Hakim Setyo Budi Mulyono, Kasi Penilaian I Kanwil DJKN Jawa Barat
Resensi dilakukan di Bukittinggi pada tanggal 21 Oktober 2014
Data Buku
Judul Buku: Sang Alkemis
Judul Asli: The Alchemist
Penulis: Paulo Coelho
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: September 2013
Tebal buku: 216 halaman
ISBN: 978-979-22-9840-6
Harga (Cetakan tahun 2013): Rp45.000,-
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |