Kanwil DJKN Balinusra Laksanakan Penilaian SDA Lamun dan Mangrove di Nusa Lembongan
Erwin Maulana Muhamad H.
Senin, 28 September 2026 |
63 kali
Nusa Lembongan, 25 September 2026 – Kanwil DJKN Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) melaksanakan kegiatan penilaian Sumber Daya Alam (SDA) berupa ekosistem lamun dan mangrove di Nusa Lembongan, Provinsi Bali. Kegiatan dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 21 sampai dengan 25 September 2026.
Kegiatan penilaian dipimpin oleh Penilai Madya Kanwil DJKN Balinusra, Petrus Subagyo, dengan melibatkan tim penilai SDA dari Kantor Pusat DJKN, KPKNL Singaraja, dan KPKNL Bima dan didampingi oleh tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinisi Bali. Kolaborasi lintas unit tersebut menjadi bagian dari upaya pelaksanaan penilaian SDA secara komprehensif melalui pengamatan dan pengumpulan data secara langsung di lapangan.
Objek penilaian dalam kegiatan ini berupa lamun dan mangrove yang terdapat di wilayah Nusa Lembongan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung di lapangan untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam proses penilaian.
Penilaian tersebut bertujuan untuk menilai emisi karbon yang dihasilkan dari ekosistem lamun dan mangrove. Data yang diperoleh melalui kegiatan lapangan selanjutnya menjadi bagian penting dalam proses pengolahan dan analisis oleh tim penilai.
Pelaksanaan penilaian SDA di Nusa Lembongan juga menunjukkan peran DJKN dalam mengembangkan kapasitas penilaian terhadap sumber daya alam yang memiliki karakteristik dan kompleksitas tersendiri. Selain membutuhkan kompetensi penilaian, kegiatan tersebut juga menuntut koordinasi dan kolaborasi antartim untuk memastikan data yang diperoleh dapat mendukung proses penilaian secara tepat.
Dengan dilaksanakannya kegiatan penilaian secara langsung di lapangan, diharapkan diperoleh data dan informasi yang dapat mendukung proses penilaian SDA berupa lamun dan mangrove di Nusa Lembongan. Hasil penilaian selanjutnya akan menjadi bagian dari upaya penguatan informasi mengenai nilai dan potensi sumber daya alam dalam mendukung pengelolaan kekayaan negara.
Pelaksanaan kegiatan selama empat hari di Nusa Lembongan menjadi pengalaman tersendiri bagi tim penilai, yang tidak hanya dituntut memahami aspek penilaian, tetapi juga harus berhadapan langsung dengan karakteristik objek penilaian di lingkungan pesisir. (text&fotobyw1n)
Foto Terkait Berita