Press Release: Realisasi APBN di Provinsi Bali s.d. 30 November 2025
Dedy Widia H.
Rabu, 24 Desember 2025 |
161 kali
Denpasar,
Desember 2025 –
Pertumbuhan ekonomi regional di Provinsi Bali s.d. triwulan III 2025 mencapai
5,88% yoy, melebihi rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,04% yoy.
Stabilitas perekonomian Bali juga ditunjukkan dengan nilai neraca perdagangan
kumulatif yang surplus sebesar US$37,88 juta dan nilai inflasi sebesar 2,51%
yoy pada November 2025. Selanjutnya dari komponen kesejahteraan, berdasarkan
data BPS Provinsi Bali, terlihat adanya peningkatan Nilai Tukar Petani menjadi
101,98 poin pada November 2025, penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
menjadi 1,49% pada Agustus 2025 dari sebelumnya 1,79% (Agustus 2024). Seluruh
capaian ini memperlihatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang secara
umum baik di Provinsi Bali.
Kinerja
Pelaksanaan APBN Regional Bali hingga November 2025
Kinerja
APBN di Provinsi Bali diwujudkan melalui nilai realisasi pendapatan sebesar
Rp20,14 triliun atau 86,19?ri target dan meningkat sebesar 7,26% yoy. Secara
dominan hal ini disumbangkan oleh Penerimaan Pajak sebesar Rp14,52 triliun
diikuti Kepabeanan dan Cukai sebesar Rp1,34 triliun dan Penerimaan Negara Bukan
Pajak (PNBP) sebesar Rp4,28 triliun. Penerimaan pajak tertinggi berasal dari
jenis Pajak Penghasilan sebesar Rp9,88 triliun, sedangkan berdasarkan sektor
ekonomi, penerimaan pajak terbesar berasal dari sektor Perdagangan Besar dan
Eceran sebesar Rp2,74 triliun. Dari sisi kepabeanan dan cukai, penerimaan
tertinggi berasal dari komponen cukai sebesar Rp1,20 triliun. Adapun komponen
PNBP secara umum terkontraksi sebesar -3,70% yoy yang diakibatkan oleh
penurunan PNBP Lainnya sebesar -9,77% yoy dan peningkatan dari sisi PNBP BLU
sebesar 4,73% yoy.
Selain
itu, hingga 30 November 2025 realisasi PNBP BMN di Provinsi Bali mencapai
Rp25,01 miliar atau 111,35?ri target, naik 26,2?ri tahun 2024. Adapun
Nilai PNBP BMN tertinggi bersumber dari PNBP Pengelolaan BMN sebesar Rp13,9
miliar (55,6%), yang berasal dari Pemindahtanganan dan Pemanfaatan Sewa. Jenis
PNBP Piutang Negara juga menunjukkan capaian yang tinggi dengan realisasi
sebesar Rp256,99 juta (186,22?ri target), turun 79,89% YoY. Jenis PBNP selanjutnya
adalah Lelang dengan realisasi mencapai Rp57,4 miliar (175?ri target Rp32,81
miliar), naik 63,46?ri tahun 2024 (yoy). Hal ini mencerminkan tren yang
sangat positif pada pengelolaan lelang di semester II 2025.
Seluruh
penerimaan tersebut dioptimalkan untuk melakukan pembangunan dan peningkatan
kesejahteraan di Provinsi Bali melalui alokasi belanja pemerintah sebesar
Rp19,69 triliun. Nilai ini secara umum terkontraksi sebesar -9,83% yoy yang
disumbangkan oleh penurunan Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar -21,11% yoy
dan peningkatan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 0,88% yoy. Realisasi BPP
tertinggi berasal dari jenis Belanja Pegawai sebesar Rp4,44 triliun tumbuh
7,55% yoy karena ada penambahan pembayaran belanja pegawai CPNS dan PPPK di
Provinsi Bali. Tiga komponen BPP lainnya mengalami kontraksi, dari yang
terdalam yakni Belanja Modal sebesar -67,62% yoy dengan realisasi Rp717,66
miliar, diikuti kontraksi Belanja Barang sebesar -24,70% yoy dengan realisasi
Rp3,21 triliun dan Belanja Bansos sebesar Rp19,75 miliar atau terkontraksi
19,45% yoy.
Dari
sisi TKD, berhasil direalisasikan sebesar Rp11,30 triliun dengan realisasi
terbesar disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Bali sebesar Rp2,29 triliun.
Berdasarkan komponen TKD, realisasi tertinggi terdapat pada DAU sebesar Rp7,21
triliun terkontraksi -2,11% yoy dan diikuti oleh DAK Non Fisik sebesar Rp2,38
triliun tumbuh 12,60% yoy. Komponen dengan capaian tertinggi berasal dari Dana
Desa sebesar 99,70?ri pagu atau terealisasi Rp665,20 miliar. Adapun komponen
Insentif Daerah dan DAK Fisik turut terkontraksi, sedangkan DBH tumbuh 36,85%
yoy.
Kinerja
Pelaksanaan APBD Regional Bali hingga November 2025
Sampai
dengan 30 November 2025, berdasarkan data SIKRI, realisasi APBD konsolidasi
seluruh Pemda di Provinsi Bali mencatatkan Pendapatan sebesar Rp27,30 triliun
atau 79,57?ri target dan tumbuh 3,91% yoy. Nilai ini secara dominan
disumbangkan oleh Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp16,28 triliun dengan 77,87%
penerimaan berasal dari Pajak Daerah. Realisasi pendapatan digunakan untuk
mendanai Belanja Daerah sebesar Rp23,50 triliun atau 62,11?ri pagu dan
terkontraksi sebesar -3,71% yoy. Belanja terbesar adalah Belanja Operasi
sebesar Rp17 triliun dan terkontraksi -0,75% yoy. Porsi terbesar dalam belanja
ini adalah Belanja Pegawai sebesar Rp9,38 triliun diikuti oleh Belanja Barang
Jasa sebesar Rp5,34 triliun dan Belanja Hibah sebesar Rp2,05 triliun.
Berdasarkan realisasi pendapatan dan penerimaan, sampai dengan 30 November 2025
APBD konsolidasi di Provinsi Bali memiliki surplus sebesar Rp3,80 triliun.
Kinerja
Penyaluran Kredit Program Provinsi Bali hingga November 2025
Sampai dengan 30 November 2025, realisasi penyaluran Kredit Program (KUR dan Pembiayaan UMi) di Provinsi Bali sebesar Rp9,90 triliun (turun -5,86% yoy) dengan jumlah debitur sebanyak 137.251 debitur. Nilai penyaluran tertinggi terdapat di Kota Denpasar sebesar Rp1,63 triliun kepada 16.584 debitur. Adapun penyaluran kepada debitur terbanyak terdapat di Kabupaten Buleleng sebanyak 25.636 debitur dengan jumlah penyaluran mencapai Rp1,24 triliun. Berdasarkan bank penyalurnya, penyaluran tertinggi di Provinsi Bali dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp6,04 triliun kepada 98.779 debitur, disusul oleh BPD Bali sebesar Rp1,65 triliun kepada 8.371 debitur. Berdasarkan skemanya, penyaluran terbesar berada di skema mikro sebesar Rp6,15 triliun dengan 110.068 debitur. Nilai ini kemudian disusul oleh skema kecil sebesar Rp3,65 triliun kepada 12.481 debitur. Adapun penyaluran terendah adalah skema TKI sebesar Rp35 juta kepada 1 debitur. Berdasarkan sektor ekonomi, Perdagangan Besar dan Eceran masih mendominasi sebesar 39% disusul oleh sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan sebesar 23%.
-Press Release Alco Provinsi Bali-