Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Bali dan Nusa Tenggara
Piodalan Purnama Kapat Pura Amertha Bumi GKN I Denpasar

Piodalan Purnama Kapat Pura Amertha Bumi GKN I Denpasar

Slamet Adi Priyatna
Selasa, 11 Oktober 2022 |   865 kali

 

Denpasar- (10/10) Pada hari senin, Tanggal 10 Oktober 2022 telah dilaksanakan upacara piodalan. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman depan GKN I Renon, Denpasar ini berlangsung dengan meriah dan lancar. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai kementerian keuangan dilingkungan GKN 1 Renon,Denpasar. Upacara Piodalan atau yang disebut juga sebagai pujawali, petoyan atau petirtaan. Piodalan merupakan rangkaian upacara Dewa Yadnya yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widi pada sebuah pura atau tempat suci. Biasanya, prosesi odalan atau hari besar tersebut dipimpin oleh orang suci seperti Pemangku ataupun Pendeta.

       Piodalan berasal dari kata wedal yang memiliki arti keluar atau lahir. Jadi, layaknya kita merayakan hari ulang tahun, saat peringatan upacara Piodalan (odalan) tersebutlah ditetapkan sebagai hari lahir sebuah Pura atau bangunan suci. Dengan kata lain, piodalan/pujawali/petoyan merupakan peringatan hari lahirnya sebuah tempat suci umat Hindu. Dengan adanya upacara keagamaan ini, maka setiap pura yang tersebar di Bali memiliki hari yang ditetapkan sebagai hari suci untuk piodalan ataupun pujawali. Jatuhnya hari peringatan odalan atau pujawali dari tempat suci tersebut berbeda-beda, diambil berdasarkan perhitungan sasih yang merujuk pada kalender Saka yang jatuhnya setiap 1 tahun sekali. Hitungan ini berdasarkan perhitungan wuku yang merujuk pada kalender atau penanggalan Bali yang jatuhnya setiap 6 bulan (210 hari) sekali.

        Upacara Piodalan atau Pujawali pada sebuah tempat suci, bisa dirayakan dalam skala yang kecil dan besar, tergantung dengan kemampuan finansial masing-masing tempat, yang dibagi dalam beberapa tingkatan odalan, seperti odalan tingkat nista, odalan tingkat madya, dan odalan tingkat utama. Untuk hari-hari baik yang dipilih dan ditetapkan sebagai hari Piodalan atau Pujawali sebuah tempat suci diantaranya adalah, Purnama Kapat, Kalima, Kadasa. Anggar kasih Kulantir, Julungwangi, Medangsia, Tambir, Perangbakat dan Dukut. Saniscara Kliwon (Tumpek) Landep, Wariga, Kuningan, Krulut, Uye dan Wayang. Buda Wage Ukir, Warigadean, Langkir, Merakih, Menail dan Klawu, dan masih banyak hari baik lainnya. Sebagai acara selanjutnya seperti upacara piodalan sebelumnya, dilanjutkan dengan makan bersama untuk mempererat silaturahmi antar umat mecerminkan bahwa upacara piodalan merupakan acara bersama dan bukan hanya untuk umat Hindu bali secara khusus.  

 

 

Foto Terkait Berita

Floating Icon