Piodalan Purnama Kapat Pura Amertha Bumi GKN I Denpasar
Slamet Adi Priyatna
Selasa, 11 Oktober 2022 |
865 kali
Denpasar- (10/10) Pada hari senin, Tanggal 10 Oktober 2022 telah
dilaksanakan upacara piodalan. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman depan GKN
I Renon, Denpasar ini berlangsung dengan meriah dan lancar. Kegiatan ini
diikuti oleh pegawai kementerian keuangan dilingkungan GKN 1 Renon,Denpasar. Upacara Piodalan atau yang disebut juga sebagai
pujawali, petoyan atau petirtaan. Piodalan merupakan rangkaian upacara Dewa
Yadnya yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widi pada sebuah pura atau tempat
suci. Biasanya, prosesi odalan atau hari besar tersebut dipimpin oleh orang
suci seperti Pemangku ataupun Pendeta.
Piodalan berasal dari kata wedal yang memiliki arti keluar atau lahir.
Jadi, layaknya kita merayakan hari ulang tahun, saat peringatan upacara Piodalan
(odalan) tersebutlah ditetapkan sebagai hari lahir sebuah Pura atau bangunan
suci. Dengan kata lain, piodalan/pujawali/petoyan merupakan peringatan hari
lahirnya sebuah tempat suci umat Hindu. Dengan adanya upacara keagamaan ini,
maka setiap pura yang tersebar di Bali memiliki hari yang ditetapkan sebagai
hari suci untuk piodalan ataupun pujawali. Jatuhnya hari peringatan odalan atau
pujawali dari tempat suci tersebut berbeda-beda, diambil berdasarkan
perhitungan sasih yang merujuk pada kalender Saka yang jatuhnya setiap 1 tahun
sekali. Hitungan ini berdasarkan perhitungan wuku yang merujuk pada kalender
atau penanggalan Bali yang jatuhnya setiap 6 bulan (210 hari) sekali.
Upacara Piodalan atau Pujawali pada sebuah tempat suci, bisa dirayakan
dalam skala yang kecil dan besar, tergantung dengan kemampuan finansial
masing-masing tempat, yang dibagi dalam beberapa tingkatan odalan, seperti
odalan tingkat nista, odalan tingkat madya, dan odalan tingkat utama. Untuk
hari-hari baik yang dipilih dan ditetapkan sebagai hari Piodalan atau Pujawali
sebuah tempat suci diantaranya adalah, Purnama Kapat, Kalima, Kadasa. Anggar
kasih Kulantir, Julungwangi, Medangsia, Tambir, Perangbakat dan Dukut.
Saniscara Kliwon (Tumpek) Landep, Wariga, Kuningan, Krulut, Uye dan Wayang.
Buda Wage Ukir, Warigadean, Langkir, Merakih, Menail dan Klawu, dan masih
banyak hari baik lainnya. Sebagai acara selanjutnya seperti upacara piodalan
sebelumnya, dilanjutkan dengan makan bersama untuk mempererat silaturahmi antar
umat mecerminkan bahwa upacara piodalan merupakan acara bersama dan bukan hanya
untuk umat Hindu bali secara khusus.
Foto Terkait Berita