Lapangan Puputan Badung
Yuniantoro Sudrajad
Rabu, 20 September 2023 |
11540 kali
Denpasar - Lapangan Puputan Badung ini memang
cukup populer di kalangan warga, apalagi di seberang lapangan di sebelah
timurnya terdapat objek wisata Museum Bali dan juga pura Jagadnatha. Namun
demikian mungkin jarang mengetahui latar belakang akan sejarah bagaimana
berdirinya monumen Puputan Badung yang berdiri di sisi Utara lapangan tersebut,
tugu tersebut tidak sekedar hiasan belaka, tetapi memiliki makna akan
perjuangan rakyat Badung dalam mengusir penjajah Belanda. Cerita sejarah
tentang perlawanan rakyat berawal dari perlawanan I Gusti Ngurah Made Agung
pada tahun 1906 melawan kolonial Belanda, merupakan sejarah tentang rakyat Bali
yang tetap dikenang sampai saat ini. Peristiwa heroik tersebut dikenal sebagai
peristiwa Puputan Badung, perang puputan yang berarti habis-habisan melawan
penjajah dan sampai gugur di medan perang untuk mempertahankan kehormatan serta
mempertahankan bumi pertiwi. Pada saat perang puputan tersebut I Gusti Ngurah
Made Agung yang saat itu sebagai raja Badung gugur di medan laga sebagai
ksatria bangsa yang mempertahankan tanah Bali.
Untuk
mengenang dan menghormati jasa pahlawan yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Made
Agung yang gugur di medan perang, maka dibuatkanlah tugu atau monumen Puputan
Badung di tengah kota Denpasar. Peristiwa heroik dan kepahlawanan beliau wajib
dikenang, bagaimana gigihnya melawan penjajahan, sehingga generasi anak bangsa
bisa lebih mengenang jasanya dan tidak melupakan sejarah, I Gusti Ngurah Made
Agung sendiri adalah raja Badung ke-7 yang memerintah kerajaan dari tahun
1902-1906. Kemudian pada tanggal 10 September 2009 melalui SK walikota thn
2009, lapangan tempat berdirinya monumen Puputan Badung tersebut diberikan nama
Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung. Alamat dan lokasi berada di
jalan Surapati, Denpasar di simpang Catur Muka di tengah kota Denpasar. Lapangan
Puputan Badung Denpasar ini, berdekatan dengan sejumlah objek wisata populer di
Denpasar seperti Museum Bali, tempat belanja oleh-oleh pasar Kumbasari, Taman
Budaya Bali (Art Center) dan juga Monumen Bajra Sandhi.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel