Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
OPPINI > Artikel
ANALISIS AMDES ATAS KERJASAMA PEMANFAATAN BMN BERUPA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR ENERGI BARU BERUPA PLTS PADA INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Hermanus Lintang Asmarawan
Kamis, 06 Oktober 2022   |   25 kali

Penulis: Dadang Noor Fithri

Penilai Pemerintah Ahli Muda KPKNL Bandar Lampung

Media OPPINI Vol. I

Pendahuluan
Latar Belakang
Energi merupakan mesin penggerak manusia. Saat ini, sebagian besar penyediaan energi berasal dari proses pembangkitan dengan energi yang tidak terbarukan seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam. Hal ini memberikan dampak adanya kerusakan lingkungan baik dari proses penambangan maupun sisa pembakaran. Selain itu, energi tak terbarukan pada suatu waktu akan habis. Saat ini, penggunaan energi baru dan terbarukan (renewable energy) masih dalam proses pengembangan, sehingga memerlukan biaya yang besar untuk proses penelitian dan pengembangan agar dapat digunakan secara massal dan pada akhirnya dapat mengganti penggunaan energi fosil seperti batubara dalam penyediaan energi. Salah satu bentuk pembangkit energi baru terbarukan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dengan memanfaatkan cahaya matahari yang sepanjang tahun menyinari negeri ini. Namun PLTS memerlukan lahan yang sangat luas untuk menyimpan panel surya sebagai tempat menangkap sinar matahari untuk selanjutnya dikonversi menjadi sumber energi.

Dalam rangka mendukung perkembangan teknologi energi baru terbarukan, Kantor Wilayah DJKN Lampung dan Bengkulu sebagai Pengelola Barang Milik Negara bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan c.q. Institut Teknologi Sumatera (ITERA), berkejasama dengan melakukan pembangunan Proyek Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1 MWP (megawatt peak) dan Pusat Penelitian dengan skema Pemanfaatan Barang Milik Negara dalam bentuk Kerjasama Pemanfaatan (KSP) pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan c.q. Institut Teknologi Sumatera (ITERA)

Selanjutnya dalam tulisan ini akan dikaji lebih mendalam terhadap manfaat dan dampak ekonomi sosial yang didapat Pemerintah atas dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1 MWP (megawatt peak) dan Pusat Penelitian dengan skema Pemanfaatan Barang Milik Negara dalam bentuk Kerjasama Pemanfaatan (KSP) pada Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Rumusan Masalah
Bagaimana manfaat dan dampak ekonomi sosial yang didapat Pemerintah atas dibangunnya Infrastruktur Energi Baru dan Terbarukan (Renewable Energy) berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1 MWP (megawatt peak) dan Pusat Penelitian dengan skema Pemanfaatan Barang Milik Negara dalam bentuk Kerjasama Pemanfaatan (KSP) pada Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Pembahasan
Gambaran Umum Objek
Pembangunan Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1 MWp (megawatt peak) dan Pusat Penelitian dengan skema kerjasama pemanfaatan (KSP) pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan c.q. Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dibangun di atas Barang Milik Negara (BMN) berupa Sebagian tanah seluas 10.500 m2 dengan nilai wajar sebesar Rp.12.509.070.000,- (dua belas miliar rupiah lima ratus sembilan juta tujuh puluh ribu rupiah).  Bidang tanah ini terletak di Jalan Terusan Ryacudu, Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Adapun jangka waktu pelaksanaan KSP selama 25 tahun. Pembangunan laboratorium PLTS ini menjadi kebanggaan ITERA dan Provinsi Lampung terutama dalam pengembangan renewable energy sebagai upaya pemenuhan energi listrik secara mandiri, tidak hanya itu, ITERA juga menjadi kampus dengan laboratorium PLTS terbesar di Indonesia yang diharapkan menjadi pusat munculnya inovasi dan riset-riset baru tentang energi surya.

Metode Analisis
Merujuk kepada Keputusan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor 438/KN/2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Manfaat dan Dampak Ekonomi Sosial dalam melakukan analisis untuk mengetahui capaian project optimalisasi Tim menggunakan metode deskriptif kualitatif, metode input-output, dan metode deskriptif kuantitatif untuk melihat manfaat dan dampak ekonomi sosial atas Kerjasama pemanfaatan pembangunan PLTS ITERA Panel Surya PV sebesar 1 MWp tersebut.

Manfaat Ekonomi
Pendekatan menggunakan metode kuantitatif digunakan untuk menghitung manfaat ekonomi yang akan dihasilkan atas objek analisis selama jangka waktu kerja sama atau umur bangunan dengan menggunakan data dan informasi yang berasal dari sumber berupa penelitian pasar, wawancara, peraturan perpajakan, standar upah regional dan nasional, dan sumber data lainnya. Selanjutnya menentukan besaran tingkat diskonto sosial (social discount rate) kemudian menghitung nilai sekarang dari manfaat ekonomi dengan menggunakan tingkat diskonto sosial. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh data manfaat ekonomi bagi Pemerintah atas kerjasama pemanfaatan pembangunan PLTS ITERA Panel Surya PV sebesar 1 MWp.
Selanjutnya dikalikan dengan tingkat diskonto sosial selama masa KSP selama 25 Tahun. Tingkat diskonto sosial adalah besaran yang mencerminkan penilaian relatif dari masyarakat terhadap nilai kini dibandingkan dengan nilainya di masa depan. Tingkat diskonto sosial yang digunakan oleh Tim adalah 9%. Hal ini berdasarkan data tingkat diskonto sosial negara Indonesia yang dikeluarkan oleh Asian Development Bank (Guidelines for the economic analysis of project 2017) adalah sebesar 9%.
Selanjutnya dari perhitungan total nilai manfaat ekonomi selama 25 Tahun masa kerjasama pemanfaatan PLTS Itera Panel Surya PV sebesar 1 MWP adalah sebesar Rp24.632.905.994,00.

Dampak Ekonomi
Analisis Input Output digunakan untuk mengetahui peranan sektor tertentu dalam perekonomian dan memberikan gambaran menyeluruh mengenai keterkaitan antar sektor. Tabel IO merupakan uraian statistik dalam bentuk matriks yang menyajikan informasi tentang transaksi barang dan jasa serta saling keterkaitan antar satuan kegiatan ekonomi (sektor) dalam suatu wilayah pada suatu periode waktu tertentu. Oleh karena itu, tabel IO merupakan sebuah model kuantitatif yang menunjukkan potret keadaan ekonomi (economics landscape) suatu wilayah pada suatu periode tertentu (tahun).

Dari hasil perhitungan analisis IO, atas rencana investasi pembangunan PLTS ITERA maka telah dilaksanakan injeksi pada sektor pengadaan listrik dan gas. Atas injeksi tersebut telah dilaksanakan pembuktian menggunakan formula MMULT dan didapatkan hasil selisih atas pembuktian yang menggunakan formula MMULT dan total output domestik atas dasar harga dasar atas injeksi investasi pada permintaan akhir sektor konstruksi.
Berdasarkan injeksi rencana pembangunan PLTS yang dilakukan, maka didapatkan pengaruh dampak pada 5 sektor terbesar yaitu:
o Sektor pengadaan listrik dan gas sebesar Rp29.043.000.000,00
o Sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp7.636.000.000,00
o Sektor industri pengolahan sebesar Rp2.469.000.000,00
o Sektor jasa keuangan dan asuransi Rp1.372.000.000,00
o Sektor jasa perusahaan Rp917.000.000,00.

Dari perhitungan tersebut, berdasarkan rencana biaya yang dikeluarkan sebesar Rp15.000.000.000,00 maka besarnya perubahan nilai menjadi Rp44.283.000.000,00 yang menghasilkan angka pengganda sebesar 2,95, dari hasil tersebut berarti bahwa setiap Rp1 nilai investasi berupa pembangunan sebuah proyek menghasilkan efek pengganda sebesar 2,95 kali.
Selanjutnya dari perhitungan yang ada, diperoleh kesimpulan bahwa dengan stimulus pada permintaan akhir di bidang pengadaan listrik dan gas pembangunan PLTS ITERA dengan total investasi mitra sebesar Rp15.000.000.000,00 maka proyeksi besarnya perubahan nilai (output multiplier) yang di dapat adalah sebesar Rp44.283.000.000,00 dengan hasil efek pengganda 2.95, nilai tambah sebesar Rp13.552.000.000,00, potensi pendapatan (income multiplier) sebesar Rp4.399.000.000,00, dan potensi bagi tumbuhnya lapangan pekerjaan (employmentmultiplier) sebanyak 43 orang.

Manfaat Sosial
Manfaat sosial dapat dilakukan analisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berisi penjelasan secara naratif sektor-sektor sosial dalam masyarakat yang memperoleh manfaat atas proyek kerjasama pemanfaatan PLTS Panel Surya PV sebesar 1 MWP pada Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Manfaat sosial yang dapat dideskripsikan dari hasil proyek kerjasama pemanfaatan PLTS Panel Surya PV sebesar 1 MWP pada Institut Teknologi Sumatera (ITERA) ini adalah:
Peningkatan kualitas pembelajaran di ITERA berdasarkan indikator keberhasilan yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),
Pelaksanaan Kerja Praktik di PLTS
Adanya Praktikum terkait beberapa prodi seperti Fisika, Teknik Elektro, Teknik Sistem Energi, Teknik Fisika, Teknik Informatika, Teknik Biomedis, Teknik Telekomunikasi, Teknik Material.
Publikasi hasil penelitian dengan fasilitas PLTS;
Terdapat manfaat lingkungan (environmental benefits), yaitu dengan adanya pengurangan penggunaan bahan bakar fosil berupa batubara dalam energi baru terbarukan ini. 
Meningkatkan peranan energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional dan percepatan peningkatan pemanfaatan energi surya, serta mendorong berlangsungnya industri energi surya dalam negeri;
Meningkatkan lapangan kerja.

Dampak Sosial
Dampak sosial dapat dilakukan analisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berisi penjelasan secara naratif sektor-sektor sosial dalam masyarakat yang memperoleh dampak secara luas atas beroperasinya PLTS Panel Surya PV sebesar 1 MWP pada Institut Teknologi Sumatera (ITERA) ini, dampak sosial yang dapat di deskripsikan adalah berupa:
o Mencerdaskan kehidupan bangsa;
o Meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
o Meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi.

Kendala Sosial
Hambatan/tantangan/isu kecil yang menyebabkan manfaat proyek PLTS baru dapat dirasakan secara nyata pada bulan Januari 2021 dikarenakan perlu adanya standardisasi/uji tes jaringan (interkoneksi) oleh PT PLN atas jaringan/infrastruktur yang dimiliki oleh ITERA, namun hal tersebut dapat dilalui dengan kesiapan jaringan dan koordinasi yang baik dengan PT PLN yang hasilnya dapat diukur dengan hasil standardisasi/uji jaringan yang dinyatakan baik dan layak.

Kesimpulan
Dengan banyaknya manfaat dan dampak ekonomi sosial yang didapat Pemerintah atas Kerjasama Pemanfaatan BMN berupa pembangunan PLTS tersebut, maka perlu kiranya DJKN sebagai Pengelola BMN mampu berpartisipasi aktif dalam penyediaan lahan untuk penelitian dan pengembangan energi baru dan terbaru yang dimaksud dan dapat berperan aktif sebagai pendukung utama project tersebut dengan melakukan perhitungan Nilai Wajar objek, melakukan analisis kelayakan bisnis berupa perhitungan kontribusi tetap dan pembagian keuntungan (profit sharing), dan melakukan analisis manfaat dan dampak ekonomi sosial atas pembangunan infrastruktur energi baru dan terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini